• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Drone Misterius Masuk Rumania, Jet Tempur Spanyol Dikerahkan hingga Menembak

AS Hancurkan 5 Kapal Tanker Iran di Selat Hormuz, Ketegangan Makin Memanas

September 9, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di kawasan Selat Hormuz. Militer Amerika Serikat menyatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran pada Selasa, 8 September 2026, setelah kapal perang AS dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal.

Serangan tersebut menjadi salah satu eskalasi terbaru dalam konflik yang telah mengganggu lalu lintas pelayaran di jalur strategis penghubung Teluk Persia dan Teluk Oman.

You might also like

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara

September 26, 2026
Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

September 23, 2026

Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan lima kapal tanker menjadi sasaran setelah Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melakukan serangan terhadap kapal perang Amerika. Washington menyebut tindakan tersebut sebagai respons terhadap ancaman terhadap pasukannya.

Menurut keterangan militer AS, serangan terhadap kapal tanker dilakukan setelah terjadi serangkaian konfrontasi dengan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Washington menyebut kapal-kapal tersebut berkaitan dengan kepentingan minyak Iran. Serangan ini menambah panjang daftar kapal yang terdampak konflik AS-Iran sejak ketegangan di kawasan tersebut meningkat.

Namun, rincian mengenai kondisi awak kapal dan kerusakan yang dialami masing-masing tanker tidak seluruhnya tersedia secara independen.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Tidak lama setelah serangan AS, Iran menyatakan melakukan aksi balasan terhadap sejumlah kapal di sekitar Selat Hormuz.

IRGC mengklaim telah menyerang 10 kapal, termasuk dua kapal yang disebut terkait dengan Amerika Serikat dan sejumlah kapal tanker minyak yang dinilai tidak mematuhi ketentuan Iran.

Laporan mengenai serangan balasan tersebut datang dari pihak Iran. Amerika Serikat membantah bahwa kapal perangnya terkena serangan seperti yang diklaim Teheran.

Perbedaan klaim antara kedua negara membuat sejumlah detail mengenai insiden di laut masih sulit diverifikasi secara independen.

Eskalasi militer tersebut terjadi ketika aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sudah mengalami penurunan tajam.

Data terbaru menunjukkan hanya empat kapal yang tercatat melintasi selat tersebut pada Selasa, jauh di bawah rata-rata sekitar 18 kapal per hari dalam periode 10 hari sebelumnya.

Beberapa kapal diduga memilih mematikan sistem pelacakan atau menggunakan rute tertentu untuk menghindari risiko keamanan.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia. Gangguan berkepanjangan di kawasan tersebut dapat berdampak pada pasokan energi dan biaya pengangkutan global.

Serangan terhadap kapal tanker menambah kekhawatiran mengenai keamanan perdagangan energi internasional.

Ketidakpastian di Selat Hormuz dapat meningkatkan risiko bagi perusahaan pelayaran, pemilik kapal, perusahaan asuransi, hingga negara-negara yang bergantung pada impor energi dari kawasan Teluk.

Sejumlah laporan menyebut harga minyak telah terdorong melewati US$100 per barel di tengah gangguan terhadap jalur perdagangan energi akibat konflik.

Dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara yang berada di sekitar Timur Tengah. Perubahan harga minyak global dapat berimbas pada biaya transportasi, industri, hingga harga berbagai komoditas di negara lain.

Washington menyatakan serangan terhadap kapal tanker dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal perang AS.

Sebaliknya, Iran menggambarkan serangkaian aksinya sebagai respons terhadap operasi militer Amerika dan tekanan terhadap pelayaran yang berkaitan dengan Iran.

Dengan kedua pihak terus menyampaikan versi masing-masing, perkembangan di Selat Hormuz masih menjadi situasi yang bergerak cepat.

Yang jelas, serangan terhadap kapal tanker memperlihatkan bahwa konflik AS-Iran telah semakin berdampak terhadap jalur perdagangan laut internasional.

Selat Hormuz memiliki posisi strategis karena menjadi pintu keluar masuk kapal yang mengangkut energi dari kawasan Teluk.

Setiap gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia. Karena itu, meningkatnya serangan terhadap kapal di sekitar selat menjadi perhatian pemerintah dan pelaku industri pelayaran di berbagai negara.

Hingga kini, ketegangan masih berlangsung dan aktivitas kapal di Selat Hormuz belum kembali ke tingkat normal.

Jika eskalasi berlanjut, perhatian dunia akan tertuju pada dua hal utama: keselamatan pelayaran internasional dan dampaknya terhadap pasokan serta harga energi global.

Previous Post

Jelang Asian Games 2026, Perjalanan Kontingen Indonesia Terkendala Penutupan Bandara dan Banjir

Next Post

Hadiri Pembukaan SNA XXIX, BRK Syariah Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan dan Dunia Akuntansi

Berita Terkait

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara
Internasional

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara

September 26, 2026

Serangan drone Israel kembali dilaporkan terjadi di Jalur Gaza pada Jumat, 25 September 2026. Satu warga Palestina tewas dan sejumlah...

Read more
Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

September 23, 2026
Selat Hormuz Bisa Dibuka 7 Hari Lagi, Iran Ajukan Syarat Berat ke AS

Selat Hormuz Bisa Dibuka 7 Hari Lagi, Iran Ajukan Syarat Berat ke AS

September 22, 2026
Warren Buffett Jadi Chairman Emeritus, Putranya Pimpin Dewan Berkshire Hathaway

Warren Buffett Jadi Chairman Emeritus, Putranya Pimpin Dewan Berkshire Hathaway

September 19, 2026
Next Post
Hadiri Pembukaan SNA XXIX, BRK Syariah Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan dan Dunia Akuntansi

Hadiri Pembukaan SNA XXIX, BRK Syariah Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan dan Dunia Akuntansi

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.