• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pengurangan Jumlah Bandara Internasional Dinilai Picu Pemerataan Pembangunan

Pengurangan Jumlah Bandara Internasional Dinilai Picu Pemerataan Pembangunan

May 1, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), Denon Prawiraatmadja, menegaskan bahwa pengurangan jumlah bandara internasional akan meningkatkan konektivitas transportasi udara dan pemerataan pembangunan.

Denon menjelaskan bahwa dengan pola penerbangan “hub and spoke”, bandara di kota kecil akan menjadi penyangga bagi bandara di kota yang lebih besar. Hal ini akan memungkinkan semua bandara untuk beroperasi dengan baik dan meningkatkan konektivitas penerbangan, serta menghindari ketidakseimbangan antara penerbangan internasional dan domestik.

You might also like

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

April 1, 2026
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026

Pola penerbangan ini juga dianggap akan meningkatkan bisnis penerbangan nasional dan efisiensi pelayanan kepada penumpang. Hal ini juga sejalan dengan praktik internasional yang menggunakan pola “hub and spoke”.

Denon juga menyoroti bahwa keberadaan banyak bandara internasional dapat meningkatkan risiko keamanan dan pertahanan negara karena membuka lebih banyak pintu masuk ke Indonesia yang harus dijaga.

Pemerintah dianggap telah melakukan penataan yang adil terkait jumlah bandara internasional. Bandara dengan status domestik masih dapat melayani penerbangan internasional untuk kepentingan tertentu secara temporer, seperti kegiatan internasional, embarking dan disembarking haji, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan demikian, pengurangan jumlah bandara internasional diharapkan akan memacu pemerataan pembangunan dan meningkatkan efisiensi pelayanan transportasi udara di Indonesia.

 

sumber : detik.com

Previous Post

Rupiah Melemah setelah Data PCE Deflator AS Menunjukkan Disinflasi yang Stagnan

Next Post

75 Persen Perusahaan Anggap AI Penting dalam Proses Perekrutan

Berita Terkait

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara
Nasional

Mulai 1 April, 1.256 Dapur MBG di Indonesia Timur Disetop Sementara

by admin
April 1, 2026
0

Sebanyak 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Indonesia Timur dihentikan sementara operasionalnya...

Read more
Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

Wacana WFH Masih Digodok, Pemerintah Tunggu Keputusan Presiden Sebelum Diumumkan

March 25, 2026
Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

Catat! 18 Maret Jadi Hari Terpadat Mudik Lebaran 2026, Arus Balik Memuncak 25 Maret

March 11, 2026
Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

Lebaran 2026: Mendagri Minta Kepala Daerah “Jangan Mudik”, Wajib Siaga di Wilayah

March 8, 2026
Next Post
75 Persen Perusahaan Anggap AI Penting dalam Proses Perekrutan

75 Persen Perusahaan Anggap AI Penting dalam Proses Perekrutan

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.