• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Internet Langsung dari Satelit: Inovasi Starlink dan Samsung Ubah Masa Depan 6G

November 3, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Dua raksasa teknologi dunia, Starlink dan Samsung, tengah bersiap membawa dunia menuju babak baru konektivitas global. Keduanya dikabarkan berkolaborasi mengembangkan teknologi internet langsung dari satelit ke perangkat, tanpa memerlukan menara seluler konvensional seperti yang digunakan jaringan 4G dan 5G saat ini.

Langkah ambisius ini disebut sebagai bagian dari persiapan menuju era jaringan 6G, di mana koneksi internet tidak lagi bergantung pada infrastruktur di darat, melainkan langsung dikirimkan dari orbit.

You might also like

Mitos atau Fakta? Main HP Saat Dicas Bisa Bikin Ponsel Cepat Rusak

Mitos atau Fakta? Main HP Saat Dicas Bisa Bikin Ponsel Cepat Rusak

July 11, 2026
Netflix Mulai Ditinggalkan Penonton, Era Marathon Series Disebut Mulai Berakhir

Netflix Mulai Ditinggalkan Penonton, Era Marathon Series Disebut Mulai Berakhir

July 8, 2026

Kolaborasi Starlink dan Samsung

Dalam proyek ini, Starlink — perusahaan layanan internet satelit milik Elon Musk — menggandeng Samsung untuk merancang modem cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI). Modem tersebut akan memiliki kemampuan prediksi jalur satelit dan optimasi sinyal secara real-time, sehingga memungkinkan perangkat seperti ponsel terhubung langsung ke satelit tanpa harus melalui base transceiver station (BTS) di darat.

Samsung dikabarkan tengah mengembangkan chip modem yang dilengkapi Neural Processing Unit (NPU), teknologi yang berfungsi untuk mengelola koneksi dinamis antara perangkat dan satelit yang terus bergerak di orbit rendah Bumi (LEO). Dengan sistem ini, ponsel bisa mendapatkan sinyal kuat dan stabil di mana pun berada — bahkan di daerah terpencil tanpa jaringan darat.

Menuju Internet Tanpa Menara Seluler

Starlink sebelumnya telah meluncurkan proyek Direct-to-Cell, di mana satelitnya berfungsi seperti menara seluler di angkasa. Teknologi ini memungkinkan pengguna ponsel menerima sinyal langsung dari satelit tanpa perlu perangkat tambahan.

Kerja sama dengan Samsung akan menyempurnakan proyek tersebut dengan kemampuan AI yang lebih efisien, menjadikannya langkah awal menuju jaringan 6G non-terestrial. Teknologi ini diharapkan bisa menghapus batas geografis dan memberikan akses internet ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Potensi Dampak Global

Jika kolaborasi ini berhasil, dunia akan menyaksikan transformasi besar dalam infrastruktur telekomunikasi. Tidak lagi diperlukan ribuan menara pemancar di setiap kota, karena konektivitas akan dikirim langsung dari orbit. Hal ini bisa mengurangi biaya pembangunan jaringan, memperluas akses internet, dan mempercepat pemerataan koneksi global.

Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, teknologi ini bisa menjadi solusi nyata untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit dibangun menara sinyal. Dari pelosok Riau hingga pedalaman Papua, layanan internet berbasis satelit langsung dapat menjadi game changer dalam pemerataan digital nasional.

Tantangan dan Pengembangan Teknologi

Meski menjanjikan, proyek ini menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah kebutuhan daya yang efisien pada modem ponsel dan sinkronisasi posisi antara satelit dan perangkat yang terus bergerak. Selain itu, regulasi spektrum frekuensi juga menjadi isu penting, karena penggunaan frekuensi lintas negara membutuhkan koordinasi internasional.

Samsung dan Starlink disebut sedang menguji prototipe chip modem yang dapat beroperasi di berbagai frekuensi satelit, termasuk pita frekuensi S dan L. Teknologi ini juga diharapkan mampu mendukung komunikasi dua arah dengan latensi rendah, menjadikannya setara atau bahkan lebih cepat dari jaringan 5G.

Masa Depan Komunikasi 6G

Kolaborasi ini menandai langkah nyata menuju implementasi jaringan 6G berbasis non-terrestrial network (NTN). Dalam konsep ini, internet tidak lagi bergantung pada infrastruktur di permukaan bumi, melainkan memanfaatkan kombinasi antara satelit, drone, dan sistem komunikasi udara lainnya.

Para ahli menilai bahwa jaringan 6G akan mampu menghadirkan kecepatan hingga 100 kali lipat lebih tinggi dari 5G, serta latensi hampir nol. Kombinasi Starlink dan Samsung bisa menjadi pionir dalam mewujudkan visi tersebut, menjadikan konektivitas digital benar-benar tanpa batas ruang dan waktu.

Source: Kompas
Previous Post

Plant-Based Lifestyle: Gaya Hidup Sehat dan Ramah Lingkungan yang Kian Populer

Next Post

Deretan Lulusan Akademi Militer Magelang yang Jadi Tokoh Nasional

Berita Terkait

Mitos atau Fakta? Main HP Saat Dicas Bisa Bikin Ponsel Cepat Rusak
Teknologi

Mitos atau Fakta? Main HP Saat Dicas Bisa Bikin Ponsel Cepat Rusak

by admin
July 11, 2026
0

Kebiasaan menggunakan ponsel saat sedang diisi daya masih sering memicu perdebatan. Banyak yang percaya aktivitas tersebut dapat membuat perangkat cepat...

Read more
Netflix Mulai Ditinggalkan Penonton, Era Marathon Series Disebut Mulai Berakhir

Netflix Mulai Ditinggalkan Penonton, Era Marathon Series Disebut Mulai Berakhir

July 8, 2026
Persaingan AI Memanas, China Bangun Pusat Komputasi Super untuk Latih Model Canggih

Persaingan AI Memanas, China Bangun Pusat Komputasi Super untuk Latih Model Canggih

July 6, 2026
Resmi Meluncur 26 Juni, Yuk Cek Spesifikasi Vivo X Fold 6

Resmi Meluncur 26 Juni, Yuk Cek Spesifikasi Vivo X Fold 6

June 24, 2026
Next Post
Deretan Lulusan Akademi Militer Magelang yang Jadi Tokoh Nasional

Deretan Lulusan Akademi Militer Magelang yang Jadi Tokoh Nasional

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.