• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Apa Itu Experiential Lifestyle? Tren Gaya Hidup Generasi Milenial dan Gen Z

September 26, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Gaya hidup manusia terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Jika dulu kesuksesan sering diukur dari kepemilikan materi, kini banyak orang mulai beralih pada konsep hidup yang lebih sederhana namun penuh makna. Salah satu tren yang semakin populer adalah experiential lifestyle, sebuah gaya hidup yang lebih menekankan pengalaman dibandingkan barang mewah.

Experiential lifestyle lahir dari pandangan bahwa pengalaman mampu memberikan kepuasan jangka panjang, sementara barang cenderung hanya memberi kebahagiaan sesaat. Misalnya, seseorang yang membeli ponsel terbaru mungkin merasa senang, tetapi rasa puas itu perlahan memudar seiring hadirnya produk baru. Sebaliknya, pengalaman traveling, menghadiri konser musik, atau mencoba kuliner unik akan terus diingat dan bahkan bisa menjadi cerita berharga sepanjang hidup.

You might also like

Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

September 25, 2026
Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

August 26, 2026

Generasi milenial dan Gen Z menjadi penggerak utama gaya hidup ini. Kehadiran media sosial membuat berbagi pengalaman semakin mudah. Foto perjalanan ke destinasi eksotis, momen menonton konser idola, atau sekadar pengalaman mencoba kafe baru bisa dibagikan dan dinikmati bersama audiens yang lebih luas. Hal ini memperkuat keinginan untuk mencari pengalaman, bukan hanya mengoleksi barang.

Dari sisi psikologis, penelitian menunjukkan bahwa pengalaman lebih efektif dalam membangun kebahagiaan. Aktivitas yang melibatkan interaksi sosial, tantangan baru, atau pengetahuan segar dapat meningkatkan rasa kepuasan hidup. Berbeda dengan barang, pengalaman menciptakan keterikatan emosional yang lebih dalam, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain yang ikut merasakannya.

Fenomena ini juga mengubah wajah industri global. Pariwisata, hiburan, dan kuliner berkembang pesat karena semakin banyak orang rela mengalokasikan anggaran mereka untuk menikmati pengalaman baru. Hotel-hotel tidak hanya menjual kamar, tetapi juga menawarkan paket pengalaman lokal seperti kelas memasak atau tur budaya. Restoran menghadirkan konsep unik agar pengunjung tidak hanya makan, tetapi juga menikmati atmosfer dan cerita di balik menu.

Namun, experiential lifestyle bukan berarti mengabaikan materi sepenuhnya. Barang masih dibutuhkan, tetapi bukan menjadi tujuan utama. Dalam gaya hidup ini, barang dipandang sebagai pendukung untuk menciptakan pengalaman. Kamera, misalnya, bukan sekadar alat, melainkan sarana untuk merekam kenangan perjalanan.

Di Indonesia, tren ini semakin terlihat jelas. Generasi muda lebih memilih menghabiskan akhir pekan dengan traveling singkat, mengikuti festival musik, atau menjelajahi kafe kekinian. Mereka tidak ragu mengurangi belanja barang demi bisa menikmati pengalaman yang menurut mereka lebih berharga. Tren ini juga membuat konten review pengalaman di media sosial semakin diminati karena dianggap autentik dan inspiratif.

Pada akhirnya, experiential lifestyle menegaskan bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada seberapa banyak barang yang dimiliki. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mengisi hidup dengan pengalaman yang berarti, membangun hubungan dengan orang lain, serta menciptakan kenangan yang akan terus melekat sepanjang waktu. Di tengah dunia yang semakin materialistis, gaya hidup ini menjadi alternatif segar untuk menemukan kebahagiaan sejati.

Previous Post

Aplikasi Fitness Tracker, Asisten Pintar untuk Gaya Hidup Sehat

Next Post

Agar HP Tidak Mudah Panas, Begini Cara Menjaga Suhu Smartphone

Berita Terkait

Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas
Lifestyle

Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

September 25, 2026

Tidur saat jam kerja umumnya identik dengan anggapan malas atau tidak profesional. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya berlaku di Jepang....

Read more
Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

August 26, 2026
Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

August 15, 2026
Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

August 12, 2026
Next Post

Agar HP Tidak Mudah Panas, Begini Cara Menjaga Suhu Smartphone

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.