• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Taipan Minyak Ok Lim Bangkrut, Terbelit Masalah Hukum dan Keuangan

Taipan Minyak Ok Lim Bangkrut, Terbelit Masalah Hukum dan Keuangan

December 30, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Lim Oon Kuin, atau yang dikenal sebagai Ok Lim, resmi dinyatakan bangkrut di Singapura setelah keruntuhan kerajaan perdagangan minyaknya, Hin Leong Trading Pte.

Lim dan dua anaknya, Lim Huey Ching serta Lim Chee Meng, menerima perintah pailit pada 19 Desember 2024, sebagaimana tercatat dalam laporan resmi pemerintah.

You might also like

Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Resmi Dimulai: Tantangan dan Harapan Baru Perdamaian Timur Tengah

Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Resmi Dimulai: Tantangan dan Harapan Baru Perdamaian Timur Tengah

January 15, 2026
Ketegangan di Arktik: Denmark Kirim Pasukan dan Peralatan Militer ke Greenland Menyusul Klaim Pengambilalihan oleh AS

Ketegangan di Arktik: Denmark Kirim Pasukan dan Peralatan Militer ke Greenland Menyusul Klaim Pengambilalihan oleh AS

January 14, 2026

Leow Quek Shiong dan Seah Roh Lin dari BDO Advisory Pte. Ltd. telah ditunjuk sebagai wali amanat untuk menangani proses kebangkrutan tersebut.

Hin Leong, yang pada masa kejayaannya mengelola perdagangan produk minyak, produksi pelumas, hingga terminal penyimpanan, runtuh pada 2020 saat harga minyak anjlok akibat pandemi Covid-19.

Perusahaan ini dituduh menyembunyikan kerugian lebih dari USD800 juta dan meninggalkan utang besar kepada lebih dari 20 bank.

Pada September lalu, Pengadilan Tinggi Singapura menyetujui perjanjian Lim untuk membayar USD3,59 miliar kepada likuidator perusahaan dan kreditor utama, HSBC Holdings Plc.

Meski begitu, dia menyatakan tidak memiliki cukup aset untuk melunasi seluruh kewajiban dan memilih mengajukan kebangkrutan.

Selain masalah keuangan, Lim juga menghadapi kasus hukum.

Pada November, ia dijatuhi hukuman penjara karena menipu HSBC dan menghasut pemalsuan dokumen.

Namun, Lim mengajukan banding sehingga pelaksanaan hukuman ditunda hingga sidang banding selesai.

Hingga saat ini, pengacara Lim di Davinder Singh Chambers LLC dan perwakilan dari BDO Advisory belum memberikan komentar terkait kasus ini.***

Sumber: Baloomberg Technoz

Previous Post

Connie Amankan Dokumen Penting Hasto, Rocky Gerung: Ini Akan Jadi Perang Politik yang Panjang

Next Post

Ini Manfaat dan Pantangan Konsumsi Pepaya untuk Kesehatan

Berita Terkait

Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Resmi Dimulai: Tantangan dan Harapan Baru Perdamaian Timur Tengah
Internasional

Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza Resmi Dimulai: Tantangan dan Harapan Baru Perdamaian Timur Tengah

by admin
January 15, 2026
0

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza resmi memasuki fase kedua, langkah penting dalam upaya mengakhiri konflik...

Read more
Ketegangan di Arktik: Denmark Kirim Pasukan dan Peralatan Militer ke Greenland Menyusul Klaim Pengambilalihan oleh AS

Ketegangan di Arktik: Denmark Kirim Pasukan dan Peralatan Militer ke Greenland Menyusul Klaim Pengambilalihan oleh AS

January 14, 2026

Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Israel di Gaza Kembali Telan Korban Jiwa

January 12, 2026

Isu Brain Drain Kembali Mengemuka, Warga Malaysia Ramai-ramai ke Singapura

January 10, 2026
Next Post
Ini Manfaat dan Pantangan Konsumsi Pepaya untuk Kesehatan

Ini Manfaat dan Pantangan Konsumsi Pepaya untuk Kesehatan

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.