• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pemda Siap Alokasikan Rp2,5 Triliun untuk Program Makan Siang Bergizi Gratis

Pemda Siap Alokasikan Rp2,5 Triliun untuk Program Makan Siang Bergizi Gratis

January 18, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pemerintah daerah (Pemda) bersedia mendukung program makan siang bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan Tito kepada awak saat ditemui di Istana Negara, pada Jumat, 17 Januari 2025. “Pemda mau berpartisipasi dalam program ini. Setelah kepala daerah dilantik, akan ada penyesuaian anggaran atau di APBD Perubahan,” ujarnya.

You might also like

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

April 1, 2026
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026

Tito merincikan, Pemda bersedia menyiapkan anggaran sebesar Rp2,3 triliun hingga Rp2,5 triliun. Dana itu akan disisihkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

Menurut Tito, program makan siang bergizi ini diyakini mampu menciptakan ekonomi sirkular di masyarakat. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai wilayah.

Pemerintah menargetkan pembentukan hingga 2.000 unit satuan pelayanan. Dengan tambahan anggaran dari pemerintah provinsi, total dana yang tersedia diperkirakan mencapai Rp5 triliun.

Tito menjelaskan, dengan anggaran tersebut, pemerintah dapat membangun hingga 4.000 unit pelayanan makan siang bergizi di sekolah-sekolah.

Pemda juga diharapkan berperan aktif dalam membangun infrastruktur pelayanan ini, sekaligus mendorong masyarakat lokal untuk memproduksi pangan dan ternak guna mendukung keberlanjutan program.

Adapun pembangunannya diproyeksikan selesai dalam waktu 4 bulan dengan anggaran sebesar Rp2,3 Triliun hingga Rp2,5 triliun. “Kita sudah mendiskusikan ini,” ujar Tito.

Dia kembali menegaskan bahwa ini bukan kebijakan top-down yang sifatnya memerintah. Tapi hanya inisiatif dari daerah-daerah. Baik secara langsung maupun tidak. Terutama bagi daerah yang punya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kuat.***

Previous Post

Harga Emas Antam di Logam Mulia Terpantau Turun — 18 Januari 2024

Next Post

Manfaat Rebusan Jahe untuk Tubuh yang Lebih Sehat dan Bugar

Berita Terkait

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara
Nasional

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

by admin
April 1, 2026
0

Sebanyak 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Indonesia Timur dihentikan sementara operasionalnya...

Read more
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026
Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

March 11, 2026
Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

March 8, 2026
Next Post
Manfaat Rebusan Jahe untuk Tubuh yang Lebih Sehat dan Bugar

Manfaat Rebusan Jahe untuk Tubuh yang Lebih Sehat dan Bugar

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.