• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya

Belanda Mendadak Setop Pakai Facebook, Ini Alasannya

April 24, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Belanda mengumumkan pihaknya tidak akan menggunakan Facebook lagi di masa depan. Mereka beralasan tujuannya untuk keamanan masyarakatnya.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri setempat pernah meminta Otoritas Perlindungan Data Belanda (DPA) memberikan masukkan apakah pemerintah bisa menggunakan laman Facebook dengan cara yang sesuai.

You might also like

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026
Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

September 27, 2026

DPA menyarankan kementerian tidak bergantung dengan Facebook untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Sebab pihak kementerian tidak memiliki gambar yang jelas soal cara Facebook menggunakan data pribadi orang yang berkunjung ke akun resmi mereka.

Menteri Digitalisasi Belanda, Alexandra van Huffelen mengatakan pemerintah masih menunggu jawaban Facebook soal kekhawatiran itu. Mereka tetap akan menjalankan saran DPA jika tidak ada jawaban dari anak usaha Meta tersebut.

“Pemerintah menginginkan kejelasan dari Meta sesegera mungkin, paling lambat sebelum reses musim panas, tentang bagaimana mereka mengatasi kekhawatiran kami,” jelasnya dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (23/4/2024).

“Jika tidak, sesuai dengan saran DPA, kami terpaksa menghentikan aktivitas kami di halaman Facebook,” tambahnya.

Sementara itu Meta telah angkat bicara. Perusahaan tak setuju dengan penilaian yang dikeluarkan lembaga Belanda itu.

Bahkan Meta menyebutnya ada “kesalahpahaman” soal cara kerja produknya. Menurut perusahaan, pihaknya memastikan layanannya telah mematuhi aturan yang ada di tempat beroperasi.

“Kami meninjau semua produk Meta untuk memastikan mereka mematuhi undang-undang di wilayah tempat kami menawarkan layanan kami, dan akan terus berhubungan dengan Pemerintah untuk memastikan mereka dapat menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan masyarakat,” jelas juru bicara Meta.

 

Sumber : CNBC Indonesia

Previous Post

Produk Tembakau yang Dipanaskan Minim Digunakan oleh Remaja di Negara-negara Maju

Next Post

Kembali Meraih Penghargaan, Kajari Bungo Terima Award KPKNL Jambi

Berita Terkait

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari
Teknologi

Amazfit T-Rex 3 Pro, Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai hingga 25 Hari

October 1, 2026

Amazfit T-Rex 3 Pro merupakan smartwatch tangguh kelas atas dari Amazfit, dibuat dengan material premium seperti bezel titanium grade 5...

Read more
Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

Bisakah AI Memusnahkan Manusia? Risiko yang Mulai Bikin Ilmuwan Khawatir

September 27, 2026
Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Pemerintah Australia, Pemerintah Bentuk Satgas Investigasi

Agen AI OpenAI Bobol Portal Data Pemerintah Australia, Pemerintah Bentuk Satgas Investigasi

September 26, 2026
Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa hingga Sumatra, Pakar Ungkap Mengapa Tak Merusak

Gempa Kepulauan Seribu M6,5 Terasa hingga Sumatra, Pakar Ungkap Mengapa Tak Merusak

September 12, 2026
Next Post
Kembali Meraih Penghargaan, Kajari Bungo Terima Award KPKNL Jambi

Kembali Meraih Penghargaan, Kajari Bungo Terima Award KPKNL Jambi

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.