• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

March 3, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Mengirim pesan saat sedang marah sering berujung penyesalan. Karena itu, para ahli kesehatan mental menyarankan seseorang tidak langsung membalas pesan atau menulis chat ketika emosi sedang memuncak. Memberi jeda waktu sekitar 30 menit dinilai menjadi cara efektif untuk mencegah konflik semakin besar.

Psikiater menjelaskan bahwa saat seseorang marah, bagian otak yang mengatur respons emosional bekerja lebih dominan dibandingkan pusat logika. Kondisi ini membuat seseorang cenderung bereaksi impulsif, memilih kata-kata kasar, atau menyampaikan pesan yang sebenarnya tidak sepenuhnya mencerminkan pikiran rasionalnya.

You might also like

Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

March 22, 2026
Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

March 16, 2026

Menurut para ahli, jeda waktu sekitar setengah jam memberi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk kembali stabil. Dalam periode tersebut, detak jantung dan hormon stres perlahan menurun sehingga kemampuan berpikir jernih kembali aktif. Akibatnya, pesan yang disampaikan menjadi lebih terukur dan tidak memperburuk situasi.

Kebiasaan langsung membalas pesan ketika emosi tinggi juga kerap memicu salah tafsir dalam komunikasi digital. Tanpa ekspresi wajah maupun nada suara, pesan teks mudah disalahartikan sehingga konflik kecil bisa berkembang menjadi pertengkaran panjang.

Psikolog komunikasi menilai kemarahan yang diluapkan secara spontan justru sering merusak pesan utama yang ingin disampaikan. Saat emosi mengambil alih, fokus komunikasi berubah dari penyelesaian masalah menjadi pelampiasan perasaan sesaat.

Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana selama masa jeda tersebut, seperti menarik napas dalam, berjalan sejenak, minum air, atau mengalihkan perhatian pada aktivitas ringan. Tujuannya bukan menghindari masalah, melainkan memastikan respons yang diberikan lebih bijak dan konstruktif.

Selain itu, komunikasi sebaiknya dilakukan setelah kondisi emosional membaik. Berbicara saat pikiran tenang memungkinkan seseorang memilih kata yang tepat serta memahami sudut pandang lawan bicara, sehingga peluang konflik mereda menjadi lebih besar.

Psikiater menegaskan bahwa mengendalikan respons emosional merupakan keterampilan yang dapat dilatih. Kebiasaan menunda reaksi sesaat sebelum mengirim pesan dinilai menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam menjaga hubungan personal maupun profesional di era komunikasi digital yang serba cepat.

Dengan memberi waktu bagi emosi untuk mereda, seseorang tidak hanya menghindari penyesalan akibat pesan impulsif, tetapi juga membangun pola komunikasi yang lebih sehat dan dewasa.

Previous Post

HP China Bergaya iPhone 17 Pro Max Makin Ramai di Pasar, Desain Premium Kini Tak Harus Mahal

Next Post

BRK Syariah Dinilai Hadirkan Ramadan Edukatif bagi Masyarakat Karimun

Berita Terkait

Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar
Lifestyle

Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

by admin
March 22, 2026
0

Makeup bisa menjadi alat ampuh untuk meningkatkan penampilan sehari-hari. Namun, jika diaplikasikan dengan kurang tepat, makeup justru bisa membuat wajah...

Read more
Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

March 16, 2026
Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

March 14, 2026
Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

March 13, 2026
Next Post
BRK Syariah Dinilai Hadirkan Ramadan Edukatif bagi Masyarakat Karimun

BRK Syariah Dinilai Hadirkan Ramadan Edukatif bagi Masyarakat Karimun

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.