• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Indonesia Berpotensi Kehilangan Uang Beredar hingga Rp 324 Triliun Karena Belanja Barang Luar Negeri

Indonesia Berpotensi Kehilangan Uang Beredar hingga Rp 324 Triliun Karena Belanja Barang Luar Negeri

January 18, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini, Indonesia berpotensi kehilangan uang beredar hingga Rp 324 triliun jika 10 juta warga memilih berbelanja di luar negeri. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Jumat, 17 Januari 2025, di Jakarta.

Airlangga menjelaskan, potensi kehilangan uang beredar tersebut dihitung berdasarkan rata-rata pengeluaran setiap orang Indonesia yang berbelanja di luar negeri, yaitu sekitar 2.000 dolar AS.

You might also like

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

April 1, 2026
Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

April 1, 2026

Faktor utama yang mendorong masyarakat berbelanja di luar negeri adalah harga barang yang lebih kompetitif dibandingkan di dalam negeri.

“Barang yang dijual di Indonesia dikenakan bea masuk sebesar 25%, ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ini membuat harga barang di Indonesia lebih mahal,” ujar Airlangga.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga perputaran uang tetap berlangsung di dalam negeri, dengan menawarkan kebijakan yang mampu menekan selisih harga barang antara dalam dan luar negeri. Hal ini dinilai penting agar belanja masyarakat lebih berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi domestik.

Konsumsi masyarakat merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, turunnya daya beli masyarakat menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Jika tren belanja di luar negeri terus meningkat, dampaknya bisa melemahkan kontribusi konsumsi terhadap ekonomi domestik.

Menurut data Bank Indonesia (BI), perputaran uang di dalam negeri sepanjang 2024 mencapai Rp 1.064 triliun, meningkat 9,6% dibandingkan tahun 2023. Perputaran uang ini terjadi baik dalam bentuk tunai maupun transaksi non-tunai seiring meningkatnya adopsi cashless society.***

Previous Post

Naik Tajam, Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini — 18 Januari 2025

Next Post

Harga Emas Antam di Logam Mulia Terpantau Turun — 18 Januari 2024

Berita Terkait

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan
Finance

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

by admin
April 1, 2026
0

Suasana berbeda terasa di halaman Kantor Pusat BRK Syariah, Pekanbaru, Rabu pagi (1/4/2026). Dalam balutan busana Melayu lengkap yang dikenakan...

Read more
Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

Plt Dirut BRK Syariah: Seluruh Rangkaian RUPSLB Berjalan Tertib

April 1, 2026
Cara Jitu Agar BRK Syariah Semakin Sehat

Cara Jitu Agar BRK Syariah Semakin Sehat

April 1, 2026
Harga Emas Terkoreksi Usai Aksi Ambil Untung dan Redanya Ketegangan Geopolitik

Update Harga Emas Pegadaian 26 Maret 2026

March 26, 2026
Next Post
Harga Emas Antam di Logam Mulia Terpantau Turun — 18 Januari 2024

Harga Emas Antam di Logam Mulia Terpantau Turun — 18 Januari 2024

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.