• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO di BMD Melonjak Akibat Ekspektasi Penurunan Produksi

Harga CPO di BMD Melonjak Akibat Ekspektasi Penurunan Produksi

February 18, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melonjak pada perdagangan Senin, 17 Februari 2025. Kenaikan ini merupakan lanjutan dari tren penguatan harga dari pekan lalu.

Adapun kenaikan harga CPO ditopang oleh ekspektasi adanya penurunan produksi secara musiman yang akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 naik RM42 menjadi RM4.742 per tonnya. Sementara itu, kontrak CPO April 2025 menguat RM40 menjadi RM4.632 per ton.

Kenaikan juga terjadi pada kontrak berjangka CPO Mei 2025 yang meningkat RM43 menjadi RM4.542 Ringgit Malaysia per ton, serta kontrak CPO Juni 2025 yang naik RM45 ke level RM4.449 per tonnya.

Sementara itu, untuk kontrak berjangka CPO Juli 2025, harga terkerek RM44 menjadi RM4.365 per ton. Sedangkan kontrak CPO Agustus 2025 menguat dengan kenaikan serupa ke level RM4.304 per tonnya.

Berdasarkan laporan dari Kantor Berita Malaysia, Bernama, analis pasar David Ng menyatakan bahwa kenaikan harga CPO dipicu oleh ekspektasi penurunan produksi musiman yang lebih lemah dalam waktu dekat.

Selain itu, penguatan harga palm olein di Dalian Commodity Exchange turut memberikan dorongan positif. “Harga CPO bergerak pada level support 4.500 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.600 Ringgit Malaysia per ton,” ujarnya.***

Sumber: Investor.id

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 18 Februari 2025: Termasuk Antam dan Gelari24, UBS Turun Lebih Tajam

Next Post

Resep Sarden Bihun, Cocok Untuk Menu Makan Siang

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
Resep Sarden Bihun, Cocok Untuk Menu Makan Siang

Resep Sarden Bihun, Cocok Untuk Menu Makan Siang

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.