• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Naik di Bursa Malaysia, Ditopang Prediksi Penurunan Produksi

Harga CPO Naik di Bursa Malaysia, Ditopang Prediksi Penurunan Produksi

January 21, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga kontrak berjangka Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) meningkat pada perdagangan Senin, 20 Januari 2025. Kenaikan ini didorong oleh ekspektasi penurunan produksi CPO dalam beberapa pekan mendatang.

Berdasarkan data penutupan BMD, kontrak berjangka CPO untuk Februari 2025 naik sebesar 29 Ringgit Malaysia menjadi 4.470 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Maret 2025 menguat 24 Ringgit Malaysia menjadi 4.304 Ringgit Malaysia per ton.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

Harga kontrak lainnya juga menunjukkan tren positif. Kontrak April 2025 naik 16 Ringgit Malaysia menjadi 4.206 Ringgit Malaysia per ton, kontrak Mei 2025 meningkat 21 Ringgit Malaysia menjadi 4.143 Ringgit Malaysia per ton, dan kontrak Juni 2025 menguat 24 Ringgit Malaysia menjadi 4.112 Ringgit Malaysia per ton. Adapun kontrak Juli 2025 terkerek 21 Ringgit Malaysia menjadi 4.091 Ringgit Malaysia per ton.

Menurut laporan Bernama, kenaikan harga CPO didorong oleh perlambatan produksi yang diperkirakan akan terus berlanjut. Namun, analis minyak sawit David Ng mencatat bahwa lonjakan harga ini masih dibatasi oleh penurunan permintaan dari negara importir utama seperti India dan China.

“Kami melihat level support di 4.150 Ringgit Malaysia per ton dan level resistance di 4.300 Ringgit Malaysia per ton,” ujar David Ng.

Meskipun kenaikan harga CPO menjadi kabar positif bagi produsen, tantangan dari sisi permintaan global tetap menjadi perhatian utama pasar. Situasi ini diprediksi akan memengaruhi dinamika harga CPO dalam beberapa bulan mendatang.

Kenaikan harga CPO diperkirakan akan berdampak terhadap kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau seminggu ke depan.***

Previous Post

Harga Emas Antam Melonjak Dekati Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Next Post

Aktor Bollywood Saif Ali Khan Keluar dari Rumah Sakit Setelah Terima 6 Tusukan

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
Aktor Bollywood Saif Ali Khan Keluar dari Rumah Sakit Setelah Terima 6 Tusukan

Aktor Bollywood Saif Ali Khan Keluar dari Rumah Sakit Setelah Terima 6 Tusukan

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.