• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Junaidi Terpilih Jadi Ketua DPD HNSI Riau Masa Bakti 2025–2030

Junaidi resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Riau untuk masa bakti 2025–2030 | Foto: Dok. HNSI Provinsi Riau.

Junaidi Terpilih Jadi Ketua DPD HNSI Riau Masa Bakti 2025–2030

July 11, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

PEKANBARU — Junaidi resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Riau untuk masa bakti 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) HNSI Riau yang digelar di Hotel Furaya, Pekanbaru, Jumat, 11 Juli 2025.

Dalam musda tersebut yang diikuti oleh 10 DPC HNSI Kabupaten/Kota itu sepakat menunjuk Junaidi untuk melanjutkan kepemimpinan HNSI Provinsi Riau lima tahun ke depan, dan diharapkan mampu membawa HNSI ke arah yang lebih baik untuk tujuan kesejahteraan nelayan Indonesia, khususnya di Provinsi Riau.

You might also like

KI Riau Prioritaskan Penyelesaian Sengketa Informasi 2025 Jelang Akhir Masa Jabatan

KI Riau Prioritaskan Penyelesaian Sengketa Informasi 2025 Jelang Akhir Masa Jabatan

January 22, 2026
Apresiasi Satgas Bencana Aceh Tamiang, Brigjen Pol Anang Sumpena Tekankan Evaluasi dan Pencegahan Bencana Susulan

Apresiasi Satgas Bencana Aceh Tamiang, Brigjen Pol Anang Sumpena Tekankan Evaluasi dan Pencegahan Bencana Susulan

January 20, 2026

Dalam kesempatan itu, Junaidi menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugas dan amanah dari para nelayan di Riau, terutama memperkuat peran HNSI dalam memperjuangkan kesejahteraan nelayan, khususnya di Riau.

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini adalah amanah besar. Kita akan perkuat kelembagaan dan kemandirian nelayan di seluruh kabupaten/kota di Riau,” ujarnya.

Junaidi menyoroti pentingnya sinergi antara HNSI dan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan. Menurutnya, nelayan harus menjadi subjek utama dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan di daerah.

Musda HNSI Riau ini dihadiri oleh perwakilan DPC dari berbagai kabupaten/kota, tokoh nelayan, serta tamu undangan dari instansi pemerintah dan mitra strategis.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP HNSI, Dr. Ir. Anton Leonard, SP, MM, mengingatkan pentingnya peran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sebagai garda terdepan organisasi nelayan. Dalam sambutannya di Musda HNSI Riau, ia menegaskan bahwa kebangkitan HNSI di daerah sangat bergantung pada kekuatan DPC.

“Riau ini daerah yang unik. Sungainya panjang, lautnya luas, dan ikannya melimpah. Potensi budidayanya juga besar. Tinggal pilih jenis ikan, cari investor, dan gerakkan nelayannya,” ujar Anton lugas.

Ia menyebut bahwa setiap kabupaten/kota di Riau menyimpan potensi besar, hanya tinggal bagaimana DPC bisa menghidupkan semangat dan pemberdayaan nelayan di daerah masing-masing.

Lebih lanjut, Anton menilai posisi geografis Riau sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Ini menjadi peluang besar dalam pengembangan hasil tangkapan dan budidaya perikanan.

“Buyer-nya dekat, pasar internasional tinggal seberang. Hasil tangkap dan budidaya sangat bisa dikembangkan. Seringkali nelayan dianggap miskin, padahal perputaran uang di lingkungan mereka sangat cepat,” tambahnya.

Anton menekankan, kebahagiaan nelayan bukan hanya soal hasil tangkapan, tapi juga soal pendampingan dan pembinaan dari pengurus. “Kalau DPC-nya solid, kompak, dan benar-benar membina, maka HNSI akan jadi organisasi yang manfaatnya langsung dirasakan oleh nelayan,” tegasnya.

Musda kali ini, menurut Anton, bukan hanya soal memilih ketua baru. Ini adalah titik balik bagi HNSI Riau untuk memperkuat akar organisasi di daerah dan merumuskan langkah-langkah konkret menuju pengelolaan sumber daya perairan yang adil, berkelanjutan, dan pro-kesejahteraan nelayan lokal.***

Previous Post

HNSI Riau Gelar Musda, Dorong Pengelolaan Sumber Daya Laut Secara Berkelanjutan

Next Post

Menteri Transportasi Rusia Tewas Setelah Dipecat Putin, Diduga Bunuh Diri Akibat Kasus Korupsi

Berita Terkait

KI Riau Prioritaskan Penyelesaian Sengketa Informasi 2025 Jelang Akhir Masa Jabatan
Regional

KI Riau Prioritaskan Penyelesaian Sengketa Informasi 2025 Jelang Akhir Masa Jabatan

by admin
January 22, 2026
0

PEKANBARU — Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau menggesa penyelesaian sengketa informasi register tahun 2025 yang telah memasuki sejumlah tahapan persidangan di majelis...

Read more
Apresiasi Satgas Bencana Aceh Tamiang, Brigjen Pol Anang Sumpena Tekankan Evaluasi dan Pencegahan Bencana Susulan

Apresiasi Satgas Bencana Aceh Tamiang, Brigjen Pol Anang Sumpena Tekankan Evaluasi dan Pencegahan Bencana Susulan

January 20, 2026
Mendagri Tito Karnavian Kunjungi Aceh Tamiang, Serahkan 500 Gerobak Dorong Pascabanjir

Mendagri Tito Karnavian Kunjungi Aceh Tamiang, Serahkan 500 Gerobak Dorong Pascabanjir

January 13, 2026
Geger Kasus Suap PUPR Sumut, Bobby Nasution Disindir DPR RI: Urus Dulu Kadis yang Kena OTT

Geger Kasus Suap PUPR Sumut, Bobby Nasution Disindir DPR RI: Urus Dulu Kadis yang Kena OTT

July 11, 2025
Next Post
Menteri Transportasi Rusia Tewas Setelah Dipecat Putin, Diduga Bunuh Diri Akibat Kasus Korupsi

Menteri Transportasi Rusia Tewas Setelah Dipecat Putin, Diduga Bunuh Diri Akibat Kasus Korupsi

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.