• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Perusahaan Chip Asal Belanda Ini Mohon-mohon ke China Setelah Kehilangan Kendali Atas Unit Bisnisnya

Perusahaan Chip Asal Belanda Ini Mohon-mohon ke China Setelah Kehilangan Kendali Atas Unit Bisnisnya

December 2, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Produsen chip asal Belanda, Nexperia, kehilangan kendali atas unit bisnisnya di China. Gangguan ini menghentikan produksi dan melumpuhkan rantai pasok global, terutama bagi industri otomotif yang sangat bergantung pada chip Nexperia.

Dalam surat terbuka yang dirilis baru-baru ini, Nexperia meminta anak usahanya di China segera memulihkan operasional. Perusahaan menyebut upaya komunikasi melalui jalur konvensional sebelumnya tidak membuahkan hasil.

You might also like

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Suez, Warga Mesir Diminta Tetap Siaga

August 3, 2026

Gempa Dahsyat di Jepang Tewaskan 13 Orang, Operasi Darurat Digelar

July 29, 2026

“Kami menyambut komitmen otoritas China yang berjanji memfasilitasi pemulihan ekspor dari fasilitas kami dan subkontraktor,” tulis Nexperia. “Namun, pengguna di berbagai industri masih menghadapi ancaman penghentian produksi. Situasi ini tidak bisa berlanjut.”

Ketegangan ini merupakan lanjutan dari perselisihan antara pemerintah Belanda dan China. Pemerintah Belanda berupaya mengambil alih Nexperia dari induk perusahaan berbasis China, Wingtech Technology, dengan alasan perlindungan hak kekayaan intelektual. Wingtech sebelumnya membeli Nexperia dari Philips beberapa tahun lalu.

Sebagai respons, otoritas China menahan ekspor komponen Nexperia keluar dari wilayahnya. Langkah ini membuat pabrik otomotif di berbagai negara terancam kehabisan pasokan chip.

Wingtech menolak keras tuduhan dari Nexperia Belanda. Dalam pernyataannya, perusahaan itu menilai langkah Belanda sebagai “perampasan kendali” yang memicu kekacauan rantai pasok global.

Sementara itu, Nexperia menegaskan tujuan pemerintah Belanda adalah membangun rantai pasok yang tidak lagi bergantung kepada China.

Nexperia memproduksi transistor, dioda, dan komponen manajemen daya di Eropa. Produk tersebut kemudian dirakit dan diuji di China sebelum diekspor ke pabrik elektronik dan otomotif di seluruh dunia.

Menurut CNBC International, chip Nexperia termasuk kategori teknologi rendah dan berharga murah, namun menjadi komponen vital untuk hampir semua perangkat bertenaga listrik. Di industri otomotif, chip itu menghubungkan baterai ke motor, mengatur lampu, sensor, rem, airbag, sistem hiburan, hingga pengendali jendela.

Dengan produksi yang tersendat di China, para pelaku industri memperingatkan risiko besar terhadap kelangsungan manufaktur global dalam beberapa minggu ke depan.***

Sumber: CNBC Indonesia
Previous Post

Update Harga Emas Pegadaian 2 Desember 2025

Next Post

Tips Membuat Website Melalui AI agar Lebih Cepat, Praktis, dan Profesional

Berita Terkait

Internasional

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Suez, Warga Mesir Diminta Tetap Siaga

by admin
August 3, 2026
0

Gempa Mesir berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang utara Kota Suez pada Senin, 3 Agustus 2026, dini hari. Palang Merah Mesir langsung...

Read more

Gempa Dahsyat di Jepang Tewaskan 13 Orang, Operasi Darurat Digelar

July 29, 2026
Ketegangan AS-Iran Memanas Lagi, Trump Ancam Gempur Teheran

Ketegangan AS-Iran Memanas Lagi, Trump Ancam Gempur Teheran

July 8, 2026
Warisan Sejarah Jadi Jembatan Diplomasi, Prabowo-Modi Mulai Proyek Konservasi Prambanan

Warisan Sejarah Jadi Jembatan Diplomasi, Prabowo-Modi Mulai Proyek Konservasi Prambanan

July 7, 2026
Next Post
Tips Membuat Website Melalui AI agar Lebih Cepat, Praktis, dan Profesional

Tips Membuat Website Melalui AI agar Lebih Cepat, Praktis, dan Profesional

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.