• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jacqueline Mars dan Kerajaan Bisnis Keluarga di Balik M&M’s hingga Pringles

Jacqueline Mars dan Kerajaan Bisnis Keluarga di Balik M&M’s hingga Pringles

October 18, 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Jacqueline Mars dikenal sebagai salah satu perempuan terkaya di dunia berkat kepemilikan sahamnya di Mars Inc., perusahaan keluarga yang membangun kerajaan bisnis dari produk cokelat dan makanan ringan hingga makanan hewan. Menariknya, perempuan asal Amerika Serikat ini memiliki latar belakang pendidikan antropologi sebelum terlibat dalam bisnis keluarganya.

Kekayaan Jacqueline Mars diperkirakan mencapai US$49,1 miliar atau sekitar Rp804,8 triliun berdasarkan estimasi Forbes pada Maret 2026. Nilai tersebut menempatkannya di antara perempuan terkaya di dunia. Besaran kekayaan itu dapat berubah mengikuti penilaian aset dan perkembangan bisnis perusahaan yang dimiliki keluarganya.

You might also like

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasan dan Divisi yang Terdampak

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasan dan Divisi yang Terdampak

October 10, 2026
Setahun Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menkeu, Ini Deretan Kebijakan yang Pernah Dijalankan

Rp13,24 Triliun Masuk Kas Negara, Prabowo Sebut Bisa untuk Bangun Sekolah hingga Rumah Rakyat

October 6, 2026
Lulusan Antropologi yang Mewarisi Bisnis Keluarga

Jacqueline Badger Mars lahir pada 10 Oktober 1939. Ia merupakan putri Forrest E. Mars Sr. sekaligus cucu Frank C. Mars, pendiri perusahaan yang kemudian berkembang menjadi salah satu pemain besar industri makanan dunia.

Alih-alih menempuh pendidikan bisnis, Jacqueline memilih mempelajari antropologi di Bryn Mawr College, Pennsylvania, dan lulus pada 1961. Ilmu antropologi mempelajari manusia, budaya, dan kehidupan sosial. Meski tidak mengambil jalur pendidikan bisnis secara langsung, Jacqueline kemudian terlibat dalam perusahaan yang dibangun oleh keluarganya.

Keterlibatannya di Mars Inc. dimulai pada 1982. Selama hampir dua dekade bekerja di perusahaan tersebut, ia ikut menjadi bagian dari perjalanan bisnis keluarga sebelum pensiun pada 2001. Jacqueline juga pernah terlibat dalam dewan perusahaan hingga 2016.

Mars Inc., Bisnis Keluarga yang Mendunia

Sejarah Mars berawal pada 1911 ketika Frank C. Mars mulai membuat dan menjual permen dari rumahnya di Tacoma, Washington, Amerika Serikat. Usaha tersebut terus berkembang dan melahirkan berbagai produk yang dikenal luas di pasar internasional.

Sejumlah merek yang berada di bawah bisnis Mars antara lain M&M’s, Snickers, Milky Way, dan Twix. Perusahaan ini juga mengembangkan bisnis di luar makanan ringan, termasuk makanan hewan melalui merek seperti Pedigree dan Whiskas. Setelah mengakuisisi Kellanova pada akhir 2025, portofolio bisnisnya semakin luas, termasuk merek Pringles, Cheez-It, dan Pop-Tarts.

Perluasan bisnis tersebut memperlihatkan bagaimana Mars berkembang dari usaha keluarga menjadi perusahaan global dengan berbagai lini produk. Menurut laporan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Jacqueline terutama berasal dari kepemilikan sekitar sepertiga saham Mars Inc., perusahaan yang tidak diperdagangkan secara terbuka di bursa saham.

Kekayaan Berasal dari Kepemilikan Perusahaan

Kekayaan Jacqueline Mars tidak semata-mata berasal dari penghasilan selama bekerja. Sebagian besar nilai kekayaannya terkait dengan kepemilikan saham dan aset bisnis keluarga yang diwariskan lintas generasi.

Keluarga Mars mempertahankan kepemilikan perusahaan secara privat. Karena itu, valuasi kekayaan para anggota keluarga merupakan perkiraan yang disusun berdasarkan informasi bisnis dan penilaian aset, bukan angka pasti yang selalu tersedia untuk publik.

Meski Jacqueline tidak lagi menjalankan operasional harian perusahaan, kepemilikan keluarga tetap menjadi bagian penting dari struktur bisnis Mars. Perusahaan kini dikelola oleh manajemen profesional, sementara keluarga pendiri tetap berperan sebagai pemilik.

Bukan Hanya Permen dan Cokelat

Ekspansi Mars menunjukkan bahwa bisnis keluarga tersebut tidak hanya bergantung pada penjualan cokelat dan permen. Perusahaan juga memiliki portofolio produk makanan serta bisnis perawatan hewan, termasuk makanan hewan peliharaan dan layanan veteriner.

Akuisisi Kellanova memperluas jangkauan Mars di industri makanan ringan. Langkah ini sekaligus mempertemukan sejumlah merek besar dalam satu kelompok bisnis, sehingga memperkuat posisi perusahaan di pasar global.

Perjalanan Jacqueline Mars memperlihatkan bagaimana latar belakang pendidikan seseorang tidak selalu menentukan arah kariernya. Dengan menjadi bagian dari keluarga pemilik perusahaan dan terlibat dalam bisnis selama bertahun-tahun, ia ikut berada di balik salah satu kerajaan usaha keluarga terbesar di dunia.

Catatan: Nilai kekayaan dalam artikel ini merupakan estimasi yang dapat berubah, bukan jumlah uang tunai yang dimiliki Jacqueline Mars. Konversi ke rupiah juga bergantung pada kurs dolar AS yang digunakan.

Previous Post

PBB Peringatkan Kabut Asap Terburuk di Asia Tenggara, Karhutla Indonesia Picu Krisis Lintas Negara

Next Post

Gara-Gara Ribut dengan Lamine Yamal, Facundo Bernal Terancam Sanksi Berat

Berita Terkait

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasan dan Divisi yang Terdampak
Ekbis

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasan dan Divisi yang Terdampak

October 10, 2026

Netflix mengambil langkah pengurangan tenaga kerja di tengah persaingan industri streaming yang semakin ketat. Perusahaan hiburan asal Amerika Serikat itu...

Read more
Setahun Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menkeu, Ini Deretan Kebijakan yang Pernah Dijalankan

Rp13,24 Triliun Masuk Kas Negara, Prabowo Sebut Bisa untuk Bangun Sekolah hingga Rumah Rakyat

October 6, 2026
PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
Next Post
Gara-Gara Ribut dengan Lamine Yamal, Facundo Bernal Terancam Sanksi Berat

Gara-Gara Ribut dengan Lamine Yamal, Facundo Bernal Terancam Sanksi Berat

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.