• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BGN Diminta Perketat Pengawasan Agar Kasus Keracunan di Makan Bergizi Gratis Tak Terulang

BGN Diminta Perketat Pengawasan Agar Kasus Keracunan di Makan Bergizi Gratis Tak Terulang

July 29, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Badan Gizi Nasional (BGN) diminta untuk memperketat pengawasan agar ke depan kasus keracunan massal di Program Makan Bergizi Gratis — seperti di Nusa Tenggara Timur — tidak terulang kembali.

Hal ini dipertegas oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 28 Juli 2025.

You might also like

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

April 1, 2026
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026

“Kita memperkirakan kejadian-kejadian seperti itu (keracunan) tidak terulang,” ujarnya.

Dasco menyebut, BGN kini telah memiliki sistem pengawasan yang lebih ketat terhadap Program Makan Bergizi Gratis pemerintah.

Dia mengklaim sistem yang baru melibatkan petugas khusus di lapangan untuk memantau kualitas makanan, distribusi, dan pembayaran MBG kepada pihak penyedia.

Sebelumnya, insiden keracunan massal terjadi di dua wilayah di NTT, yakni di Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Sebanyak 215 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program MBG.

Rinciannya, 140 siswa berasal dari SMPN 8 Kupang, sementara 75 lainnya berasal dari tiga sekolah di Sumba Barat Daya.

Para siswa mengalami berbagai gejala, mulai dari mual, muntah, diare, pusing, hingga gatal-gatal. Sebagian di antaranya bahkan harus mendapat perawatan medis di rumah sakit setempat.

Kasus ini mendapat sorotan luas, termasuk dari Komisi IX DPR RI yang mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kelalaian penyedia makanan dalam program MBG tersebut.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang ditargetkan menjangkau 20 juta penerima sebelum 17 Agustus 2025.

Namun, insiden seperti ini dinilai dapat mengganggu pencapaian target serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.***

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 28 Juli 2025, Simak Rincian Selengkapnya

Next Post

3 Orang Tewas dalam Insiden Kereta Tergelincir di Jerman Barat

Berita Terkait

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara
Nasional

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

by admin
April 1, 2026
0

Sebanyak 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Indonesia Timur dihentikan sementara operasionalnya...

Read more
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026
Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

March 11, 2026
Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

March 8, 2026
Next Post
3 Orang Tewas dalam Insiden Kereta Tergelincir di Jerman Barat

3 Orang Tewas dalam Insiden Kereta Tergelincir di Jerman Barat

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.