• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kurs Hari Ini, Rupiah Melemah ke Rp16.223 per Dolar AS, Berikut Penjelasannya

Kurs Hari Ini, Rupiah Melemah ke Rp16.223 per Dolar AS, Berikut Penjelasannya

July 4, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Kurs hari ini atau nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 4 Juli 2025, di tengah sentimen global yang dipengaruhi pengesahan RUU pemangkasan pajak besar-besaran oleh Presiden AS Donald Trump.

Mengacu data Bloomberg pada pukul 09.16 WIB di pasar spot, rupiah tercatat melemah 28 poin atau 0,17% ke posisi Rp16.223 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau turun tipis sebesar 0,11 poin menjadi 97.

You might also like

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

October 5, 2026
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

October 4, 2026

Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar hari ini melanjutkan tren negatif yang sempat tercatat pada Rabu 2 Juli 2025, ketika rupiah melemah 47 poin (0,29%) ke level Rp16.247 per dolar AS.

Reuters dalam laporannya menyatakan bahwa penguatan dolar AS didorong oleh keberhasilan Presiden Trump meloloskan RUU pajak yang disebut sebagai “One, Big, Beautiful Bill”.

Undang-undang tersebut mencakup pemangkasan pajak besar-besaran dan peningkatan belanja pemerintah, yang diperkirakan menambah utang nasional hingga US$3,4 triliun, menjadikan total utang AS kini mencapai US$36,2 triliun.

Selain faktor fiskal, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang solid. Laporan nonfarm payrolls menunjukkan penambahan 147.000 lapangan kerja pada Juni, jauh melampaui proyeksi analis sebesar 110.000. Data ini memperkuat posisi dolar dan memperkecil kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat.

Analis senior di Capital.com, Kyle Rodda, mengatakan pasar saat ini fokus pada kekuatan sektor ketenagakerjaan AS dan potensi kesepakatan dagang baru, meskipun ada kekhawatiran mengenai keberlanjutan fiskal dan stabilitas pasar obligasi AS.

RUU pajak Trump yang disahkan oleh DPR AS—yang dikuasai Partai Republik—dinilai sebagai pemicu utama arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Selain itu, Trump juga dijadwalkan mengumumkan tarif dagang baru pada 9 Juli mendatang, yang ditujukan untuk negara-negara yang belum menjalin kesepakatan dagang dengan AS, termasuk Jepang.

Kondisi ini menambah tekanan bagi mata uang negara berkembang, terutama di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global.

Menurut FedWatch CME, setelah rilis data tenaga kerja, ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli naik signifikan dari 76,2% menjadi 95,3%. Konsensus pasar kini mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga pertama baru akan terjadi pada September atau bahkan lebih lambat.

Dengan demikian rupiah diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan jangka pendek, terutama jika sentimen global masih didominasi oleh kebijakan fiskal ekspansif AS dan ketidakpastian dagang.***

Previous Post

BTN Salurkan Bantuan Renovasi Rumah Ibadah Lewat Program TJSL

Next Post

Produksi Susu Global Berpotensi Turun hingga 10 Persen

Berita Terkait

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci
Finance

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi AAA(idn) BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci

October 5, 2026

JAKARTA - Fitch Ratings Indonesia kembali mempertahankan peringkat nasional jangka panjang PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada level...

Read more
BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

BTN Housingpreneur Dorong Desain Hunian Estetik yang Bernilai Bisnis

October 4, 2026
Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

Perluas Peran di Ekosistem Pangan ID FOOD, BTN Siap Gelontorkan Pembiayaan Rp3 Triliun

October 1, 2026
SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

SIAP Impact Forum 2026, BTN Dorong Kemandirian dan Kesiapan Generasi Muda

September 29, 2026
Next Post
Produksi Susu Global Berpotensi Turun hingga 10 Persen

Produksi Susu Global Berpotensi Turun hingga 10 Persen

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.