• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Puma Umumkan PHK 500 Karyawan, Saham Anjlok 23%

Puma Umumkan PHK 500 Karyawan, Saham Anjlok 23%

March 17, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan apparel olahraga asal Jerman, Puma (PUMG.DE), mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sekitar 500 karyawannya di seluruh dunia.

Langkah ini diambil sebagai dampak dari buruknya kinerja penjualan dan laba perusahaan pada triwulan terakhir 2024. Termasuk banyak faktor lain yang mempengaruhinya.

You might also like

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

June 23, 2026
Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

June 21, 2026

Menurut Kepala Keuangan Puma, Markus Neubrand, PHK harus dilakukan. Sejumlah toko mereka kini tidak lagi menghasilkan keuntungan yang cukup untuk menunjang kegiatan produksi perusahaan. “Ini menjadi keputusan yang sulit bagi perusahaan. Namun, harus tetap dilakukan,” katanya.

Markus Neubrand, menegaskan bahwa PHK karyawan juga didorong oleh lesunya pertumbuhan penjualan tahunan Puma, yang hanya naik 4,4% menjadi 8,82 miliar euro (US$9,62 miliar) pada 2024.

Buruknya kinerja tersebut langsung berdampak pada harga saham Puma, yang anjlok 23% ke level 21,90 euro. Penurunan ini menjadi yang terendah sejak November 2016.

Selain itu, Puma juga dihadapkan pada persaingan ketat dengan merek-merek besar seperti Adidas, Nike, serta pendatang baru seperti On Running dan Hoka, semakin menekan posisi Puma di pasar global. Di sisi lain, kondisi ekonomi yang tidak stabil di Amerika Serikat juga menjadi tantangan bagi perusahaan.

Menurut Kepala Eksekutif Puma, Arne Freundt, konsumen utama mereka di Amerika Serikat mengurangi belanja mereka. Semua itu karena ketidakpastian ekonomi saat ini.

“Di Februari memang buruk, tetapi Maret mulai menunjukkan sedikit perbaikan,” ujarnya dalam konferensi pers.

Meski harus mem-PHR ratusan karyawan, Puma menyatakan tetap optimistis. Puma masih yakin dengan strategi bisnis yang akan dijalankan di masa depan.

Manajemen menyatakan bahwa mereka masih menargetkan penjualan 4 juta hingga 6 juta pasang sepatu kets “Speedcat” sebagai bagian dari upaya meningkatkan performa perusahaan di tahun mendatang.***

Previous Post

Presiden Prabowo Bakal Resmikan Pabrik Emas Milik Freeport

Next Post

Phone 16 Series Siap Jual di Indonesia, Berikut 5 Model dan Daftar Perkiraan Harganya

Berita Terkait

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”
Internasional

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

by admin
June 23, 2026
0

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kekuatan militer negaranya di tengah meningkatnya ketegangan global. Ia...

Read more
Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

June 21, 2026
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Israel Abaikan Kesepakatan Damai AS-Iran, Serangan ke Lebanon Tetap Berlanjut

June 19, 2026
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Rancangan Kesepakatan Damai AS–Iran Mengemuka, Isyarat Baru Redakan Ketegangan Timur Tengah

June 14, 2026
Next Post
Phone 16 Series Siap Jual di Indonesia, Berikut 5 Model dan Daftar Perkiraan Harganya

Phone 16 Series Siap Jual di Indonesia, Berikut 5 Model dan Daftar Perkiraan Harganya

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.