• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gelombang Panas Menghantam Asia: Ancaman Nyata Perubahan Iklim

Gelombang Panas Menghantam Asia: Ancaman Nyata Perubahan Iklim

May 1, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Gelombang panas yang melanda wilayah Asia telah menarik perhatian dunia, dengan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memberikan peringatan keras tentang peningkatan cuaca ekstrem di kawasan ini. Menurut laporan terbaru WMO pada 2023, Asia menjadi wilayah yang paling terdampak bencana akibat cuaca ekstrem dan perubahan iklim.

Pemanasan global mempercepat tren pemanasan di Asia, yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata global sejak periode 1961-1990. “Laporan ini menyedihkan. Banyak negara mengalami tahun terpanas pada 2023, dengan kondisi ekstrem seperti kekeringan, banjir, dan badai,” kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo.

You might also like

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026
Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

September 27, 2026

Filipina dan Asia Tenggara menjadi sasaran utama gelombang panas. Di Filipina, ribuan sekolah menangguhkan kelas tatap muka karena separuh provinsi mengalami kekeringan. Thailand melaporkan 30 kematian akibat panas, sementara suhu di Bangkok mencapai 40,1 derajat Celsius.

Bangladesh dilanda serangan panas yang memengaruhi 33 juta anak-anak, sementara India, yang menghadapi pemilu besar-besaran, juga merasakan dampaknya. Gelombang panas yang menghantam India pada April dan Juni sebelumnya menyebabkan 110 kematian.

Para ahli menghubungkan gelombang panas ini dengan perubahan iklim yang dipicu oleh aktivitas manusia, terutama penggunaan berlebihan bahan bakar fosil seperti BBM dan batu bara. Kerusakan lingkungan menjadi katalisator bagi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Dalam menghadapi tantangan ini, mitigasi dan adaptasi menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak buruk perubahan iklim. Kesadaran akan pentingnya keberlanjutan energi dan tindakan konkret untuk mengurangi emisi karbon menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan manusia di masa depan.

 

sumber : CNN Indonesia

Previous Post

Ini 7 Alamat Kejari yang Ada di Provinsi Banten

Next Post

Bagaimana Kunyit Ampuh untuk Kanker? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Berita Terkait

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari
Teknologi

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026

Amazfit T-Rex 3 Pro merupakan smartwatch tangguh kelas atas dari Amazfit, dibuat dengan material premium seperti bezel titanium grade 5...

Read more
Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

September 27, 2026
Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Pemerintah Australia, Pemerintah Bentuk Satgas Investigasi

Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Pemerintah Australia, Pemerintah Bentuk Satgas Investigasi

September 26, 2026
Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa hingga Sumatra, Pakar Ungkap Mengapa Tak Merusak

Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa hingga Sumatra, Pakar Ungkap Mengapa Tak Merusak

September 12, 2026
Next Post
Bagaimana Kunyit Ampuh untuk Kanker? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Bagaimana Kunyit Ampuh untuk Kanker? Ini Penjelasan Ilmiahnya

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.