• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

Kim Jong Un Perkuat Militer, Waspadai “Perang Nuklir di Depan Mata”

June 23, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kekuatan militer negaranya di tengah meningkatnya ketegangan global. Ia bahkan memperingatkan bahwa ancaman konflik nuklir disebut “semakin nyata dan berada di depan mata”.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sejumlah pertemuan dan laporan media pemerintah Korea Utara, di mana Pyongyang menilai situasi keamanan internasional saat ini semakin tidak stabil akibat apa yang mereka sebut sebagai kebijakan “permusuhan” dari negara-negara Barat dan sekutunya di kawasan Asia Timur.

You might also like

Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

June 21, 2026
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Israel Abaikan Kesepakatan Damai AS-Iran, Serangan ke Lebanon Tetap Berlanjut

June 19, 2026

Perkuat Senjata Nuklir dan Sistem Militer

Dalam arah kebijakan terbaru, Kim menegaskan bahwa Korea Utara akan terus mengembangkan dan memperluas kemampuan nuklirnya sebagai bentuk pertahanan nasional. Langkah ini disebut mencakup peningkatan kapasitas produksi senjata, modernisasi sistem peluncuran, hingga pengembangan teknologi militer baru.

Media pemerintah juga melaporkan adanya percepatan program persenjataan, termasuk pengembangan rudal jarak jauh, sistem artileri modern, serta berbagai perangkat militer strategis lain yang diklaim untuk memperkuat “deterrence” atau daya gentar terhadap musuh.

Ketegangan dengan Amerika Serikat dan Sekutu

Dalam pernyataannya, Pyongyang kembali menuding Amerika Serikat dan Korea Selatan memperburuk situasi melalui latihan militer gabungan serta kerja sama pertahanan yang semakin erat. Korea Utara menganggap aktivitas tersebut sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan mereka.

Di sisi lain, Korea Utara menegaskan bahwa statusnya sebagai negara bersenjata nuklir bersifat “final dan tidak dapat dibatalkan”, sehingga setiap tekanan internasional untuk pelucutan senjata dinilai tidak lagi relevan.

Peringatan Situasi Global yang Kian Rawan

Pemerintah Korea Utara juga menggambarkan kondisi dunia saat ini berada dalam fase yang sangat berbahaya, dengan risiko eskalasi konflik berskala besar termasuk kemungkinan perang nuklir.

Pernyataan ini memperkuat retorika keras Pyongyang yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten meningkatkan uji coba dan unjuk kekuatan militer sebagai bagian dari strategi pertahanan nasionalnya.

Dampak terhadap Stabilitas Kawasan

Peningkatan aktivitas militer Korea Utara diperkirakan akan kembali memicu kekhawatiran negara-negara di kawasan Asia Timur, terutama Korea Selatan dan Jepang, yang selama ini berada dalam jangkauan sistem persenjataan Pyongyang.

Sementara itu, komunitas internasional terus menyerukan dialog dan deeskalasi untuk meredakan ketegangan yang dinilai semakin berisiko memicu konflik terbuka.

Previous Post

Kejari Jaksel Terima Ratusan Barang Bukti Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

Next Post

Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

Berita Terkait

Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun
Internasional

Perang Melawan Iran Kuras Kantong AS, Biaya Operasi Militer Tembus Rp500 Triliun

by admin
June 21, 2026
0

Konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran terus memunculkan dampak besar, tidak hanya dari sisi keamanan dan geopolitik,...

Read more
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Israel Abaikan Kesepakatan Damai AS-Iran, Serangan ke Lebanon Tetap Berlanjut

June 19, 2026
Geopolitik Dunia Bergejolak, Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan dan Energi RI Aman

Rancangan Kesepakatan Damai AS–Iran Mengemuka, Isyarat Baru Redakan Ketegangan Timur Tengah

June 14, 2026
Skema Dana Jumbo UEA ke Iran Jadi Sorotan, Diduga untuk Redam Ketegangan Regional

Skema Dana Jumbo UEA ke Iran Jadi Sorotan, Diduga untuk Redam Ketegangan Regional

June 13, 2026
Next Post
Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.