• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

Claude AI Segera Beri Watermark pada Teks dan File, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

August 14, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Anthropic mengambil langkah baru untuk menandai konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan di balik Claude tersebut menerapkan teknologi watermark tak terlihat pada teks yang dihasilkan model AI-nya.

Langkah ini dirancang agar keterlibatan Claude dalam pembuatan sebuah teks dapat lebih mudah diketahui. Anthropic menjelaskan bahwa sistem tersebut juga berkaitan dengan upaya memenuhi ketentuan transparansi dalam EU AI Act, khususnya aturan mengenai identifikasi konten yang dibuat AI.

You might also like

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026
Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

September 27, 2026

Berbeda dengan tanda air pada foto atau dokumen yang biasanya dapat dilihat secara langsung, watermark Claude berada di balik teks.

Anthropic menggunakan pola statistik dalam pemilihan kata ketika Claude menghasilkan tulisan. Pola tersebut dirancang agar tidak mengubah makna maupun kualitas tulisan, tetapi tetap dapat menjadi tanda yang menunjukkan kemungkinan keterlibatan Claude.

Dengan mekanisme tersebut, sebuah tulisan dapat tetap terlihat seperti teks biasa bagi pembaca. Namun, sistem pendeteksi dengan kunci yang sesuai nantinya dapat digunakan untuk mencari pola watermark tersebut.

Anthropic juga menyatakan bahwa watermark dapat tetap mengikuti teks ketika hasil tulisan disalin dan ditempel ke tempat lain.

Bukan hanya teks, Anthropic juga menyiapkan mekanisme penanda untuk file yang dibuat menggunakan Claude.

Untuk sejumlah format file, termasuk SVG, PNG, dan JPG, perusahaan menggunakan metadata asal-usul digital berbasis standar C2PA. Metadata ini dirancang untuk memberikan informasi mengenai asal sebuah konten dan membantu proses verifikasi.

Namun, sistem pada file berbeda dengan watermark teks. Metadata digital dapat hilang ketika file mengalami perubahan format atau proses tertentu yang menghapus informasi asal-usulnya. Karena itu, keberadaan maupun ketiadaan metadata tidak selalu dapat dijadikan bukti mutlak mengenai siapa yang membuat sebuah file.

Anthropic memberikan catatan penting mengenai teknologi ini.

Adanya watermark tidak otomatis membuktikan bahwa Claude merupakan pencipta asli sebuah tulisan. Claude bisa saja digunakan untuk membantu menyunting, menerjemahkan, atau memproses teks yang sebelumnya dibuat manusia.

Sebaliknya, teks yang tidak memiliki watermark juga tidak serta-merta membuktikan bahwa tulisan tersebut sepenuhnya dibuat manusia. Teknologi watermark memiliki keterbatasan dalam menentukan asal-usul sebuah karya secara absolut.

Karena itu, fungsi utama teknologi ini lebih berkaitan dengan provenance atau jejak keterlibatan AI, bukan menentukan siapa yang menjadi penulis sebuah karya.

Kebijakan penandaan ini diterapkan pada model Claude yang dirilis mulai 2 Agustus 2026 dan secara bertahap akan diperluas ke model-model sebelumnya. Anthropic menyatakan penerapannya dilakukan secara global, bukan hanya untuk pengguna di Uni Eropa.

Keputusan tersebut muncul ketika regulasi mengenai transparansi konten AI mulai semakin ketat. EU AI Act mewajibkan konten sintetis tertentu dapat diidentifikasi sebagai hasil atau bantuan AI.

Anthropic sebelumnya menjelaskan bahwa sejumlah perusahaan teknologi besar juga bergerak menuju penerapan mekanisme transparansi serupa.

Penerapan watermark ini berpotensi memberikan dampak besar bagi pengguna AI, terutama mereka yang menggunakan Claude untuk membuat tulisan, kode, maupun berbagai jenis dokumen.

Di satu sisi, teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan transparansi. Pembaca, institusi pendidikan, perusahaan, dan organisasi lainnya memiliki cara tambahan untuk mengetahui apakah AI kemungkinan terlibat dalam pembuatan sebuah konten.

Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai bagaimana watermark tersebut akan digunakan dan ditafsirkan. Sebuah tanda bahwa Claude terlibat tidak selalu berarti seluruh isi konten dibuat oleh AI.

Anthropic sendiri berencana menyediakan lebih banyak informasi dan perangkat untuk membantu mendeteksi watermark tersebut. Dengan begitu, teknologi penanda AI diharapkan tidak hanya menjadi fitur tersembunyi, tetapi juga bagian dari ekosistem verifikasi konten digital.

Langkah Anthropic ini menandai babak baru dalam perkembangan AI. Persaingan perusahaan teknologi kini tidak hanya berkutat pada siapa yang memiliki model paling pintar, tetapi juga bagaimana hasil kerja AI dapat dikenali, dilacak, dan dipertanggungjawabkan.

Previous Post

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

Next Post

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Berita Terkait

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari
Teknologi

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026

Amazfit T-Rex 3 Pro merupakan smartwatch tangguh kelas atas dari Amazfit, dibuat dengan material premium seperti bezel titanium grade 5...

Read more
Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

September 27, 2026
Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Pemerintah Australia, Pemerintah Bentuk Satgas Investigasi

Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Pemerintah Australia, Pemerintah Bentuk Satgas Investigasi

September 26, 2026
Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa hingga Sumatra, Pakar Ungkap Mengapa Tak Merusak

Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa hingga Sumatra, Pakar Ungkap Mengapa Tak Merusak

September 12, 2026
Next Post
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.