• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kemenkeu Efisiensi hingga Rp8,9 Triliun, Ini Kata Sri Mulyani

Kemenkeu Efisiensi hingga Rp8,9 Triliun, Ini Kata Sri Mulyani

February 13, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Sejumlah anggota Komisi XI DPR mendukung langkah efisiensi anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp8,99 triliun. Langkah ini dinilai akan meningkatkan produktivitas kementerian yang dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati tersebut.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Fathi, menyatakan bahwa efisiensi anggaran ini akan mendorong budaya kerja yang lebih efektif dan efisien.

You might also like

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

April 1, 2026
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026

“Kami menyetujui efisiensi anggaran ini karena dapat mendorong budaya baru dalam dunia kerja yang lebih efektif dan efisien,” ujar Fathi dalam rapat kerja antara Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2025.

Dia menyebut, Fraksi Demokrat berharap efisiensi ini dapat meningkatkan kinerja kementerian dalam mengelola keuangan negara tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

Selain itu, efisiensi anggaran diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penggunaan dana serta memperkuat transparansi dalam pengelolaan keuangan negara. “Efisiensi ini harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan tidak menghambat program prioritas,” tegasnya.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Andi Yuliani Paris, menyebut budaya efisiensi anggaran harus tetap berlanjut pada tahun mendatang, meskipun tidak ada instruksi langsung dari kepala negara dan pemerintah.

“Tahun ini adalah masa di mana kita berupaya mengubah budaya organisasi birokrasi itu sendiri. Ini menjadi simulasi, dan mudah-mudahan pada 2026 nanti, efisiensi dapat lebih optimal dengan tetap menjaga kualitas layanan publik,” kata Yuliani.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan bahwa pemotongan anggaran sebesar Rp8,99 triliun itu setara dengan 17% dari pagu awal Kementerian Keuangan pada 2025 yang berjumlah Rp53,19 triliun. Dengan demikian, setelah efisiensi, anggaran kementerian kini tersisa Rp44,2 triliun.

Menurut Sri Mulyani, penghematan anggaran terutama dilakukan pada lima program utama, yaitu; Program Dukungan Manajemen (Dukman) mengalami pemotongan terbesar, yakni Rp8,05 triliun dari total anggaran awal Rp50,46 triliun. Dengan demikian, alokasi setelah efisiensi untuk program ini menjadi Rp42,41 triliun.

Selain itu, pemotongan anggaran juga terjadi di Program Kebijakan Fiskal. Angkanya berkurang sebesar Rp47,35 miliar, sehingga menyisakan anggaran Rp11,84 miliar; lalu, Program Pengelolaan Penerimaan Negara – mengalami pemangkasan Rp716 miliar, sehingga tersisa Rp1,67 triliun; Program Pengelolaan Belanja Negara – mengalami pengurangan signifikan dari Rp45,45 miliar menjadi hanya Rp8,27 miliar dan Program Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara, dan Risiko – turun sebesar Rp137,78 miliar, sehingga tersisa Rp100,35 miliar.***

Sumber: Bisnis.com
Previous Post

Chevron Bakal PHK 20% Karyawannya Karena Efisiensi Anggaran

Next Post

Harga Emas Pegadaian 14 Februari 2025: Antam, UBS & Galeri24 Kompak Naik

Berita Terkait

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara
Nasional

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

by admin
April 1, 2026
0

Sebanyak 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Indonesia Timur dihentikan sementara operasionalnya...

Read more
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026
Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

March 11, 2026
Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

March 8, 2026
Next Post
Harga Emas Pegadaian 14 Februari 2025: Antam, UBS & Galeri24 Kompak Naik

Harga Emas Pegadaian 14 Februari 2025: Antam, UBS & Galeri24 Kompak Naik

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.