• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Netflix Hadapi Persaingan Ketat dengan “Netflix-nya China”

August 18, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Netflix tengah menghadapi tantangan besar di pasar Asia, terutama dari layanan streaming asal Tiongkok seperti iQiyi dan Tencent Video. Kedua platform ini kerap disebut sebagai “Netflix-nya China” karena memiliki konten lokal yang kuat serta strategi harga yang lebih terjangkau.

Dengan basis pengguna besar di dalam negeri, iQiyi dan Tencent semakin agresif memperluas pasar ke Asia Tenggara. Mereka menawarkan serial original, film lokal, hingga paket langganan murah yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat regional. Langkah ini dinilai berpotensi menggerus dominasi Netflix di kawasan yang selama ini menjadi salah satu pasar pertumbuhan terbesar.

You might also like

Canva Magic: Cara Baru Membuat Video Lebih Cepat, Kreatif, dan Profesional

December 3, 2025
Tips Membuat Website Melalui AI agar Lebih Cepat, Praktis, dan Profesional

Tips Membuat Website Melalui AI agar Lebih Cepat, Praktis, dan Profesional

December 2, 2025

Netflix sendiri masih bertumpu pada katalog global dan produksi original seperti drama Korea serta film Hollywood untuk mempertahankan pelanggan. Meski strategi ini cukup efektif, persaingan dengan platform yang mengedepankan konten lokal diperkirakan akan semakin ketat di tahun-tahun mendatang.

Pengamat menilai bahwa perbedaan strategi antara Netflix dan pesaing asal Tiongkok bisa menjadi faktor penting dalam menentukan peta persaingan. iQiyi dan Tencent mengedepankan pendekatan kultural dengan menghadirkan konten lokal yang dekat dengan penonton, sementara Netflix lebih banyak mengandalkan daya tarik global.

Selain itu, faktor harga juga memainkan peran besar dalam keputusan pelanggan. Dengan menawarkan paket berlangganan murah, iQiyi dan Tencent mampu menarik konsumen dari kelas menengah ke bawah di Asia Tenggara, yang merupakan segmen pasar terbesar.

Untuk tetap kompetitif, Netflix dinilai perlu memperkuat produksi konten lokal di negara-negara Asia serta menyesuaikan strategi harga dengan daya beli masyarakat. Tanpa langkah adaptasi, perusahaan asal Amerika Serikat ini berisiko kehilangan pangsa pasar yang signifikan.

Persaingan ketat di industri streaming Asia diperkirakan akan terus meningkat. Ke depan, kualitas konten lokal dan fleksibilitas harga menjadi kunci utama bagi platform mana pun yang ingin menguasai pasar dengan jumlah penonton yang sangat besar ini.***

Previous Post

Cahaya HP Bisa Ganggu Tidur Anak, Ini Saran Ahli Kesehatan

Next Post

Sejarah Perayaan Ulang Tahun Negara

Berita Terkait

Teknologi

Canva Magic: Cara Baru Membuat Video Lebih Cepat, Kreatif, dan Profesional

by admin
December 3, 2025
0

Canva terus menjadi salah satu platform desain favorit, bukan hanya karena tampilannya yang sederhana, tetapi juga karena inovasi fitur berbasis...

Read more
Tips Membuat Website Melalui AI agar Lebih Cepat, Praktis, dan Profesional

Tips Membuat Website Melalui AI agar Lebih Cepat, Praktis, dan Profesional

December 2, 2025

Cara Membuat Baterai Laptop Lebih Tahan Lama: Tips Praktis yang Sering Terlupakan

December 1, 2025
Cara Merawat Mesin Cuci Top Loading yang Jarang Diketahui

Cara Merawat Mesin Cuci Top Loading yang Jarang Diketahui

November 27, 2025
Next Post
Sejarah Perayaan Ulang Tahun Negara

Sejarah Perayaan Ulang Tahun Negara

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.