• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dua Kapal Nelayan Indonesia Hilang di Perairan Australia

Dua Kapal Nelayan Indonesia Hilang di Perairan Australia

March 3, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Dua kapal nelayan Indonesia dinyatakan hilang di Australia, setelah diterpa badai topan Ilsa beberapa hari lalu.

Sementara sepuluh nelayan Indonesia berhasil diselamatkan oleh aparat setempat di lepas pantai utara Australia Barat.

You might also like

Master Plan Pariwisata Berkelanjutan untuk Raja Ampat Pasca Ribut-ribut Izin Tambang

Master Plan Pariwisata Berkelanjutan untuk Raja Ampat Pasca Ribut-ribut Izin Tambang

June 11, 2025
Ada di Indonesia, Inilah 5 Tempat Wisata yang Paling Anti dengan Kehadiran Perempuan

Ada di Indonesia, Inilah 5 Tempat Wisata yang Paling Anti dengan Kehadiran Perempuan

April 30, 2025

Diperkirakan, topan Isla mengandaskan dua kapal nelayan tersebut ke sebuah pulau kecil bernama Pulau Bedwell, sekitar 300 mil laut dari Broome, Austalia Barat.

Sepuluh nelayan yang berhasil diselamatkan sebelumnya berada di kapal penangkap ikan bernama Express.

Sebelum berhasil diselamatkan, kesepuluh nelayan itu luntang-lantung di tengah laut selama enam hari tanpa makanan serta air bersih.

Keberadaan mereka yang terdampar berhasil dilihat oleh pesawat Australian Border Force (ABF) yang melintas di sana.

Usaha penyelamatan kemudian dilakukan, di mana para nelayan tersebut kemudian dipindahkan ke Broome dengan helikopter dan kemudian mendapatkan bantuan medis.

Namun delapan nelayan yang berada di kapal kedua, Putri Jaya, hilang dan diperkirakan tenggelam.

Warga di pulau Rote di Nusa Tenggara Timur mengatakan kepada ABC bahwa dua kapal lain yang berlayar dalam waktu bersamaan – meski mengikuti jalur terpisah- sampai sekarang belum diketahui nasibnya.

Dua kapal tersebut masing-masing adalah Cahaya Alor dan Tuan Muda.

Disebutkan bahwa ada sembilan orang berada di kapal Cahaya Alor, tetapi belum diketahui berapa orang di kapal Tuan Muda.

ABC sudah menghubungi Otoritas Keamanan Maritim Australia (AMSA) untuk menanyakan hal tersebut dan berusaha mencari keberadaan kedua kapal tersebut.

Seorang selamat dari Putri Jaya

Kiriman pesan SMS dari AMSA kepada Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (BASARNAS) Indonesia yang dilihat oleh ABC menjelaskan pengalaman dramatis salah seorang nelayan yang berada di kapal Putri Jaya.

Rama Jalatino berada di kapal Putri Jaya saat melaut pada 12 April, di mana gelombang besar membuat kapal rusak dan mulai tenggelam.

Rama kemudian mengikatkan diri pada sebuah drum plastik berisi air sebelum kemudian meloncat ke laut sekitar jam 3 pagi.

Dia berenang selama 30 jam sampai dia melihat adanya daratan dan menuju ke sana.

Beruntungnya daratan itu adalah Bedwell Island, di mana dia bertemu awak kapal nelayan Express.

Musibah menjelang Lebaran

Ibu dari salah seorang awak kapal Putri Jaya yang hilang mengatakan terkejut dengan berita ini apalagi terjadi menjelang Lebaran.

Kusmawati mengatakan anaknya yang berusia 27 tahun, Yamin Pulling, hilang.

“Sebagai orangtua, saya sedih sekali. Ini menjelang Lebaran dan dia tidak bersama kami, saya sangat terguncang,” katanya.

“Saya meminta pertolongan kepada pemerintah Australia untuk mencari dan menemukan dia karena dia tulang punggung keluarga dan satu-satunya harapan kami.

“Sebelum pergi, Yamin mengatakan kepada saya dia akan pergi ke Australia untuk menangkap ikan.

“Dia ingin memberikan uang kepada saya, orangtuanya, memberikan uang untuk merayakan Idul Fitri namun sekarang dia terkena musibah.

Susahnya upaya penyelamatan

Gordon Watt dari perusahaan PHI Aviation yang mengirimkan helikopter untuk mengevakuasi para nelayan dari Bedwell Island mengatakan mereka harus membuat tenda darurat di pantai tidak jauh dari lokasi terdamparnya kapal Express.

Dia mengatakan para nelayan tersebut “sangat bersyukur” ketika tim PHI Aviation tiba.

“Mereka yang selamat ini mengatakan mereka memerlukan air minum dan makanan,” katanya.

“Mereka sudah berada di sana selama beberapa hari dalam situasi yang rawan tanpa makanan dan air.

“Mereka senang sekali melihat tim kami yang membawa mereka ke daratan di Australia.”

Watt mengatakan upaya penyelamatan sulit dilakukan karena mereka tiba ketika hari gelap dan helikopter tidak bisa mendarat di pantai berpasir sehingga mereka harus menaikkan semua awak nelayan itu dengan tali.

“Jadi ini sangat menantang bagi para awak kami melakukan penyelamatan dan kami senang bahwa bisa membawa mereka dengan aman kembali ke Broome,” katanya.

Previous Post

Apple Kubur Mimpi Bikin Mobil Listrik, Reaksi Tak Terduga Elon Musk Curi Perhatian

Next Post

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Berita Terkait

Master Plan Pariwisata Berkelanjutan untuk Raja Ampat Pasca Ribut-ribut Izin Tambang
Uncategorized

Master Plan Pariwisata Berkelanjutan untuk Raja Ampat Pasca Ribut-ribut Izin Tambang

by admin
June 11, 2025
0

Pemerintah tengah menyusun rencana induk (master plan) pembangunan pariwisata berkelanjutan di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya,  menyusul kerusakan ekosistem hutan akibat aktivitas...

Read more
Ada di Indonesia, Inilah 5 Tempat Wisata yang Paling Anti dengan Kehadiran Perempuan

Ada di Indonesia, Inilah 5 Tempat Wisata yang Paling Anti dengan Kehadiran Perempuan

April 30, 2025
5 Rekomendasi Wisata Gratis di Bandung yang Seru untuk Dikunjungi

5 Rekomendasi Wisata Gratis di Bandung yang Seru untuk Dikunjungi

April 26, 2025
5 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Sekitar Jakarta

5 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Sekitar Jakarta

April 24, 2025
Next Post
Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

Perluas Layanan Kepada Nasabah, BRK Syariah Resmikan 2 Kantor di Kabupaten Siak

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.