• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BTN dan RSUP Ngoerah Kolaborasi Kembangkan Layanan Wellness dan Wisata Medis di Bali

BTN dan RSUP Ngoerah Kolaborasi Kembangkan Layanan Wellness dan Wisata Medis di Bali

BTN dan RSUP Ngoerah Kolaborasi Kembangkan Layanan Wellness dan Wisata Medis di Bali

October 17, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

DENPASAR – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kerja sama strategis dengan RSUP Prof I.G.N.G. Ngoerah untuk membuka peluang pengembangan wisata medis (medical tourism) di Bali. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) di Denpasar, Jumat (16/10). Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan, kolaborasi ini menjadi peluang bagi perseroan untuk memperluas peran perbankan dalam mendukung ekosistem bisnis, khususnya sektor kesehatan dan pariwisata.

You might also like

Dari Kampus ke Industri, BTN Ajak Anak Muda Bandung Ciptakan Inovasi Perumahan Melalui BTN Housingpreneur Batch 3

Dari Kampus ke Industri, BTN Ajak Anak Muda Bandung Ciptakan Inovasi Perumahan Melalui BTN Housingpreneur Batch 3

October 13, 2026
BTN Buka Suara Soal Kasus Dana Nasabah Rp17 Miliar: Klaim Kerugian Harus Didukung Bukti, Bukan Opini

BTN Buka Suara Soal Kasus Dana Nasabah Rp17 Miliar: Klaim Kerugian Harus Didukung Bukti, Bukan Opini

October 13, 2026

“Bagi BTN, kemitraan ini merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk menghadirkan manfaat nyata bagi kedua institusi, baik bagi nasabah dan pegawai BTN maupun tenaga medis, pegawai RSUP Ngoerah, dan masyarakat Bali,” ujar Nixon.

Menurut dia, industri kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit, kebugaran, dan kualitas hidup. Kebutuhan layanan medical check-up, healthy ageing, hingga perawatan estetika menunjukkan bahwa kesehatan kini tidak hanya berfokus pada pengobatan. Tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Tren tersebut membuka peluang bagi Bali untuk mengintegrasikan sektor kesehatan dan pariwisata melalui pengembangan layanan wellness dan medical tourism. Berdasarkan data Global Wellness Institute, nilai ekonomi wellness global mencapai USD 6,8 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 9,8 triliun pada 2029. Sementara itu, industri wellness tourism global tumbuh 13,8 persen sepanjang 2024.

Nixon menilai, potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan budaya. Namun, juga menawarkan layanan kesehatan berkualitas.

Salah satu langkah yang dinilai strategis adalah pengembangan Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center yang diresmikan pada Oktober 2024. Fasilitas milik RSUP Prof I.G.N.G Ngoerah tersebut memiliki empat layanan unggulan. Yakni medical check-up, aesthetic dentistry, plastic surgery, dan dermaesthetic.

Kehadiran fasilitas itu dinilai membuka peluang untuk meningkatkan daya saing layanan kesehatan domestik sekaligus menarik minat masyarakat internasional. Ke depan, integrasi layanan kesehatan dan pariwisata dapat dikembangkan melalui paket wisata medis yang terintegrasi, peningkatan pengalaman pasien, serta perluasan pemanfaatan fasilitas kesehatan di dalam negeri.

Di sisi lain, BTN melihat kerja sama dengan RSUP Prof I.G.N.G Ngoerah sebagai bagian dari transformasi bisnis perbankan. Dari penyedia layanan transaksi menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekosistem usaha.

“BTN siap mendukung kebutuhan RSUP Ngoerah melalui layanan transaksi digital, sistem pembayaran, serta solusi finansial yang sesuai dengan kebutuhan institusi dan para pegawainya,” jelas Nixon.

Dukungan tersebut berpotensi diperluas melalui pembiayaan dan kolaborasi pemasaran sesuai kebutuhan. BTN juga berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi nasabah prioritas dan pegawai melalui akses terhadap layanan kesehatan RSUP Prof I.G.N.G Ngoerah. Termasuk potensi diskon atau manfaat khusus sesuai skema yang disepakati.

Nixon menegaskan, kemitraan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Tetapi berlanjut dalam program konkret yang memberikan manfaat berkelanjutan. Sinergi perbankan, kesehatan, dan pariwisata diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi kedua institusi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Bali.

Nixon menegaskan, BTN tengah serius menggarap empat sektor potensial di luar perumahan. Yakni pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan pemerintah daerah (pemda). Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar sektor perumahan.

“Menurut saya, keempat sektor ini memiliki market yang besar di Indonesia dan ini akan menjadi karakter pengembangan bisnis BTN ke depan selain perumahan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama RSUP Prof I.G.N.G Ngoerah Bali dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes. berharap, kerja sama dengan BTN dapat mendukung pengembangan institusi dan kesejahteraan pegawai. Melalui kerja sama ini, kedua pihak membuka peluang kolaborasi dalam layanan perbankan, fasilitas pembiayaan, dan program kemitraan. Sukadarma juga mengapresiasi dukungan BTN melalui penyediaan fasilitas ambulans serta akses layanan priority banking dan pembiayaan bagi pegawai rumah sakit.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menghadirkan pengelolaan keuangan yang semakin modern, transparan, efisien, dan akuntabel, sekaligus memberikan kemudahan serta manfaat nyata bagi seluruh pegawai rumah sakit,” katanya.

Pengembangan layanan non-JKN menjadi salah satu fokus transformasi RSUP Prof I.G.N.G Ngoerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan layanan wellness dan estetika melalui Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi rumah sakit untuk menjangkau pasien yang membutuhkan layanan kesehatan di luar skema JKN.

Sukadarma menilai, Bali memiliki potensi untuk mengembangkan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan sektor pariwisata. Sebagai destinasi wisata internasional, Bali memiliki peluang untuk menarik pasien yang membutuhkan layanan medis sekaligus memperoleh pengalaman wisata.

“Kami sangat yakin dengan modal yang kami miliki, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana prasarana, masih sangat mungkin mengembangkan layanan yang dapat bersaing hingga tingkat internasional,” jelasnya.***

Previous Post

Persiapan Haji Dimulai dari Perencanaan Keuangan, BRK Syariah Perkuat Layanan bagi Calon Jemaah

Berita Terkait

Dari Kampus ke Industri, BTN Ajak Anak Muda Bandung Ciptakan Inovasi Perumahan Melalui BTN Housingpreneur Batch 3
Finance

Dari Kampus ke Industri, BTN Ajak Anak Muda Bandung Ciptakan Inovasi Perumahan Melalui BTN Housingpreneur Batch 3

October 13, 2026

BANDUNG – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mendorong lahirnya inovasi untuk menjawab tantangan sektor perumahan nasional melalui...

Read more
BTN Buka Suara Soal Kasus Dana Nasabah Rp17 Miliar: Klaim Kerugian Harus Didukung Bukti, Bukan Opini

BTN Buka Suara Soal Kasus Dana Nasabah Rp17 Miliar: Klaim Kerugian Harus Didukung Bukti, Bukan Opini

October 13, 2026
BTN Gandeng BPD Bali, Perkuat Layanan Pembayaran PLN

BTN Gandeng BPD Bali, Perkuat Layanan Pembayaran PLN

October 10, 2026
BTN Ekspansi Bisnis di Bali, Perluas Transaksi ke Sektor Pariwisata hingga Pasar Tradisional

BTN Ekspansi Bisnis di Bali, Perluas Transaksi ke Sektor Pariwisata hingga Pasar Tradisional

October 10, 2026
BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.