• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO di Bursa Malaysia Melonjak, Berikut Faktor Pendorongnya

Harga CPO di Bursa Malaysia Melonjak, Berikut Faktor Pendorongnya

February 20, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga kontrak berjangka Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melonjak tajam pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2025.

Kondisi ini telah membalikkan posisi pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Berbagai sentimen positif telah berkontribusi terhadap kenaikan harga CPO, termasuk lonjakan harga minyak kedelai dan penguatan harga minyak mentah global.

You might also like

Jacqueline Mars dan Kerajaan Bisnis Keluarga di Balik M&M’s hingga Pringles

Jacqueline Mars dan Kerajaan Bisnis Keluarga di Balik M&M’s hingga Pringles

October 18, 2026
Netflix PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasan dan Divisi yang Terdampak

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasan dan Divisi yang Terdampak

October 10, 2026

Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk;

  • Maret 2025 naik RM154 menjadi RM4.848 per ton.
  • April 2025 naik RM171 menjadi RM4.757 per ton.
  • Mei 2025 naik RM168 menjadi RM4.672 per ton.
  • Juni 2025 naik RM152 menjadi RM4.564 per ton.
  • Juli 2025 naik RM138 menjadi RM4.435 per ton.
  • Agustus 2025 naik RM131 menjadi RM4.394 per ton.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Dilansir dari Kantor Berita Bernama, penguatan harga CPO dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBoT) serta kenaikan harga minyak mentah global.

Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, menjelaskan bahwa meningkatnya permintaan CPO menjelang Ramadan serta rencana penerapan kebijakan biodiesel B40 turut memberikan dorongan positif pada harga.

“Selain itu, transaksi di pasar tunai yang kuat juga memperkuat momentum pembelian,” ujarnya.

Sejalan dengan pendapat tersebut, pedagang minyak sawit David Ng menambahkan bahwa harga CPO berhasil menembus level 4.600 Ringgit Malaysia per ton, terutama berkat kenaikan harga minyak kedelai.

“Saat ini, harga CPO bergerak dengan level support di 4.550 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.750 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Ng.

Kenaikan harga ini menandai pencapaian tertinggi CPO dalam dua bulan terakhir, memberikan optimisme bagi pelaku industri kelapa sawit.***

Previous Post

Resep Sarden Bihun, Cocok Untuk Menu Makan Siang

Next Post

Pelunasan Biaya Haji Reguler Sudah 32% dalam 4 Hari, Berikut Ini 6 Provinsi Tertinggi

Berita Terkait

Jacqueline Mars dan Kerajaan Bisnis Keluarga di Balik M&M’s hingga Pringles
Ekbis

Jacqueline Mars dan Kerajaan Bisnis Keluarga di Balik M&M’s hingga Pringles

October 18, 2026

Jacqueline Mars dikenal sebagai salah satu perempuan terkaya di dunia berkat kepemilikan sahamnya di Mars Inc., perusahaan keluarga yang membangun...

Read more
Netflix PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasan dan Divisi yang Terdampak

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasan dan Divisi yang Terdampak

October 10, 2026
Setahun Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menkeu, Ini Deretan Kebijakan yang Pernah Dijalankan

Rp13,24 Triliun Masuk Kas Negara, Prabowo Sebut Bisa untuk Bangun Sekolah hingga Rumah Rakyat

October 6, 2026
PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026
Next Post
Pelunasan Biaya Haji Reguler Sudah 32% dalam 4 Hari, Berikut Ini 6 Provinsi Tertinggi

Pelunasan Biaya Haji Reguler Sudah 32% dalam 4 Hari, Berikut Ini 6 Provinsi Tertinggi

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.