• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Internet Langsung dari Satelit: Inovasi Starlink dan Samsung Ubah Masa Depan 6G

November 3, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Dua raksasa teknologi dunia, Starlink dan Samsung, tengah bersiap membawa dunia menuju babak baru konektivitas global. Keduanya dikabarkan berkolaborasi mengembangkan teknologi internet langsung dari satelit ke perangkat, tanpa memerlukan menara seluler konvensional seperti yang digunakan jaringan 4G dan 5G saat ini.

Langkah ambisius ini disebut sebagai bagian dari persiapan menuju era jaringan 6G, di mana koneksi internet tidak lagi bergantung pada infrastruktur di darat, melainkan langsung dikirimkan dari orbit.

You might also like

X Money Jadi Langkah Baru Elon Musk Kembangkan Super App Global

X Money Jadi Langkah Baru Elon Musk Kembangkan Super App Global

March 16, 2026
AI Jadi Senjata Baru Perang Modern, AS Mampu Serang 1.000 Target dalam Sekejap

AI Jadi Senjata Baru Perang Modern, AS Mampu Serang 1.000 Target dalam Sekejap

March 7, 2026

Kolaborasi Starlink dan Samsung

Dalam proyek ini, Starlink — perusahaan layanan internet satelit milik Elon Musk — menggandeng Samsung untuk merancang modem cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI). Modem tersebut akan memiliki kemampuan prediksi jalur satelit dan optimasi sinyal secara real-time, sehingga memungkinkan perangkat seperti ponsel terhubung langsung ke satelit tanpa harus melalui base transceiver station (BTS) di darat.

Samsung dikabarkan tengah mengembangkan chip modem yang dilengkapi Neural Processing Unit (NPU), teknologi yang berfungsi untuk mengelola koneksi dinamis antara perangkat dan satelit yang terus bergerak di orbit rendah Bumi (LEO). Dengan sistem ini, ponsel bisa mendapatkan sinyal kuat dan stabil di mana pun berada — bahkan di daerah terpencil tanpa jaringan darat.

Menuju Internet Tanpa Menara Seluler

Starlink sebelumnya telah meluncurkan proyek Direct-to-Cell, di mana satelitnya berfungsi seperti menara seluler di angkasa. Teknologi ini memungkinkan pengguna ponsel menerima sinyal langsung dari satelit tanpa perlu perangkat tambahan.

Kerja sama dengan Samsung akan menyempurnakan proyek tersebut dengan kemampuan AI yang lebih efisien, menjadikannya langkah awal menuju jaringan 6G non-terestrial. Teknologi ini diharapkan bisa menghapus batas geografis dan memberikan akses internet ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Potensi Dampak Global

Jika kolaborasi ini berhasil, dunia akan menyaksikan transformasi besar dalam infrastruktur telekomunikasi. Tidak lagi diperlukan ribuan menara pemancar di setiap kota, karena konektivitas akan dikirim langsung dari orbit. Hal ini bisa mengurangi biaya pembangunan jaringan, memperluas akses internet, dan mempercepat pemerataan koneksi global.

Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, teknologi ini bisa menjadi solusi nyata untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit dibangun menara sinyal. Dari pelosok Riau hingga pedalaman Papua, layanan internet berbasis satelit langsung dapat menjadi game changer dalam pemerataan digital nasional.

Tantangan dan Pengembangan Teknologi

Meski menjanjikan, proyek ini menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah kebutuhan daya yang efisien pada modem ponsel dan sinkronisasi posisi antara satelit dan perangkat yang terus bergerak. Selain itu, regulasi spektrum frekuensi juga menjadi isu penting, karena penggunaan frekuensi lintas negara membutuhkan koordinasi internasional.

Samsung dan Starlink disebut sedang menguji prototipe chip modem yang dapat beroperasi di berbagai frekuensi satelit, termasuk pita frekuensi S dan L. Teknologi ini juga diharapkan mampu mendukung komunikasi dua arah dengan latensi rendah, menjadikannya setara atau bahkan lebih cepat dari jaringan 5G.

Masa Depan Komunikasi 6G

Kolaborasi ini menandai langkah nyata menuju implementasi jaringan 6G berbasis non-terrestrial network (NTN). Dalam konsep ini, internet tidak lagi bergantung pada infrastruktur di permukaan bumi, melainkan memanfaatkan kombinasi antara satelit, drone, dan sistem komunikasi udara lainnya.

Para ahli menilai bahwa jaringan 6G akan mampu menghadirkan kecepatan hingga 100 kali lipat lebih tinggi dari 5G, serta latensi hampir nol. Kombinasi Starlink dan Samsung bisa menjadi pionir dalam mewujudkan visi tersebut, menjadikan konektivitas digital benar-benar tanpa batas ruang dan waktu.

Source: Kompas
Previous Post

Plant-Based Lifestyle: Gaya Hidup Sehat dan Ramah Lingkungan yang Kian Populer

Next Post

Deretan Lulusan Akademi Militer Magelang yang Jadi Tokoh Nasional

Berita Terkait

X Money Jadi Langkah Baru Elon Musk Kembangkan Super App Global
Teknologi

X Money Jadi Langkah Baru Elon Musk Kembangkan Super App Global

by admin
March 16, 2026
0

Pemilik platform media sosial X, Elon Musk, kembali membuat gebrakan di industri teknologi dengan mengumumkan peluncuran X Money, layanan dompet...

Read more
AI Jadi Senjata Baru Perang Modern, AS Mampu Serang 1.000 Target dalam Sekejap

AI Jadi Senjata Baru Perang Modern, AS Mampu Serang 1.000 Target dalam Sekejap

March 7, 2026
HP China Bergaya iPhone 17 Pro Max Makin Ramai di Pasar, Desain Premium Kini Tak Harus Mahal

HP China Bergaya iPhone 17 Pro Max Makin Ramai di Pasar, Desain Premium Kini Tak Harus Mahal

March 3, 2026
HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

Memulai Bisnis Digital: Peluang Usaha Menjanjikan di Era Teknologi

February 26, 2026
Next Post
Deretan Lulusan Akademi Militer Magelang yang Jadi Tokoh Nasional

Deretan Lulusan Akademi Militer Magelang yang Jadi Tokoh Nasional

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.