• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
China Bebaskan Visa untuk Warga Kanada dan Inggris, Berlaku 30 Hari hingga Akhir 2026

China Bebaskan Visa untuk Warga Kanada dan Inggris, Berlaku 30 Hari hingga Akhir 2026

February 15, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Kebijakan perjalanan internasional ke China kini semakin longgar. Pemerintah China resmi memberikan fasilitas bebas visa bagi warga negara Kanada dan Inggris untuk kunjungan jangka pendek, sebuah langkah yang dinilai akan mendorong mobilitas global, pariwisata, dan kerja sama ekonomi lintas negara.

Kementerian Luar Negeri China mengumumkan bahwa pemegang paspor biasa dari Kanada dan Inggris dapat memasuki wilayah China tanpa visa mulai 17 Februari 2026. Kebijakan ini memungkinkan masa tinggal hingga 30 hari untuk berbagai keperluan, mulai dari wisata, bisnis, kunjungan keluarga, hingga pertukaran budaya dan transit.

You might also like

Sanae Takaichi Menang Pemilu dan Resmi Kembali Jadi Perdana Menteri Jepang

Sanae Takaichi Menang Pemilu dan Resmi Kembali Jadi Perdana Menteri Jepang

February 18, 2026
Kebijakan Israel Larang Imam Al-Aqsa Masuk 7 Hari Picu Kekhawatiran Stabilitas Kawasan

Kebijakan Israel Larang Imam Al-Aqsa Masuk 7 Hari Picu Kekhawatiran Stabilitas Kawasan

February 17, 2026

Langkah tersebut bertepatan dengan momentum Tahun Baru Imlek 2026 dan berlaku sementara hingga 31 Desember 2026. Pemerintah China menyebut kebijakan bebas visa ini sebagai bagian dari upaya mempermudah perjalanan lintas batas sekaligus memperkuat interaksi antarmasyarakat dengan negara-negara mitra.

Dengan aturan baru ini, wisatawan dari Kanada dan Inggris tidak lagi perlu mengurus proses visa yang selama ini dianggap cukup panjang dan memakan biaya. Cukup dengan paspor yang masih berlaku, pelancong dapat masuk ke China untuk kunjungan singkat selama tidak melebihi batas waktu 30 hari sesuai ketentuan.

Kebijakan bebas visa tersebut juga dinilai memiliki dimensi diplomatik yang kuat. Pengumuman ini muncul setelah kunjungan pejabat tinggi dari kedua negara ke Beijing pada awal 2026, yang menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan pertukaran budaya. Hubungan bilateral yang semakin membaik menjadi salah satu faktor pendorong lahirnya kebijakan tersebut.

Selain sektor diplomasi, sektor pariwisata diprediksi menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan. Dengan prosedur masuk yang lebih sederhana, jumlah wisatawan dari negara-negara Barat berpotensi meningkat, terutama ke kota-kota destinasi populer seperti Beijing, Shanghai, dan Chengdu.

Tidak hanya untuk wisata, kebijakan ini juga membuka peluang baru bagi pelaku bisnis. Pebisnis dari Kanada dan Inggris kini dapat lebih mudah melakukan perjalanan bisnis, menghadiri pameran dagang, hingga menjalin kemitraan investasi tanpa hambatan administratif visa.

Pemerintah China juga menegaskan bahwa fasilitas bebas visa berlaku untuk berbagai tujuan kunjungan, termasuk bisnis, wisata, kunjungan keluarga atau teman, pertukaran, serta transit, selama durasi tinggal tidak melebihi 30 hari.

Secara global, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi China memperluas daftar negara yang mendapatkan akses bebas visa. Sebelumnya, sejumlah negara Eropa, Amerika Latin, dan kawasan Teluk juga telah lebih dulu memperoleh fasilitas serupa dalam rangka meningkatkan mobilitas internasional dan kerja sama ekonomi global.

Meski demikian, kebijakan bebas visa penuh belum berlaku untuk semua negara. Misalnya, warga negara Indonesia saat ini baru mendapatkan fasilitas bebas visa transit terbatas, bukan bebas visa kunjungan penuh, sehingga aturan masuk tetap bergantung pada jenis perjalanan dan durasi tinggal.

Dengan diberlakukannya kebijakan bebas visa bagi Kanada dan Inggris, China menunjukkan sinyal keterbukaan yang lebih besar terhadap dunia internasional. Kebijakan ini tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga diharapkan memperkuat hubungan diplomatik, meningkatkan arus wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan interaksi global.

Previous Post

Investasi Perak Makin Dilirik: Peluang, Keuntungan, dan Strategi Cerdas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Next Post

Indonesia Siap Menerima Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Berita Terkait

Sanae Takaichi Menang Pemilu dan Resmi Kembali Jadi Perdana Menteri Jepang
Internasional

Sanae Takaichi Menang Pemilu dan Resmi Kembali Jadi Perdana Menteri Jepang

by admin
February 18, 2026
0

Politik Jepang memasuki babak baru setelah Sanae Takaichi resmi kembali menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang usai memenangkan pemilihan umum terbaru....

Read more
Kebijakan Israel Larang Imam Al-Aqsa Masuk 7 Hari Picu Kekhawatiran Stabilitas Kawasan

Kebijakan Israel Larang Imam Al-Aqsa Masuk 7 Hari Picu Kekhawatiran Stabilitas Kawasan

February 17, 2026
Indonesia Siap Menerima Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Indonesia Siap Menerima Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

February 16, 2026
Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza, Sinyal Tegas di Tengah Ketegangan Iran

Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza, Sinyal Tegas di Tengah Ketegangan Iran

February 11, 2026
Next Post
Indonesia Siap Menerima Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Indonesia Siap Menerima Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.