• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga Emas Hari Ini 19 Juli 2025, Antam Masih Pegang Kendali

Harga Emas Hari Ini 19 Juli 2025, Antam Masih Pegang Kendali

July 19, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga emas pegadaian hari ini, Sabtu, 19 Juli 2025, masih diungguli oleh produk Aneka Tambang (Antam/ANTM). Namun untuk cetakan Galeri24 dan UBS tetap menawarkan harga yang variatif.

Dilansir dari situs Sahabat Pegadaian untuk ukuran 1 gram, Galeri24 dijual seharga Rp1.906.000. Harga ini menjadi yang paling rendah dibandingkan dengan UBS yang menawarkan Rp1.927.000 dan Antam yang berada di posisi tertinggi dengan Rp2.001.000 per gram.

You might also like

Cuma Lewat HP, Bayar Zakat Jadi Lebih Mudah dengan ZISWaf BRK Syariah

Cuma Lewat HP, Bayar Zakat Jadi Lebih Mudah dengan ZISWaf BRK Syariah

January 13, 2026
“Kiriman Harapan ke Tanah Duka”, Bantuan BRK Syariah untuk Korban Bencana Sumatera

“Kiriman Harapan ke Tanah Duka”, Bantuan BRK Syariah untuk Korban Bencana Sumatera

December 12, 2025

Pada ukuran lebih besar seperti 5 gram, emas Galeri24 dibanderol Rp9.316.000, lebih murah dibandingkan UBS di harga Rp9.450.000, dan Antam yang mencapai Rp9.768.000. Untuk emas batangan 10 gram, harga di Galeri24 berada di angka Rp18.581.000, UBS menawarkan Rp18.800.000, sementara Antam mematok harga tertinggi di Rp19.479.000.

Meski harganya lebih tinggi, Antam cenderung lebih diminati karena tingkat kepercayaannya lebih tinggi. Di sisi lain, Galeri24 menjadi alternatif menarik berkat harga yang lebih kompetitif, apalagi bagi mereka yang membeli emas secara bertahap atau dalam jumlah kecil.

Bagi calon investor yang berminat melakukan transaksi jual beli emas di Pegadaian, harga beli hari ini tercatat di angka Rp18.740 per 0,01 gram. Sedangkan harga jual berada di posisi Rp17.820 per 0,01 gram.

Harga emas dunia mengalami pergerakan yang fluktuatif sepanjang pekan ini. Kondisi itu terdampak oleh minimnya sentimen positif serta penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga AS dan kondisi ekonomi global yang belum stabil terus menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan logam mulia.

Berdasarkan data dari Refinitiv, harga emas pada perdagangan terakhir Jumat, 18 Juli 2025 tercatat naik tipis sebesar 0,32% dan ditutup di level US$ 3.349,26 per troy ons.

Meski menguat secara harian, harga emas secara mingguan justru mengalami pelemahan 0,19% secara point-to-point, mencerminkan tekanan dari faktor eksternal yang terus berlangsung.

Salah satu penyebab utama terkoreksinya harga emas adalah penguatan dolar AS. Indeks dolar (DXY) memang sempat turun 0,25% di akhir pekan ke posisi 98,48, namun secara keseluruhan DXY naik 0,64% dalam sepekan.

Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS, sehingga menurunkan minat beli di pasar global.

“Ketidakpastian seputar utang AS dan potensi kebijakan tarif lanjutan bisa membuat emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik. Untuk saat ini, harga emas masih cukup kuat bertahan,” ungkap Suki Cooper, analis logam mulia dari Standard Chartered Bank, dikutip dari Reuters.

Arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga menjadi perhatian utama pasar. Meskipun Presiden AS Donald Trump telah menyatakan tidak akan mengganti Gubernur The Fed Jerome Powell, tekanan terhadap bank sentral AS untuk segera memangkas suku bunga terus berlanjut.

Namun, Gubernur The Fed Adriana Kugler menyatakan bahwa saat ini belum waktunya untuk pemangkasan suku bunga, mengingat dampak kebijakan tarif pemerintah masih menggelayuti laju ekonomi dan inflasi AS.

Pelaku pasar memprediksi The Fed akan menurunkan suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir 2025, masing-masing sebesar 25 basis poin (bps), dengan total pemangkasan 50 bps. Secara historis, suku bunga yang lebih rendah akan meningkatkan daya tarik emas, karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil namun menjadi lebih kompetitif dalam kondisi bunga rendah.

Meskipun tekanan dari dolar AS dan ketidakpastian kebijakan moneter terus berlangsung, emas masih menjadi instrumen yang diminati investor sebagai aset aman (safe haven). Pergerakan harga emas ke depan akan sangat dipengaruhi oleh keputusan The Fed dan kondisi geopolitik global.***

Previous Post

Sektor Otomotif Tetap Optimistis Meski Pasar Mobil Dalam Negeri Lagi Lesu

Next Post

Laporan Terbaru: Industri Berbahan Bakar Fosil Sumbangkan 389 Juta Ton Emisi Karbon

Berita Terkait

Cuma Lewat HP, Bayar Zakat Jadi Lebih Mudah dengan ZISWaf BRK Syariah
Finance

Cuma Lewat HP, Bayar Zakat Jadi Lebih Mudah dengan ZISWaf BRK Syariah

by admin
January 13, 2026
0

KEPULAUAN MERANTI— Perkembangan teknologi smartphone dalam satu dekade terakhir telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan layanan keuangan. Ponsel yang awalnya...

Read more
“Kiriman Harapan ke Tanah Duka”, Bantuan BRK Syariah untuk Korban Bencana Sumatera

“Kiriman Harapan ke Tanah Duka”, Bantuan BRK Syariah untuk Korban Bencana Sumatera

December 12, 2025
Harga Emas Antam Naik Rp15.000, Sentuh Rp2,43 Juta per Gram

Harga Emas Antam Naik Rp15.000, Sentuh Rp2,43 Juta per Gram

December 11, 2025
Harga Emas Pegadaian 5 Agustus 2025, Rata-rata Turun Tipis

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 8 Desember 2025

December 8, 2025
Next Post
Laporan Terbaru: Industri Berbahan Bakar Fosil Sumbangkan 389 Juta Ton Emisi Karbon

Laporan Terbaru: Industri Berbahan Bakar Fosil Sumbangkan 389 Juta Ton Emisi Karbon

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.