• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kenaikan PPN 12% Dinilai Berpotensi Memicu Efek Domino pada Ekonomi, Sektor Usaha Makin Dilematis

Kenaikan PPN 12% Dinilai Berpotensi Memicu Efek Domino pada Ekonomi, Sektor Usaha Makin Dilematis

November 22, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% dinilai berpotensi menimbulkan efek domino terhadap perekonomian nasional. Kebijakan ini dinilai tidak tepat, mengingat situasi ekonomi nasional dan global saat ini masih menghadapi tantangan berat.

Wakil Sekretaris DPP APINDO Riau, M. Herwan, menyatakan bahwa kenaikan tarif PPN akan menempatkan dunia usaha dalam situasi dilematis.

You might also like

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik

August 10, 2026
BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

August 7, 2026

“Dengan meningkatnya biaya produksi, harga barang harus dinaikkan. Namun, konsekuensinya akan memengaruhi daya beli masyarakat, yang pada akhirnya menurunkan permintaan dan penjualan barang serta jasa,” katanya di Pekanbaru, Kamis, 21 November 2024.

Kenaikan tarif PPN dipastikan berdampak langsung pada harga barang dan jasa, baik bahan baku industri maupun bahan pendukungnya. Akibatnya, biaya produksi juga akan mengalami lonjakan yang signifikan.

Selain itu, kenaikan harga barang dan jasa akibat peningkatan biaya produksi dan distribusi diperkirakan akan memicu tekanan inflasi. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Herwan menambahkan, dunia usaha harus menghadapi risiko kehilangan daya saing, terutama bagi sektor-sektor yang sangat bergantung pada bahan baku impor.

“Ketika harga produk lokal melonjak, konsumen mungkin beralih ke barang impor yang lebih murah, sehingga industri domestik semakin tertekan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, tekanan inflasi yang diakibatkan kenaikan tarif PPN juga dapat memperburuk kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan daya beli yang semakin menurun, kelompok ini akan semakin sulit memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah diminta untuk mempertimbangkan kembali rencana kenaikan tarif PPN. Pelaku usaha berharap ada kebijakan fiskal yang lebih bijaksana untuk mendorong pemulihan ekonomi tanpa membebani dunia usaha dan masyarakat.

Kenaikan PPN menjadi tantangan besar bagi semua pihak. Jika kebijakan ini tetap dilaksanakan tanpa mitigasi yang memadai, perekonomian nasional berisiko menghadapi tekanan yang lebih berat di tengah upaya pemulihan pasca-pandemi.***

Previous Post

Waspada Ancaman Bencana Hidrometeorologi, 2025 Potensi Bencana Terjadi Sepanjang Tahun

Next Post

Harga 1 Gram Emas Antam di Pekanbaru Naik hingga Rp12 Ribu, Harga Buyback-nya Naik Lebih Tinggi

Berita Terkait

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik
Finance

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik

by admin
August 10, 2026
0

PADANG – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas peran di Kota Padang, Sumatera Barat. Tidak hanya mengandalkan bisnis pembiayaan...

Read more
BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

August 7, 2026
Bukan Cuma Soal Rumah, BTN Bangun Experience Lewat Fashion & Lifestyle

Bukan Cuma Soal Rumah, BTN Bangun Experience Lewat Fashion & Lifestyle

August 2, 2026
BTN Raih Dua Penghargaan ASEAN Risk Awards 2026, Bukti Transformasi Manajemen Risiko Berstandar Internasional Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan

BTN Raih Dua Penghargaan ASEAN Risk Awards 2026, Bukti Transformasi Manajemen Risiko Berstandar Internasional Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan

July 20, 2026
Next Post
Harga 1 Gram Emas Antam di Pekanbaru Naik hingga Rp12 Ribu, Harga Buyback-nya Naik Lebih Tinggi

Harga 1 Gram Emas Antam di Pekanbaru Naik hingga Rp12 Ribu, Harga Buyback-nya Naik Lebih Tinggi

Please login to join discussion
BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.