• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Lonjakan Kasus DBD Tiga Kali Lipat, Kemenkes: Fasyankes Belum Kewalahan

Lonjakan Kasus DBD Tiga Kali Lipat, Kemenkes: Fasyankes Belum Kewalahan

May 4, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan belum ada fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang kewalahan menangani pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) meskipun kasusnya meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya akibat perubahan iklim.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes, Imran Pambudi, mengonfirmasi bahwa meskipun terjadi peningkatan kasus dan pasien yang dirawat di rumah sakit di beberapa daerah, belum ada laporan tentang kesulitan dalam pelayanan.

You might also like

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

April 1, 2026
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026

Pengelola fasyankes telah mengambil langkah-langkah mitigasi sesuai dengan surat edaran yang telah disampaikan kepada dinas kesehatan dan rumah sakit di seluruh Indonesia pada Januari dan April 2024.

Surat edaran tersebut menyatakan bahwa lonjakan kasus DBD terkait dengan perubahan iklim yang memengaruhi perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.

Hingga pekan ke-17 tahun 2024, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes mencatat 88.593 kasus DBD dan 621 kematian di berbagai daerah, meningkat lebih dari tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Kasus DBD dilaporkan dari 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, dengan jumlah kematian terjadi di 174 kabupaten/kota di 28 provinsi.

Kota Bandung, Tangerang, Kota Bogor, Kota Kendari, dan Bandung Barat merupakan lima daerah dengan kasus tertinggi, sedangkan kasus kematian terbanyak dilaporkan dari Kabupaten Bandung, Jepara, Kota Bekasi, Subang, dan Kendal.

Total suspek DBD yang dilaporkan mencapai 262.463 kasus berdasarkan laporan dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

 

 

sumber : antara

Previous Post

5 Buah Berikut Ini Bisa Dijadikan Masker Alami untuk Mencerahkan Wajah

Next Post

Berulang kali Terjerat Kasus Narkoba, Artis Rio Reifan Tidak Bisa Rehabilitasi

Berita Terkait

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara
Nasional

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

by admin
April 1, 2026
0

Sebanyak 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Indonesia Timur dihentikan sementara operasionalnya...

Read more
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026
Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

March 11, 2026
Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

March 8, 2026
Next Post
Berulang kali Terjerat Kasus Narkoba, Artis Rio Reifan Tidak Bisa Rehabilitasi

Berulang kali Terjerat Kasus Narkoba, Artis Rio Reifan Tidak Bisa Rehabilitasi

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.