• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Karhutla Makin Parah, 3 Daerah di Kalbar Dilanda Udara Berbahaya

Karhutla Makin Parah, 3 Daerah di Kalbar Dilanda Udara Berbahaya

September 23, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Kalimantan Barat. Kondisi udara di tiga wilayah, yakni Kubu Raya, Mempawah, dan Sintang, bahkan telah masuk kategori berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, 23 September 2026 pukul 13.00 WIB, Kubu Raya menjadi wilayah dengan konsentrasi PM2.5 tertinggi. Angkanya mencapai 594,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³), jauh melampaui ambang kategori berbahaya yang berada di atas 250 µg/m³.

You might also like

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi

September 24, 2026
Indonesia Siap Bikin Bensin dari Batu Bara, China Sudah Lebih Dulu Kembangkan Teknologinya

Indonesia Siap Bikin Bensin dari Batu Bara, China Sudah Lebih Dulu Kembangkan Teknologinya

September 21, 2026

Kondisi serupa terjadi di Mempawah. Konsentrasi PM2.5 di daerah tersebut tercatat mencapai 470,7 µg/m³, sementara Sintang berada di angka 331,5 µg/m³. Tingginya partikulat tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah Kalimantan Barat masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang memicu munculnya asap.

Kualitas udara yang masuk kategori berbahaya menjadi perhatian karena PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Ketika konsentrasinya meningkat, masyarakat dapat lebih mudah mengalami gangguan akibat paparan polusi udara, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan.

Situasi di Mempawah bahkan belum menunjukkan tanda berakhirnya ancaman karhutla. Pemerintah Kabupaten Mempawah memperpanjang status tanggap darurat bencana asap akibat karhutla selama 14 hari, mulai 23 September hingga 6 Oktober 2026. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap kondisi kebakaran dan ancaman asap yang masih berlangsung.

Perpanjangan status tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla di Mempawah masih membutuhkan perhatian khusus. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan evaluasi dan penanganan untuk mengendalikan titik api sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Ancaman kebakaran juga diperkuat oleh kondisi vegetasi yang relatif mudah terbakar. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Kalimantan Barat menyebut sejumlah wilayah memasuki periode dengan tingkat kemudahan terbakar yang tinggi pada 21–27 September 2026. Kondisi vegetasi yang semakin kering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar apabila terjadi pembakaran atau sumber api lainnya.

Pada 22 September, tercatat 362 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat. Namun, BPBD mengingatkan bahwa peta kemudahan terbakar tidak secara otomatis menunjukkan keberadaan api. Warna merah pada peta BMKG menggambarkan kondisi vegetasi yang mengering dan lebih mudah terbakar.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan tetap diperlukan meskipun jumlah titik panas dapat berubah mengikuti cuaca dan upaya pemadaman. Angin, kelembapan, curah hujan, serta kondisi lahan menjadi faktor yang dapat memengaruhi perkembangan kebakaran dan penyebaran asap.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui BPBD juga terus melakukan pemantauan dan penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Informasi penanganan dan perkembangan kondisi kebakaran diperbarui melalui posko serta kanal resmi pemerintah daerah.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah terdampak asap, kondisi kualitas udara menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ketika konsentrasi partikulat meningkat tajam, aktivitas di luar ruangan dapat meningkatkan paparan terhadap polutan. Masyarakat juga perlu mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan dari pemerintah maupun lembaga terkait.

Kondisi terbaru di Kalimantan Barat memperlihatkan bahwa persoalan karhutla belum selesai. Tiga daerah bahkan mengalami kualitas udara pada level berbahaya, sementara sebagian wilayah lainnya masih menghadapi kondisi lahan yang mudah terbakar.

Dengan angka PM2.5 yang mencapai 594,4 µg/m³ di Kubu Raya, 470,7 µg/m³ di Mempawah, dan 331,5 µg/m³ di Sintang, ancaman asap menjadi persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga kualitas lingkungan dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Karhutla pun kini memasuki fase yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Selama lahan masih kering dan titik panas masih muncul, potensi kebakaran baru tetap ada. Penanganan di lapangan dan perkembangan cuaca dalam beberapa hari ke depan akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah kualitas udara di wilayah terdampak dapat kembali membaik atau justru memburuk.

Previous Post

Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Next Post

Nusantara Explorer Diluncurkan 28 September, Begini Isi Kereta Mewah Buatan KAI

Berita Terkait

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi
Nasional

Ombudsman Temukan Kamar Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Pejabat Terancam Sanksi

September 24, 2026

Temuan fasilitas yang disebut menyerupai apartemen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memicu perhatian pemerintah....

Read more
Indonesia Siap Bikin Bensin dari Batu Bara, China Sudah Lebih Dulu Kembangkan Teknologinya

Indonesia Siap Bikin Bensin dari Batu Bara, China Sudah Lebih Dulu Kembangkan Teknologinya

September 21, 2026
Pencarian KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, Begini Kondisi Terbaru Korban

Pencarian KM Virgo Diperpanjang 7 Hari, Begini Kondisi Terbaru Korban

September 19, 2026
Hari Ketiga Pencarian KM Virgo, 129 Orang Masih Hilang di Laut Jawa

Hari Ketiga Pencarian KM Virgo, 129 Orang Masih Hilang di Laut Jawa

September 15, 2026
Next Post
Nusantara Explorer Diluncurkan 28 September, Begini Isi Kereta Mewah Buatan KAI

Nusantara Explorer Diluncurkan 28 September, Begini Isi Kereta Mewah Buatan KAI

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.