• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, UKMK Didorong Gunakan Produk Berbahan Sawit

Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, UKMK Didorong Gunakan Produk Berbahan Sawit

Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, UKMK Didorong Gunakan Produk Berbahan Sawit

June 18, 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Pelaku usaha kecil, menengah dan Koperasi (UKMK) didorong untuk beralih ke produk berbahan sawit, dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Selain itu, langkah ini dapat meningkatkan nilai tambah sawit Indonesia.

You might also like

Affiliate Marketing: Peluang Cuan Digital yang Bisa Dimulai Siapa Saja

Affiliate Marketing: Peluang Cuan Digital yang Bisa Dimulai Siapa Saja

December 12, 2025
Bagaimana Negara Maju Mengelola Pajak untuk Kesejahteraan Warga

Bagaimana Negara Maju Mengelola Pajak untuk Kesejahteraan Warga

December 11, 2025

Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kemitraan BPDPKS, Kabul Wijayanto, mengatakan bahwa dorongan ini adalah bagian dari penguatan hilirisasi sawit.

“Selama ini kita hanya menggunakan bahan mentahnya dan tidak memprosesnya menjadi produk turunan. Akibatnya, kita tidak mendapat manfaat lebih,” katanya.

Ia menambahkan bahwa produk turunan sawit diharapkan bisa digunakan untuk kebutuhan domestik bahkan ekspor.

Salah satu fokus BPDPKS adalah mendorong UKMK batik menggunakan bahan baku sawit.

“Kenapa batik? Karena batik merupakan produk budaya Indonesia dengan kekhasan dan ciri masing-masing di setiap daerah, seperti Solo, Jogja, Pekalongan, Cirebon, Madura, bahkan Sumatera,” kata Kabul.

Saat ini, pembuatan batik banyak menggunakan lilin atau parafin impor sebagai bahan baku. Hal ini menyebabkan biaya produksi batik menjadi tinggi.

“Jika bahan baku diimpor, otomatis mahal, sehingga harga jual batik ikut terdongkrak,” jelas Kabul.

Dia mengklaim bahwa BPDPKS berupaya mendorong UKMK untuk beralih menggunakan lilin berbahan baku sawit, hasil penelitian dari kerja sama BPDPKS dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain lilin berbahan sawit, BPDPKS dan BRIN juga telah menghasilkan berbagai produk turunan kelapa sawit lainnya.***

Previous Post

Waspada Antraks dan PMK, Berapa Lama Daging Kurban Boleh Disimpan? Ini Kata Pakar

Next Post

Prof Dr Reda Manthovani: Ses deux jambes ont été amputées, mais il est devenu un athlète extraordinaire. (L’histoire d’une athlète paralympique de Paris 2024).

Berita Terkait

Affiliate Marketing: Peluang Cuan Digital yang Bisa Dimulai Siapa Saja
Ekbis

Affiliate Marketing: Peluang Cuan Digital yang Bisa Dimulai Siapa Saja

by admin
December 12, 2025
0

Di era digital, peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan semakin terbuka lebar. Salah satunya lewat program affiliate marketing atau yang lebih...

Read more
Bagaimana Negara Maju Mengelola Pajak untuk Kesejahteraan Warga

Bagaimana Negara Maju Mengelola Pajak untuk Kesejahteraan Warga

December 11, 2025
Harga CPO Melemah Lagi Akibat Permintaan Ekspor Tekan Pasar

Harga CPO Melemah Lagi Akibat Permintaan Ekspor Tekan Pasar

December 5, 2025
Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

December 4, 2025
Next Post
Prof Dr Reda Manthovani: Ses deux jambes ont été amputées, mais il est devenu un athlète extraordinaire. (L’histoire d’une athlète paralympique de Paris 2024).

Prof Dr Reda Manthovani: Ses deux jambes ont été amputées, mais il est devenu un athlète extraordinaire. (L’histoire d’une athlète paralympique de Paris 2024).

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.