• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

Jerat WNI dengan Tawaran Kerja, Indonesia-Kamboja Bidik Sindikat Online Scam

August 13, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Indonesia dan Kamboja memperkuat kerja sama untuk memberantas kejahatan penipuan daring atau online scam yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI).

Salah satu langkah yang disiapkan kedua negara adalah pembentukan Indonesian Desk di Markas Besar Kepolisian Nasional Kamboja. Mekanisme ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi penegak hukum sekaligus mencegah semakin banyak WNI terjerat jaringan penipuan daring.

You might also like

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara

September 26, 2026
Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

September 23, 2026

Pembentukan Indonesian Desk menjadi bagian dari pembahasan antara Indonesia dan Kamboja mengenai penanganan kejahatan transnasional. Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan terhadap WNI yang menjadi korban maupun memiliki keterkaitan dengan kasus online scam.

Jadi Pusat Koordinasi Aparat Indonesia-Kamboja

Indonesian Desk nantinya berfungsi sebagai titik koordinasi antara aparat penegak hukum Indonesia dan Kamboja.

Melalui mekanisme tersebut, kedua negara dapat mempercepat pertukaran informasi, mendukung proses investigasi, serta menangani perkara online scam yang memiliki keterkaitan dengan WNI.

Kerja sama lintas negara dinilai penting karena jaringan penipuan daring umumnya beroperasi secara terorganisasi dan memanfaatkan perbedaan yurisdiksi antarnegara.

Selain pembentukan desk khusus, Indonesia juga menawarkan peningkatan kapasitas bagi aparat penegak hukum Kamboja. Materi yang ditawarkan antara lain pemahaman mengenai standar Financial Action Task Force (FATF), keterampilan forensik keuangan, serta keamanan siber.

WNI Kerap Terjebak Tawaran Kerja

Persoalan online scam di Kamboja tidak hanya berkaitan dengan aktivitas penipuan, tetapi juga menyangkut perlindungan WNI yang direkrut melalui tawaran pekerjaan.

Dalam sejumlah kasus, calon pekerja dijanjikan pekerjaan dengan gaji menarik. Namun, setelah tiba di Kamboja, mereka justru dibawa ke lokasi operasi penipuan daring.

Polri sebelumnya mengungkap adanya WNI yang direkrut dengan iming-iming pekerjaan sebagai operator komputer. Setelah tiba di Kamboja, paspor korban disebut diambil dan mereka kemudian dipekerjakan dalam aktivitas online scamming.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa modus perekrutan menjadi salah satu pintu masuk yang dimanfaatkan jaringan kejahatan transnasional.

Indonesia dan Kamboja Perkuat Penegakan Hukum

Selain Indonesian Desk, kedua negara juga membahas pembaruan nota kesepahaman mengenai kerja sama pencegahan dan pemberantasan kejahatan transnasional serta peningkatan kapasitas.

Pembaruan kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi penegakan hukum dan penanganan perkara lintas negara.

Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap rencana konferensi internasional mengenai pemberantasan online scam yang akan diselenggarakan Kamboja pada September 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antarnegara dalam menghadapi jaringan penipuan daring.

Perlindungan WNI Jadi Perhatian

Di sisi lain, pemerintah Indonesia terus menaruh perhatian terhadap WNI yang menjadi korban maupun terlibat dalam kasus online scam di Kamboja.

Dalam kunjungan kerja ke Phnom Penh, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno juga meninjau fasilitas penampungan sementara WNI di KBRI Phnom Penh.

Penanganan WNI tidak hanya diarahkan pada proses pemulangan, tetapi juga membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk pendampingan setelah mereka kembali ke Indonesia.

Pembentukan Indonesian Desk menjadi langkah baru dalam mempersempit ruang gerak jaringan online scam sekaligus memperkuat perlindungan bagi WNI.

Dengan koordinasi langsung antara aparat Indonesia dan Kamboja, pertukaran informasi dan penanganan kasus diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga perekrut, pengelola, maupun jaringan yang berada di balik praktik penipuan daring dapat lebih mudah ditelusuri.

Previous Post

Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

Next Post

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

Berita Terkait

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara
Internasional

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara

September 26, 2026

Serangan drone Israel kembali dilaporkan terjadi di Jalur Gaza pada Jumat, 25 September 2026. Satu warga Palestina tewas dan sejumlah...

Read more
Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

September 23, 2026
Selat Hormuz Bisa Dibuka 7 Hari Lagi, Iran Ajukan Syarat Berat ke AS

Selat Hormuz Bisa Dibuka 7 Hari Lagi, Iran Ajukan Syarat Berat ke AS

September 22, 2026
Warren Buffett Jadi Chairman Emeritus, Putranya Pimpin Dewan Berkshire Hathaway

Warren Buffett Jadi Chairman Emeritus, Putranya Pimpin Dewan Berkshire Hathaway

September 19, 2026
Next Post
Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.