• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Baru untuk Percepat Pengiriman Tanah Jarang

Aktivitas pertambangan | Foto: Ilustrasi / No Glori's

AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Baru untuk Percepat Pengiriman Tanah Jarang

June 28, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Amerika Serikat dan Tiongkok (China) sepakat untuk mempercepat pengiriman tanah jarang ke AS. Kesepakatan ini bagian dari upaya meredakan ketegangan perang dagang yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Tanah jarang atau logam tanah jarang atau unsur logam langka adalah kumpulan 17 unsur kimia terutama 15 lantanida ditambah skandium dan itrium.

Kesepakatan ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat Gedung Putih pada Kamis, 26 Juni 2025, yang menyebut bahwa kedua negara menyetujui kerangka kerja tambahan untuk melaksanakan hasil pertemuan di Jenewa pada Mei lalu.

You might also like

Klaim Tujuan Tercapai, Trump Umumkan AS Akan Tinggalkan Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

Klaim Tujuan Tercapai, Trump Umumkan AS Akan Tinggalkan Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

April 2, 2026
Iron Dome Kebobolan! Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Dimona, 175 Orang Terluka

Iron Dome Kebobolan! Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Dimona, 175 Orang Terluka

March 24, 2026

Dalam pertemuan tersebut, Beijing menyatakan komitmennya untuk mencabut sejumlah kebijakan balasan non-tarif yang dikenakan sejak April 2025.

“Kesepahaman ini menyangkut percepatan ekspor tanah jarang ke Amerika Serikat,” ujar pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa perjanjian tersebut sudah dicapai pada awal pekan ini, dilansir dari The Guardian.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan bahwa AS menandatangani kesepakatan dengan Tiongkok, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut. Ia juga menyebut adanya potensi kesepakatan terpisah dengan India.

Tanah jarang merupakan unsur penting dalam berbagai industri strategis, termasuk otomotif, kedirgantaraan, semikonduktor, dan pertahanan. Sejak diberlakukannya tarif balasan oleh China, ekspor berbagai mineral dan magnet penting sempat tertunda, memicu gangguan pada rantai pasok global.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dalam pernyataannya kepada Bloomberg, mengatakan bahwa China akan kembali mengirimkan tanah jarang ke AS. “Begitu mereka kirim, kami akan mencabut tindakan pencegahan kami,” ujarnya.

Meski begitu, proses implementasi kesepakatan diperkirakan tidak mudah. Menurut sumber industri, China sangat berhati-hati dalam hal penggunaan ganda (dual use) tanah jarang, terutama untuk menghindari potensi penggunaannya dalam sektor militer AS.

Pemerintah China bahkan menerapkan prosedur pemeriksaan ketat terhadap pembeli dan memperlambat proses perizinan ekspor.

Sementara itu, pihak Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan tanggapan atas perkembangan ini.

Kesepakatan ini menjadi sinyal positif setelah berbulan-bulan ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia, namun jalan menuju kesepakatan dagang yang komprehensif diperkirakan masih panjang.

Sebagai bagian dari langkah-langkah transisi, Reuters sebelumnya melaporkan bahwa tiga produsen mobil utama AS telah diberikan lisensi ekspor sementara oleh pemerintah Tiongkok, untuk mengurangi dampak gangguan rantai pasok.

Pada pertengahan Juni, Trump juga mengungkap bahwa sebagai bagian dari pertukaran dagang, China bersedia mengirimkan magnet dan mineral tanah jarang, sementara AS akan melonggarkan pembatasan terhadap mahasiswa China yang belajar di universitas-universitas Amerika.***

— The Guardian

Previous Post

BRK Syariah Gelar Acara Eksklusif untuk Nasabah Prioritas di Dumai, Bahas Hipertensi dan Diabetes

Next Post

Buah Kecil Berkhasiat Besar, Ini Manfaat Ciplukan untuk Kesehatan

Berita Terkait

Klaim Tujuan Tercapai, Trump Umumkan AS Akan Tinggalkan Iran Tanpa Buka Selat Hormuz
Internasional

Klaim Tujuan Tercapai, Trump Umumkan AS Akan Tinggalkan Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

by admin
April 2, 2026
0

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pasukan AS akan meninggalkan Iran dalam "dua hingga tiga minggu," menandakan...

Read more
Iron Dome Kebobolan! Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Dimona, 175 Orang Terluka

Iron Dome Kebobolan! Rudal Iran Hantam Kawasan Nuklir Dimona, 175 Orang Terluka

March 24, 2026
Larangan Vape Diperketat, Singapura Amankan Ribuan Rokok Elektronik Ilegal

Larangan Vape Diperketat, Singapura Amankan Ribuan Rokok Elektronik Ilegal

March 15, 2026
Tragedi di Iran: 202 Anak dan 223 Perempuan Jadi Korban Serangan Udara

Tragedi di Iran: 202 Anak dan 223 Perempuan Jadi Korban Serangan Udara

March 15, 2026
Next Post
Buah Kecil Berkhasiat Besar, Ini Manfaat Ciplukan untuk Kesehatan

Buah Kecil Berkhasiat Besar, Ini Manfaat Ciplukan untuk Kesehatan

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.