• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’

Profesor Ini Ungkap di Indonesia Ada ‘Tanaman Penghasil Emas’

May 12, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Prof. Hamim, seorang Pakar Biologi Tumbuhan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), sangat yakin bahwa beberapa tumbuhan endemik Indonesia mampu menghasilkan logam mulia, termasuk emas, katanya dalam Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap IPB, beberapa waktu lalu. “Logam mulia, dapat diekstraksi dari tanaman yang mampu menyerap logam berat,” tuturnya.

Logam berat merupakan komponen yang tahan terhadap terdegradasi. Dia bisa bertahan di tanah bahkan selama ratusan tahun. Dia menyebut itu adalah tanaman hiperakumulator—yang mampu menyerap logam berat dalam jumlah besar di jaringannya—menjadi kunci dalam proses fitoremediasi dan fitomining.

You might also like

Ketua Pansus DPRD Riau, Abdullah: Dorong APBD “Kembali ke Dua Digit”

Ketua Pansus DPRD Riau, Abdullah: Dorong APBD “Kembali ke Dua Digit”

November 27, 2025

Memilih Sampo Non-SLS yang Tepat untuk Rambut dan Kulit Kepala yang Lebih Sehat

November 16, 2025

Dia menjelaskan, jenis tanaman hiperakumulator selama ini dimanfaatkan untuk membersihkan lingkungan. Karena cara kerjanya sangat efektif untuk kegiatan itu. Namun hiperakumulator juga bisa digunakan untuk mengekstraksi logam-logam berharga, seperti nikel, perak, emas, platina, dan thallium dalam kegiatan yang dikenal sebagai phytomining.

Guru Besar Tetap di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University itu menjelaskan, Indonesia, dengan daratan ultrabasa terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan penggunaan tanaman hiperakumulator. Namun, Prof. Hamim menilai bahwa potensi ini belum tergarap sepenuhnya, “…dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari berbagai pihak.”

Contohnya, penelitian di sekitar tailing dam tambang emas PT Antam UBPE Pongkor, menunjukkan bahwa tanaman bayam-bayaman memiliki kemampuan akumulasi emas tertinggi, meski dengan biomassa yang rendah. Tanaman lembang juga diidentifikasi dapat menghasilkan emas dalam jumlah tertentu per hektar, memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Dalam eksperimennya, Prof. Hamim menyoroti bahwa penggunaan dark septate endofit dan jamur mikoriza dapat membantu tanaman beradaptasi dengan lingkungan tercemar logam berat, mendukung program fitoremediasi. Selain itu, penggunaan amonium tiosianat sebagai ligan pelarut emas juga dianggap potensial untuk meningkatkan serapan emas oleh tanaman, menjadikannya pilihan yang baik untuk program phytomining di lokasi tailing tambang emas.

“Potensi tanaman hiperakumulator ini menjadi peluang berharga untuk mengatasi dampak lingkungan dan ekonomi, membutuhkan sinergi antara penelitian lebih lanjut dan perhatian dari berbagai pihak terkait,” katanya.

Tanaman hiperakumulator merupakan tanaman yang digunakan dalam penerapan teknik fitoremediasi dimana memiliki kemampuan mengakumulasi zat kontaminan di bagian akar, batang maupun daun. Tidak semua jenis tanaman penyerap kontaminan dapat dikatakan sebagai tanaman hiperakumulator (e-journal.unmas.ac,id:).

Setidaknya ada 3 jenis tanaman hiperakumulator yang umum dikenal, yakni akar wangi (Vetiveria zizanioides), lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dan eceng gondok (Eichhornia crassipes) termasuk kedalam jenis tanaman hiperakumulator.

Previous Post

Panduan Bagaimana Cara Beternak Cacing Tanah untuk Pemula Sampai Panen

Next Post

Tahukah Kamu, Saffron Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Berita Terkait

Ketua Pansus DPRD Riau, Abdullah: Dorong APBD “Kembali ke Dua Digit”
Berita

Ketua Pansus DPRD Riau, Abdullah: Dorong APBD “Kembali ke Dua Digit”

by admin
November 27, 2025
0

PEKANBARU — DPRD Riau secara resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah, Kamis (27/11/2025). Langkah ini menjadi upaya serius...

Read more

Memilih Sampo Non-SLS yang Tepat untuk Rambut dan Kulit Kepala yang Lebih Sehat

November 16, 2025
Menanam Asa di Tanah Lampung: Langkah Nyata Kasal Muhammad Ali untuk Wujudkan Kemandirian Pangan

Menanam Asa di Tanah Lampung: Langkah Nyata Kasal Muhammad Ali untuk Wujudkan Kemandirian Pangan

October 28, 2025

Game Digital Budaya Lokal, Cara Seru Menanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini

October 12, 2025
Next Post
Tahukah Kamu, Saffron Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Tahukah Kamu, Saffron Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.