• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ketegangan Timur Tengah Reda, Ini Dampaknya bagi Harga BBM Malaysia

Trump Masukkan Selat Hormuz ke Peta AS, Iran Bereaksi Keras

August 19, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu ketegangan dengan Iran setelah mengunggah peta yang menampilkan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah baru Amerika Serikat.

Trump menyampaikan klaim tersebut di tengah konflik berkepanjangan antara Washington dan Teheran. Perselisihan mengenai status dan pengelolaan jalur strategis itu menjadi salah satu persoalan utama yang menghambat upaya meredakan ketegangan kedua negara.

You might also like

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara

September 26, 2026
Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

September 23, 2026

Dalam unggahan di media sosialnya, Trump menggambarkan Selat Hormuz sebagai wilayah yang berada di bawah kendali Amerika Serikat. Ia sebelumnya juga menyatakan keinginannya untuk menjadikan jalur tersebut sebagai teritori AS.

Pemerintah Iran langsung mengecam langkah Trump.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyebut klaim tersebut sebagai bentuk delusi. Ia menegaskan bahwa status Selat Hormuz tidak dapat diubah hanya melalui pernyataan politik ataupun kekuatan militer.

Teheran juga menegaskan bahwa Iran masih mempertahankan posisi mengenai pengelolaan jalur pelayaran tersebut.

Sikap keras Iran menambah panjang daftar persoalan antara kedua negara yang saat ini masih berada dalam kondisi konflik dan belum menemukan kesepakatan permanen.

Trump sebelumnya mengatakan Amerika Serikat telah memiliki kendali terhadap Selat Hormuz melalui operasi dan blokade angkatan laut.

Ia bahkan menyatakan menyukai gagasan untuk secara resmi mendeklarasikan selat tersebut sebagai wilayah Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan ketika pembicaraan mengenai penghentian konflik dengan Iran mengalami kebuntuan.

Namun, klaim Trump tersebut tidak otomatis mengubah status hukum Selat Hormuz. Selat itu merupakan jalur laut internasional yang memiliki posisi strategis bagi perdagangan dunia.

Perselisihan mengenai status selat juga berkaitan dengan lalu lintas kapal yang melintasi kawasan tersebut.

Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat memenuhi sejumlah persyaratan yang tercantum dalam kesepakatan sementara kedua negara.

Persyaratan yang disebut Iran antara lain penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran, pencabutan sanksi minyak, pelepasan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian ancaman dan operasi militer terhadap Iran.

Di sisi lain, Trump menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung maupun dijadwalkan dengan pemerintah Iran. Ia juga tetap bersikeras bahwa Selat Hormuz terbuka dan beroperasi.

Selat Hormuz memiliki nilai strategis yang sangat besar karena menjadi salah satu jalur utama pengiriman energi dunia.

Karena itu, setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi harga minyak, biaya pengiriman, dan stabilitas ekonomi global.

Data pelayaran terbaru menunjukkan aktivitas kapal melalui Selat Hormuz telah mengalami penurunan tajam di tengah konflik dan ketidakpastian keamanan. Kondisi tersebut turut menambah kekhawatiran pasar energi.

Klaim terbaru Trump pun berpotensi semakin memperkeruh situasi. Jika Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan mengenai pembukaan serta pengelolaan Selat Hormuz, ketegangan di jalur perdagangan energi tersebut dapat terus menjadi perhatian dunia.

Untuk saat ini, belum terlihat adanya kesepakatan yang dapat mengakhiri perselisihan kedua negara. Sebaliknya, klaim Trump mengenai Selat Hormuz sebagai wilayah AS justru kembali memicu reaksi keras dari Iran dan menambah tekanan terhadap hubungan Washington-Teheran.

Previous Post

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

Next Post

Harga Emas Antam 21 Agustus 2026 Masih Tinggi, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta

Berita Terkait

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara
Internasional

Drone Israel Hantam Gaza Tengah, Warga Palestina Tewas Saat Ziarah Makam Saudara

September 26, 2026

Serangan drone Israel kembali dilaporkan terjadi di Jalur Gaza pada Jumat, 25 September 2026. Satu warga Palestina tewas dan sejumlah...

Read more
Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

September 23, 2026
Selat Hormuz Bisa Dibuka 7 Hari Lagi, Iran Ajukan Syarat Berat ke AS

Selat Hormuz Bisa Dibuka 7 Hari Lagi, Iran Ajukan Syarat Berat ke AS

September 22, 2026
Warren Buffett Jadi Chairman Emeritus, Putranya Pimpin Dewan Berkshire Hathaway

Warren Buffett Jadi Chairman Emeritus, Putranya Pimpin Dewan Berkshire Hathaway

September 19, 2026
Next Post
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok, Turun hingga Rp45.000

Harga Emas Antam 21 Agustus 2026 Masih Tinggi, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.