• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Canggih! Gemini Kini Bisa Bikin Musik Otomatis dari Teks dan Visual

Canggih! Gemini Kini Bisa Bikin Musik Otomatis dari Teks dan Visual

February 20, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kembali melompat jauh dengan hadirnya fitur generator musik terbaru di platform Gemini milik Google. Melalui model bernama Lyria 3, pengguna kini dapat membuat lagu berdurasi sekitar 30 detik hanya dengan mengetikkan perintah teks, mengunggah gambar, bahkan video, tanpa perlu kemampuan bermusik atau perangkat produksi audio profesional.

Teknologi ini menjadi salah satu inovasi terbaru di bidang AI kreatif yang memadukan kemampuan pemrosesan bahasa, visual, dan audio dalam satu sistem. Dengan pendekatan tersebut, Gemini tidak hanya berfungsi sebagai chatbot, tetapi juga sebagai alat produksi konten kreatif berbasis kecerdasan buatan yang semakin mudah diakses publik.

You might also like

ITEL Power 80 Tampil Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp2 Jutaan

August 7, 2026

Bocoran iQOO Neo 11S: Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan

July 31, 2026

Model Lyria 3 disebut sebagai mesin pembuat musik berteknologi AI yang mampu menghasilkan trek lengkap dengan instrumen, vokal, dan lirik berdasarkan prompt pengguna. Artinya, cukup menuliskan deskripsi suasana, genre, atau tema lagu, sistem akan menyusun komposisi musik secara otomatis dalam waktu singkat.

Integrasi fitur musik ini langsung disematkan di dalam aplikasi dan layanan Gemini, sehingga pengguna tidak perlu membuka platform terpisah untuk menciptakan lagu. Hal ini membuat proses produksi musik menjadi jauh lebih praktis, bahkan bisa dilakukan langsung dari smartphone maupun browser.

Selain berbasis teks, Lyria 3 juga mampu mengubah foto atau video menjadi soundtrack yang sesuai dengan nuansa visual yang diberikan. Teknologi ini menganalisis elemen visual lalu menerjemahkannya menjadi komposisi musik yang selaras dengan mood gambar, sehingga pengalaman kreatif menjadi lebih personal dan kontekstual.

Google menyebut fitur ini dirancang bukan untuk menggantikan musisi profesional, melainkan sebagai sarana ekspresi kreatif yang menyenangkan dan mudah digunakan. Pengguna bisa mengatur berbagai elemen musikal seperti tempo, genre, karakter vokal, hingga gaya instrumen untuk mendapatkan hasil yang lebih sesuai dengan preferensi mereka.

Menariknya, lagu yang dihasilkan AI juga dilengkapi watermark digital tak terlihat menggunakan teknologi SynthID. Sistem ini berfungsi sebagai penanda bahwa konten audio tersebut merupakan hasil generasi AI, sekaligus menjaga transparansi dan isu hak cipta di tengah pesatnya perkembangan konten berbasis kecerdasan buatan.

Kemampuan Lyria 3 mendukung berbagai bahasa dan gaya musik turut membuka peluang baru di industri kreatif digital. Kreator konten, pembuat video, hingga pelaku industri pemasaran kini bisa menciptakan musik latar orisinal dengan cepat tanpa harus membeli lisensi lagu atau menyewa komposer.

Dari sisi teknologi, kehadiran generator musik berbasis AI ini menunjukkan bahwa tren AI tidak lagi hanya berfokus pada teks dan gambar, tetapi mulai merambah produksi audio berkualitas tinggi. Fitur tersebut memperluas ekosistem AI kreatif yang sebelumnya telah mencakup pembuatan gambar dan video dalam satu platform terpadu.

Meski begitu, kemunculan teknologi pembuat musik otomatis juga memunculkan diskusi baru terkait etika, hak cipta, dan masa depan industri musik. Para pakar menilai AI dapat menjadi alat kolaboratif bagi musisi, bukan pengganti, selama penggunaannya tetap diarahkan pada kreativitas orisinal.

Dengan inovasi ini, Google melalui Gemini menegaskan posisinya dalam persaingan teknologi AI generatif global. Lyria 3 menjadi bukti bahwa proses menciptakan musik kini semakin demokratis—cukup dengan ide, deskripsi, atau gambar, siapa pun dapat menghasilkan lagu dalam hitungan detik.

Previous Post

Ratusan Ribu Mitra Gojek Akan Terdaftar BPJS Gratis, Berlaku Bertahap 2026

Next Post

Samsung S26 Ultra Tawarkan Layar Anti-Intip untuk Lindungi Data Pengguna

Berita Terkait

Teknologi

ITEL Power 80 Tampil Mirip iPhone 17 Pro, Harga Mulai Rp2 Jutaan

by admin
August 7, 2026
0

Itel secara resmi meluncurkan smartphone entry-level terbarunya di Indonesia yang dinamakan Itel Power 80. Ponsel yang diproduksi oleh vendor di...

Read more

Bocoran iQOO Neo 11S: Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan

July 31, 2026
Motorola Razr 60 Ultra Resmi Dipasarkan dengan Fast Charging 68W

Motorola Razr 60 Ultra Resmi Dipasarkan dengan Fast Charging 68W

July 22, 2026
Redmi K100 Pro Dibekali Baterai 8.500 mAh dan Fast Charging 100W

Redmi K100 Pro Dibekali Baterai 8.500 mAh dan Fast Charging 100W

July 21, 2026
Next Post
Samsung S26 Ultra Tawarkan Layar Anti-Intip untuk Lindungi Data Pengguna

Samsung S26 Ultra Tawarkan Layar Anti-Intip untuk Lindungi Data Pengguna

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.