• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO di BMD Melonjak Akibat Ekspektasi Penurunan Produksi

Harga CPO di BMD Melonjak Akibat Ekspektasi Penurunan Produksi

February 18, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melonjak pada perdagangan Senin, 17 Februari 2025. Kenaikan ini merupakan lanjutan dari tren penguatan harga dari pekan lalu.

Adapun kenaikan harga CPO ditopang oleh ekspektasi adanya penurunan produksi secara musiman yang akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 naik RM42 menjadi RM4.742 per tonnya. Sementara itu, kontrak CPO April 2025 menguat RM40 menjadi RM4.632 per ton.

Kenaikan juga terjadi pada kontrak berjangka CPO Mei 2025 yang meningkat RM43 menjadi RM4.542 Ringgit Malaysia per ton, serta kontrak CPO Juni 2025 yang naik RM45 ke level RM4.449 per tonnya.

Sementara itu, untuk kontrak berjangka CPO Juli 2025, harga terkerek RM44 menjadi RM4.365 per ton. Sedangkan kontrak CPO Agustus 2025 menguat dengan kenaikan serupa ke level RM4.304 per tonnya.

Berdasarkan laporan dari Kantor Berita Malaysia, Bernama, analis pasar David Ng menyatakan bahwa kenaikan harga CPO dipicu oleh ekspektasi penurunan produksi musiman yang lebih lemah dalam waktu dekat.

Selain itu, penguatan harga palm olein di Dalian Commodity Exchange turut memberikan dorongan positif. “Harga CPO bergerak pada level support 4.500 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.600 Ringgit Malaysia per ton,” ujarnya.***

Sumber: Investor.id

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 18 Februari 2025: Termasuk Antam dan Gelari24, UBS Turun Lebih Tajam

Next Post

Resep Sarden Bihun, Cocok Untuk Menu Makan Siang

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
Resep Sarden Bihun, Cocok Untuk Menu Makan Siang

Resep Sarden Bihun, Cocok Untuk Menu Makan Siang

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.