• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BGN Diminta Perketat Pengawasan Agar Kasus Keracunan di Makan Bergizi Gratis Tak Terulang

BGN Diminta Perketat Pengawasan Agar Kasus Keracunan di Makan Bergizi Gratis Tak Terulang

July 29, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Badan Gizi Nasional (BGN) diminta untuk memperketat pengawasan agar ke depan kasus keracunan massal di Program Makan Bergizi Gratis — seperti di Nusa Tenggara Timur — tidak terulang kembali.

Hal ini dipertegas oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, di Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 28 Juli 2025.

You might also like

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

August 18, 2026
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

August 14, 2026

“Kita memperkirakan kejadian-kejadian seperti itu (keracunan) tidak terulang,” ujarnya.

Dasco menyebut, BGN kini telah memiliki sistem pengawasan yang lebih ketat terhadap Program Makan Bergizi Gratis pemerintah.

Dia mengklaim sistem yang baru melibatkan petugas khusus di lapangan untuk memantau kualitas makanan, distribusi, dan pembayaran MBG kepada pihak penyedia.

Sebelumnya, insiden keracunan massal terjadi di dua wilayah di NTT, yakni di Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Sebanyak 215 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program MBG.

Rinciannya, 140 siswa berasal dari SMPN 8 Kupang, sementara 75 lainnya berasal dari tiga sekolah di Sumba Barat Daya.

Para siswa mengalami berbagai gejala, mulai dari mual, muntah, diare, pusing, hingga gatal-gatal. Sebagian di antaranya bahkan harus mendapat perawatan medis di rumah sakit setempat.

Kasus ini mendapat sorotan luas, termasuk dari Komisi IX DPR RI yang mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kelalaian penyedia makanan dalam program MBG tersebut.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang ditargetkan menjangkau 20 juta penerima sebelum 17 Agustus 2025.

Namun, insiden seperti ini dinilai dapat mengganggu pencapaian target serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.***

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 28 Juli 2025, Simak Rincian Selengkapnya

Next Post

3 Orang Tewas dalam Insiden Kereta Tergelincir di Jerman Barat

Berita Terkait

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg
Nasional

Pemerintah Belum Buka Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Ini Kata Mensesneg

by admin
August 18, 2026
0

Gempa Nusa Tengga Timur (NTT) memaksa pemerintah bergerak cepat menyalurkan logistik dan menyiapkan pengungsian bagi warga terdampak. Hingga Senin, 17...

Read more
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

August 14, 2026
Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

August 13, 2026

Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, 5 Orang Meninggal dan 227 Selamat

August 2, 2026
Next Post
3 Orang Tewas dalam Insiden Kereta Tergelincir di Jerman Barat

3 Orang Tewas dalam Insiden Kereta Tergelincir di Jerman Barat

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.