• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Indonesia Berpotensi Kehilangan Uang Beredar hingga Rp 324 Triliun Karena Belanja Barang Luar Negeri

Indonesia Berpotensi Kehilangan Uang Beredar hingga Rp 324 Triliun Karena Belanja Barang Luar Negeri

January 18, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini, Indonesia berpotensi kehilangan uang beredar hingga Rp 324 triliun jika 10 juta warga memilih berbelanja di luar negeri. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Jumat, 17 Januari 2025, di Jakarta.

Airlangga menjelaskan, potensi kehilangan uang beredar tersebut dihitung berdasarkan rata-rata pengeluaran setiap orang Indonesia yang berbelanja di luar negeri, yaitu sekitar 2.000 dolar AS.

You might also like

Danantara Housing Expo Perkuat Ekosistem Perumahan, BTN Dorong KPR Makin Terjangkau

Danantara Housing Expo Perkuat Ekosistem Perumahan, BTN Dorong KPR Makin Terjangkau

August 28, 2026
Cari Rumah Makin Gampang Bareng BTN di Danantara Housing Expo 2026

Cari Rumah Makin Gampang Bareng BTN di Danantara Housing Expo 2026

August 26, 2026

Faktor utama yang mendorong masyarakat berbelanja di luar negeri adalah harga barang yang lebih kompetitif dibandingkan di dalam negeri.

“Barang yang dijual di Indonesia dikenakan bea masuk sebesar 25%, ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ini membuat harga barang di Indonesia lebih mahal,” ujar Airlangga.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga perputaran uang tetap berlangsung di dalam negeri, dengan menawarkan kebijakan yang mampu menekan selisih harga barang antara dalam dan luar negeri. Hal ini dinilai penting agar belanja masyarakat lebih berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi domestik.

Konsumsi masyarakat merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, turunnya daya beli masyarakat menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Jika tren belanja di luar negeri terus meningkat, dampaknya bisa melemahkan kontribusi konsumsi terhadap ekonomi domestik.

Menurut data Bank Indonesia (BI), perputaran uang di dalam negeri sepanjang 2024 mencapai Rp 1.064 triliun, meningkat 9,6% dibandingkan tahun 2023. Perputaran uang ini terjadi baik dalam bentuk tunai maupun transaksi non-tunai seiring meningkatnya adopsi cashless society.***

Previous Post

Naik Tajam, Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini — 18 Januari 2025

Next Post

Harga Emas Antam di Logam Mulia Terpantau Turun — 18 Januari 2024

Berita Terkait

Danantara Housing Expo Perkuat Ekosistem Perumahan, BTN Dorong KPR Makin Terjangkau
Finance

Danantara Housing Expo Perkuat Ekosistem Perumahan, BTN Dorong KPR Makin Terjangkau

by admin
August 28, 2026
0

TANGERANG – Danantara Housing Expo (DHE) 2026 memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan dengan mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan industri pendukung dalam...

Read more
Cari Rumah Makin Gampang Bareng BTN di Danantara Housing Expo 2026

Cari Rumah Makin Gampang Bareng BTN di Danantara Housing Expo 2026

August 26, 2026
Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

Laba BTN Melesat hingga Juli 2026, Kontribusi Sosial Terus Diperkuat

August 25, 2026
BTN Siapkan KPR hingga 40 Tahun untuk Hunian TOD Manggarai, Bunga 6% hingga Lunas

BTN Siapkan KPR hingga 40 Tahun untuk Hunian TOD Manggarai, Bunga 6% hingga Lunas

August 22, 2026
Next Post
Harga Emas Antam di Logam Mulia Terpantau Turun — 18 Januari 2024

Harga Emas Antam di Logam Mulia Terpantau Turun — 18 Januari 2024

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.