• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Melemah Akibat Ringgit Menguat dan Ekspor Lesu

Harga CPO Melemah Akibat Ringgit Menguat dan Ekspor Lesu

July 16, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

HARGA CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan, Selasa, 15 Juli 2025. Pelemahan harga terjadi karena aksi ambil untung oleh para pedagang usai reli yang terjadi pada awal pekan.

Menurut Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr Sathia Varqa, para pelaku pasar cenderung mengunci keuntungan setelah harga CPO sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan terakhir pada Senin, 14 Juli 2025.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

Selain itu, penguatan tajam nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga turut menekan pasar. Menurut Varqa, penguatan ringgit membuat harga CPO yang berdenominasi ringgit menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.

Hal senada disampaikan analis pasar David Ng. Ia mengatakan ekspektasi perlambatan kinerja ekspor turut memberikan tekanan terhadap harga CPO dalam beberapa waktu ke depan.

“CPO turun di bawah RM4.200 per ton karena kekhawatiran terhadap ekspor yang melemah dalam beberapa minggu mendatang,” ujar Ng.

Ng juga menambahkan, level support harga berada di kisaran RM4.100 per ton, sementara resistance di level RM4.300 per ton.

Pada penutupan perdagangan 15 Juli 2925:

  • Kontrak spot bulan Juli tetap stabil di RM4.109 per ton,
  • Kontrak Agustus 2025 turun RM77 menjadi RM4.106 per ton,
  • Kontrak September 2025 turun RM84 menjadi RM4.146 per ton,
  • Kontrak Oktober 2025 melemah RM78 menjadi RM4.163 per ton,
  • Kontrak November 2025 turun RM70 ke level RM4.166 per ton,
  • Kontrak Desember 2025 turun RM63 menjadi RM4.168 per ton.

Volume perdagangan turut meningkat menjadi 128.330 lot dibandingkan 79.930 lot pada hari sebelumnya. Sementara itu, posisi open interest tercatat naik menjadi 231.153 kontrak dari sebelumnya 230.086 kontrak.

Sementara itu, harga CPO fisik untuk kawasan Selatan Malaysia pada Juli juga mengalami penurunan RM70 menjadi RM4.120 per ton.***

— Bernama

Previous Post

Service Excellence Perkuat Posisi BRK Syariah di Hati Nasabah

Next Post

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2025, Simak Pergerakannya

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2025, Simak Pergerakannya

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2025, Simak Pergerakannya

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.