• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Anggaran Pembangunan IKN Diblokir, Kementerian PU Pilih Bangun Proyek Ini di Solo

Anggaran Pembangunan IKN Diblokir, Kementerian PU Pilih Bangun Proyek Ini di Solo

February 7, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa anggaran untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sempat mengalami pemblokiran oleh Kementerian Keuangan. Kondisi ini menyebabkan sejumlah proyek di awal tahun 2025 tertunda pelaksanaannya.

Namun, di tengah kabar tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum tetap melanjutkan rencana pembangunan kolam retensi atau embung di kawasan Simpang Joglo, Solo, tepatnya di depan Kampus Universitas Slamet Riyadi (Unisri).

You might also like

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

April 1, 2026
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026

Fungsi dan Manfaat Embung di Simpang Joglo

Pembangunan embung ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir yang sering terjadi di kawasan sekitar Simpang Joglo. Kolam retensi ini akan berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air hujan sebelum dialirkan ke sistem drainase.

Dalam tinjauan lapangan pada Jumat (7/2/2025), Menteri PU Dody Hanggodo meninjau lokasi lahan yang akan dijadikan embung. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini menjadi langkah penting dalam mengatasi masalah banjir di kawasan tersebut.

“Akan dibangun embung, dan kami sedang mengecek lokasi. Harapannya, jika embung ini selesai, Insya Allah kawasan ini tidak akan lagi mengalami banjir,” ujarnya.

Selain membangun embung, pemerintah juga akan mengoptimalkan sistem drainase di sekitar Simpang Joglo agar lebih efektif dalam mengalirkan air menuju embung.

Tantangan dan Rencana Pembangunan Embung

Untuk sementara, pemerintah mengandalkan pompa-pompa air guna mengurangi genangan saat hujan deras. Namun, menurut Dody, penyelesaian banjir di Simpang Joglo tidak hanya bergantung pada embung, tetapi juga membutuhkan langkah lebih besar seperti normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase.

“Masalah banjir ini bukan hanya satu faktor, ada juga permasalahan di hilir yang harus diselesaikan. Sungai harus dinormalisasi, drainase diperbaiki. Ini adalah proyek besar yang harus kami selesaikan sebelum diajukan kepada Presiden untuk diresmikan. Kami tidak ingin ketika diresmikan, justru kawasan ini masih banjir,” ungkapnya.

Pembangunan embung ini memanfaatkan lahan milik TNI Angkatan Darat (AD), yang saat ini sudah mendapatkan izin. Namun, pemerintah masih menunggu keputusan akhir terkait skema pemanfaatan lahan dari Kodam IV Diponegoro.

“Kami sedang menunggu keputusan dari Kodam IV mengenai bagaimana lahan ini bisa dimanfaatkan. Jika mereka mengizinkan, kami bisa memberikan lahan pengganti di tempat lain. Yang kami butuhkan adalah bagian bawah tanah untuk digali menjadi kolam retensi, sementara bagian atasnya bisa digunakan untuk keperluan lain,” jelasnya.

Embung Jadi Solusi Jangka Panjang untuk Underpass Simpang Joglo

Dody menekankan bahwa embung ini akan menjadi infrastruktur penunjang utama untuk kawasan Simpang Joglo, terutama untuk mengatasi banjir di underpass yang sering tergenang saat hujan deras.

“Tanpa embung ini, underpass akan sulit terbebas dari banjir, terutama saat hujan deras seperti sekarang. Pompa-pompa air hanya menjadi solusi sementara,” tandasnya.

Dengan pembangunan embung ini, diharapkan kawasan Simpang Joglo bisa terbebas dari masalah banjir dan meningkatkan kelancaran lalu lintas di wilayah tersebut. Pemerintah kini tengah menunggu keputusan final terkait eksekusi proyek sebelum memulai konstruksi di lapangan.

Previous Post

10 Orang Tewas, Penembakan Massal di Sekolah Swedia

Next Post

Tristan da Cunha: Pulau Paling Terpencil di Dunia dengan Keindahan Alam yang Menakjubkan

Berita Terkait

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara
Nasional

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

by admin
April 1, 2026
0

Sebanyak 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Indonesia Timur dihentikan sementara operasionalnya...

Read more
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026
Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

March 11, 2026
Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

March 8, 2026
Next Post
Tristan da Cunha: Pulau Paling Terpencil di Dunia dengan Keindahan Alam yang Menakjubkan

Tristan da Cunha: Pulau Paling Terpencil di Dunia dengan Keindahan Alam yang Menakjubkan

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.