• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Gelombang Pindah Platform: Pengguna TikTok Melarikan Diri ke Aplikasi Palestina yang Tengah Viral

Gelombang Pindah Platform: Pengguna TikTok Melarikan Diri ke Aplikasi Palestina yang Tengah Viral

February 3, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Ribuan hingga jutaan pengguna TikTok di berbagai negara, khususnya di Amerika Serikat, mulai beralih ke platform media sosial baru bernama UpScrolled, menyusul pengumuman perubahan kepemilikan TikTok di pasar AS yang kini berada di tangan investor dan perusahaan Amerika Serikat. Fenomena ini menarik perhatian dunia teknologi dan sosial media global.

Migrasi pengguna TikTok ini dipicu oleh kekhawatiran atas perubahan kebijakan, potensi sensor konten, hingga isu privasi yang kini mengiringi aktivasi kembali operasi TikTok di Amerika Serikat setelah masa divestasi dari pemilik sebelumnya. Kekhawatiran tersebut diperparah ketika sejumlah pengguna melaporkan masalah teknis, seperti gangguan unggahan dan pencarian konten setelah perubahan kepemilikan, yang oleh banyak pihak ditafsirkan sebagai indikasi pembatasan terhadap konten tertentu.

You might also like

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026
Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

September 27, 2026

Aplikasi Alternatif: UpScrolled dari Palestina

Platform yang ramai dilirik oleh para pengguna yang kecewa itu adalah UpScrolled, sebuah aplikasi jejaring sosial yang diluncurkan pada Juni 2025 oleh pengembang teknologi keturunan Palestina-Yordania-Australia, Issam Hijazi. Aplikasi ini awalnya dibangun dengan tujuan memberikan ruang ekspresi bebas, terutama bagi kelompok yang merasa suaranya dibatasi oleh raksasa media sosial mapan.

Dalam beberapa pekan terakhir, UpScrolled mengalami lonjakan dramatik dalam jumlah pengguna, hingga mencapai jutaan unduhan dalam waktu singkat dan menembus posisi teratas di toko aplikasi seperti Apple App Store di AS, Kanada, dan beberapa negara Eropa.

Menurut data terbaru, pengguna aktif UpScrolled sudah menembus lebih dari 2,5 juta orang pada awal Februari 2026, jauh meningkat dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.

Berbeda dengan TikTok, UpScrolled tidak hanya fokus pada video singkat. Platform ini menggabungkan elemen berbagi konten seperti teks, foto, video pendek, dan fitur pesan pribadi, dengan klaim “tanpa sensor tak terlihat” (no shadowban) dan algoritma yang tidak mengedepankan rekomendasi yang sangat terpersonalisasi seperti yang biasa ditemukan di platform besar lain.

Pendiri UpScrolled, Hijazi, menyatakan bahwa platform ini dibuat sebagai tanggapan terhadap apa yang dilihatnya sebagai pembatasan kebebasan berekspresi di media sosial arus utama, terutama terkait isu-isu sensitif seperti perjuangan Palestina. Ia menegaskan bahwa konten legal akan tetap diizinkan di platform tersebut, meskipun ia juga menegaskan perlunya moderasi untuk konten yang jelas-jelas melanggar hukum.

Namun, tidak semua respons terhadap UpScrolled sepenuhnya positif. Sejumlah laporan media internasional mencatat munculnya konten yang bersifat antisemit atau ekstrem di platform tersebut, yang kemudian menimbulkan kritik dan kekhawatiran soal moderasi konten di era baru jejaring sosial ini.

Sementara itu, dukungan terhadap UpScrolled datang dari berbagai kalangan yang melihatnya sebagai peluang bagi pengguna alternatif untuk keluar dari dominasi algoritma platform besar dan menghindari apa yang mereka pandang sebagai kontrol ideologis atau sensor terhadap konten tertentu.

Previous Post

Hobi Menanam Tanaman Hijau: Gaya Hidup Sehat yang Kian Digemari Masyarakat Urban

Next Post

Antara Cinta dan Realitas Ekonomi: Mengapa Banyak Pasangan Enggan Menikah

Berita Terkait

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari
Teknologi

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026

Amazfit T-Rex 3 Pro merupakan smartwatch tangguh kelas atas dari Amazfit, dibuat dengan material premium seperti bezel titanium grade 5...

Read more
Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

September 27, 2026
Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Pemerintah Australia, Pemerintah Bentuk Satgas Investigasi

Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Pemerintah Australia, Pemerintah Bentuk Satgas Investigasi

September 26, 2026
Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa hingga Sumatra, Pakar Ungkap Mengapa Tak Merusak

Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa hingga Sumatra, Pakar Ungkap Mengapa Tak Merusak

September 12, 2026
Next Post
Antara Cinta dan Realitas Ekonomi: Mengapa Banyak Pasangan Enggan Menikah

Antara Cinta dan Realitas Ekonomi: Mengapa Banyak Pasangan Enggan Menikah

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.