• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kadin Beberkan Sejumlah Masalah yang Dapat Hambat Pertumbuhan Industri Nasional

Kadin Beberkan Sejumlah Masalah yang Dapat Hambat Pertumbuhan Industri Nasional

February 22, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Sektor industri terancam akibat tingginya harga gas. Kamar Dangan dan Industri (Kadin) khawatir kondisi ini akan berdampak buruk terhadap kinerja industri nasional.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Saleh Husin mengatakan, industri nasional kini tengah menggu dukungan pemerintah—terutama dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%—sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto.

You might also like

Harga CPO Melemah Lagi Akibat Permintaan Ekspor Tekan Pasar

Harga CPO Melemah Lagi Akibat Permintaan Ekspor Tekan Pasar

December 5, 2025
Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

December 4, 2025

“Jika target itu ingin dicapai, industri nasional harus berkembang. Palig tidak dengan berkontribusi terhadap PDB minimal 29%,” ujar Saleh dalam diskusi bertajuk Atmosfer dan Dukungan Dunia Usaha untuk Percepatan Hilirisasi Gas Alam pada, 21 Februari 2025.

Menurutnya, Kadin telah memetakan beberapa permasalahan yang dapat menghambat pertumbuhan industri nasional. Salah satunya, terkait energi gas di Indonesia masih lebih mahal dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Kedua, pasokan bahan baku industri kerap terkendala akibat kebijakan sektoral yang tidak sinkron, serta harga yang kurang ekonomis. Ketiga, biaya logistik yang tinggi turut menjadi beban bagi industri, sementara penerapan harga gas bumi tertentu (HGBT) masih terbatas sehingga daya saing produk nasional di pasar global belum optimal.

Selain itu, Saleh juga menyoroti ketidakpastian regulasi akibat kebijakan yang sering berubah-ubah. “Semua ini kami sampaikan sebagai bentuk masukan ilmiah demi kemajuan bangsa agar target pertumbuhan 8% dapat tercapai,” tambahnya.

Saleh juga menekankan bahwa potensi hilirisasi minyak dan gas bumi masih sangat luas. Gas alam dapat diolah menjadi LNG, amoniak, CO2, dan metanol, yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi urea, amonium nitrat, soda ash, DME, asam asetat, biodiesel, hingga produk industri seperti melamin, pupuk NPK, dan bahan bakar.***

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 22 Februari 2025: Antam dan Gelari24 Tertahan, UBS Naik Tipis

Next Post

Kinerja Makin Solid, BTN Siap Berkontribusi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Harga CPO Melemah Lagi Akibat Permintaan Ekspor Tekan Pasar
Ekbis

Harga CPO Melemah Lagi Akibat Permintaan Ekspor Tekan Pasar

by admin
December 5, 2025
0

Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Pelemahan ini terjadi setelah pasar menghadapi tekanan...

Read more
Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

December 4, 2025
Trump Siap Terapkan Tarif 100% untuk Impor dari China, Guncang Pasar Global

Trump Siap Terapkan Tarif 100% untuk Impor dari China, Guncang Pasar Global

October 12, 2025
Gas Bumi Diharapkan Dapat Kurangi Kebutuhan Impor LPG

Gas Bumi Diharapkan Dapat Kurangi Kebutuhan Impor LPG

September 29, 2025
Next Post
Kinerja Makin Solid, BTN Siap Berkontribusi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Kinerja Makin Solid, BTN Siap Berkontribusi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.