• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result

China Kembangkan Pil Panjang Umur, Klaim Bisa Buat Manusia Hidup hingga 150 Tahun

November 22, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Ambisi memperpanjang usia manusia kembali menguat setelah sebuah perusahaan bioteknologi di Tiongkok mengembangkan suplemen anti-penuaan yang diklaim mampu membuat manusia hidup hingga 150 tahun. Proyek ini menjadi sorotan global, bukan hanya karena klaimnya yang luar biasa, tetapi juga karena dukungan besar dari industri bioteknologi Tiongkok yang saat ini berkembang sangat agresif.

Perlombaan Panjang Umur Masuki Babak Baru

Perusahaan asal Shenzhen, Lonvi Biosciences, tengah mengembangkan kapsul yang memanfaatkan senyawa procyanidin C1 (PCC1), ekstrak biji anggur yang sebelumnya diuji pada hewan. Hasil awal penelitian menunjukkan tikus yang diberi senyawa ini memiliki usia lebih panjang dibanding kelompok normal.

You might also like

Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

June 24, 2026
Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

June 15, 2026

Menurut Chief Technology Officer perusahaan, Lyu Qinghua, target hidup hingga 150 tahun bukanlah hal yang mustahil. Ia menyebut perkembangan ilmu biologi, genetika, dan teknologi anti-penuaan telah membuka peluang baru untuk memperpanjang usia manusia secara signifikan.

“Mungkin kita belum bisa menghapus kematian, tapi memperpanjang kehidupan manusia adalah sesuatu yang bisa dicapai,” ujarnya dalam wawancara.

Warisan Lama “Eliksir Kehidupan”

Obsesi memperpanjang hidup bukan hal baru di Tiongkok. Ribuan tahun lalu, kaisar pertama Dinasti Qin, Qin Shi Huang, bahkan mengirim ekspedisi untuk mencari ramuan keabadian. Namun banyak percobaan saat itu berujung pada kegagalan, bahkan beberapa berbahaya karena menggunakan bahan beracun seperti merkuri.

Kini, ambisi itu kembali dihidupkan, tetapi dengan pendekatan ilmiah modern—berbasis bioteknologi, rekayasa genetika, dan data kesehatan berskala besar.

Sains di Balik Pil Panjang Umur

Dalam studi sebelumnya, PCC1 menunjukkan hasil positif pada hewan uji:

  • Umur tikus bertambah 9,4% secara total.

  • Setelah pengobatan, peningkatan usia mencapai 64,2%.

  • Senyawa ini bekerja dengan menargetkan sel-sel tua (senescent cells) yang memicu penuaan dan kerusakan jaringan.

Lonvi Biosciences kini mengklaim telah mengisolasi molekul tersebut dalam bentuk lebih murni agar dapat diproduksi sebagai suplemen bagi manusia. Meski demikian, penelitian ini masih harus melewati uji klinis ketat untuk membuktikan keamanan dan efektivitasnya.

Didukung Ambisi Besar Tiongkok

Industri anti-penuaan menjadi salah satu sektor prioritas dalam agenda pembangunan Tiongkok. Pemerintah dan investor swasta berbondong-bondong menggelontorkan dana besar ke laboratorium biologi, kecerdasan buatan, perusahaan farmasi, hingga startup biotek.

Harapan hidup masyarakat Tiongkok saat ini berada di angka sekitar 79 tahun — di atas rata-rata global, namun masih tertinggal dari Jepang yang mencapai hampir 85 tahun. Dengan teknologi seperti ini, Tiongkok ingin menempatkan diri sebagai pemimpin global dalam sains perpanjangan usia.

Pro dan Kontra: Sains atau Hanya Sensasi?

Meski menawarkan harapan, para ahli kesehatan global mengingatkan bahwa klaim hidup hingga 150 tahun masih membutuhkan bukti ilmiah kuat. Beberapa catatan penting:

  • Uji pada manusia belum dilakukan secara komprehensif.

  • Efek samping jangka panjang belum diketahui.

  • Riset anti-penuaan kerap menghadapi persoalan etika.

  • Ada pertanyaan besar tentang siapa yang akan mengakses teknologi ini jika terbukti berhasil.

Namun satu hal pasti: bidang anti-penuaan kini menjadi salah satu perlombaan sains yang paling agresif di dunia.

Source: Detik
Previous Post

Belajar Al-Qur’an Lewat Aplikasi: Solusi Modern untuk Mengaji Kapan Saja

Next Post

Tidur Pagi Bisa Berbahaya, Ini Alasannya Menurut Ahli

Berita Terkait

Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran
Lifestyle

Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

by admin
June 24, 2026
0

Di tengah meningkatnya tekanan hidup modern, banyak orang mencari cara untuk menenangkan pikiran dan meredakan stres. Salah satu kebiasaan yang...

Read more
Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

June 15, 2026

“In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

June 14, 2026
Lima Superfood Alami yang Ternyata Sudah Dikenal Sejak Zaman Nabi, Mudah Ditemukan dan Kaya Manfaat

Lima Superfood Alami yang Ternyata Sudah Dikenal Sejak Zaman Nabi, Mudah Ditemukan dan Kaya Manfaat

June 12, 2026
Next Post

Tidur Pagi Bisa Berbahaya, Ini Alasannya Menurut Ahli

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.