• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Negara Konflik Kuasai 43 Persen Pasokan Minyak Dunia pada 2026

Negara Konflik Kuasai 43 Persen Pasokan Minyak Dunia pada 2026

August 29, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Pasokan minyak dunia menghadapi tekanan besar pada 2026 setelah sekitar 43 persen produksi global berasal dari negara-negara yang sedang terdampak konflik bersenjata dan krisis geopolitik. Berdasarkan kalkulasi Reuters menggunakan data International Energy Agency (IEA), negara-negara tersebut menghasilkan sekitar 45 juta barel minyak per hari berdasarkan tingkat produksi 2025.

Tekanan terhadap pasar energi global semakin kuat setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran berlangsung selama enam bulan. Situasi di Timur Tengah menambah daftar gangguan yang sebelumnya juga dipengaruhi perang Rusia-Ukraina, konflik Libya, serta pembatasan ekspor minyak Venezuela akibat sanksi Amerika Serikat.

You might also like

Rupiah Menguat ke Rp17.792 per Dolar AS, Jadi Kado HUT RI ke-81

August 17, 2026
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

August 14, 2026

Besarnya produksi dari negara-negara yang menghadapi konflik membuat setiap gangguan terhadap fasilitas maupun jalur distribusi berpotensi langsung memengaruhi pasar. Di kawasan Teluk, guncangan pasokan diperkirakan mencapai 5 juta hingga 7 juta barel per hari.

Sejumlah langkah dilakukan untuk mempertahankan aliran minyak dari kawasan tersebut. Arab Saudi antara lain mengalihkan sebagian jalur pengiriman melalui Laut Merah, sementara eksportir Teluk menghadapi hambatan pengiriman akibat blokade di Selat Hormuz.

Konflik Ukraina Ikut Tekan Kapasitas Kilang

Gangguan terhadap pasokan minyak dunia tidak hanya bersumber dari kawasan Timur Tengah. Perang Rusia-Ukraina turut memengaruhi produksi dan aktivitas penyulingan, termasuk di Kazakstan. Konflik Libya dan pembatasan ekspor Venezuela semakin menambah tekanan terhadap ketersediaan minyak global.

Gabungan konflik di kawasan Teluk dan Ukraina diperkirakan telah memangkas sekitar sepersepuluh kapasitas kilang minyak global. Serangan Ukraina terhadap jaringan kilang hingga wilayah Omsk juga memicu kelangkaan bahan bakar di Rusia, sehingga Moskow memberlakukan larangan ekspor bensin dan diesel.

Keterbatasan tersebut meningkatkan ketergantungan pasar terhadap minyak Amerika Serikat. Namun, produksi AS juga beberapa kali menghadapi gangguan akibat cuaca ekstrem, sementara harga diesel di negara tersebut dilaporkan mencapai level tertinggi meskipun fasilitas penyulingan beroperasi pada kapasitas puncak.

Tekanan harga bahan bakar kemudian merambat ke perekonomian. Kenaikan biaya energi menjadi salah satu faktor yang mendorong inflasi dan tingginya suku bunga pinjaman di berbagai negara.

IEA sebelumnya telah melepas cadangan minyak darurat dalam jumlah besar sebagai upaya meredam guncangan pasokan. Namun, pelepasan cadangan tersebut dilaporkan mulai melandai dan mendekati akhir ketika stok minyak global terus mengalami penurunan.

Previous Post

Danantara Housing Expo Perkuat Ekosistem Perumahan, BTN Dorong KPR Makin Terjangkau

Next Post

4 Mobil Panoramic Sunroof di Bawah Rp500 Juta, dari MPV hingga Crossover

Berita Terkait

Ekbis

Rupiah Menguat ke Rp17.792 per Dolar AS, Jadi Kado HUT RI ke-81

by admin
August 17, 2026
0

Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Senin (17/8/2026) dengan pergerakan positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda sempat menguat...

Read more
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

August 14, 2026
Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

August 13, 2026
Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

August 10, 2026
Next Post
4 Mobil Panoramic Sunroof di Bawah Rp500 Juta, dari MPV hingga Crossover

4 Mobil Panoramic Sunroof di Bawah Rp500 Juta, dari MPV hingga Crossover

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.