• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO di Bursa Malaysia Semakin Rontok

Harga CPO di Bursa Malaysia Semakin Rontok

March 11, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak mentah sawit di kontrak berjangka Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kian melemah tajam pada perdagangan Senin kemarin, 10 Maret 2025.

Faktor penyebabnya beragam. Salah satunya, laporan terbaru dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang mencatat penurunan ekspor CPO, serta meningkatnya stok dalam negeri.

You might also like

Harga CPO Melemah Lagi Akibat Permintaan Ekspor Tekan Pasar

Harga CPO Melemah Lagi Akibat Permintaan Ekspor Tekan Pasar

December 5, 2025
Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

December 4, 2025

Kantor berita Bernama, dalam laporannya menyampaikan bahwa penurunan harga CPO disebabkan oleh beberapa faktor utama. Selain melemahnya ekspor, kenaikan stok minyak sawit dalam negeri juga menambah tekanan.

Selain itu, harga minyak kedelai yang sedang mengalami pelemahan turut menyeret harga CPO ke bawah. Minyak sawit dan minyak kedelai bersaing di pasar minyak nabati global, sehingga pergerakan salah satu komoditas ini dapat mempengaruhi harga yang lain.

Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 turun 94 Ringgit Malaysia menjadi 4.776 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak untuk April 2025 terkoreksi lebih dalam, yakni 108 Ringgit Malaysia, sehingga diperdagangkan di level 4.616 Ringgit Malaysia per ton.

Tekanan juga terjadi pada kontrak bulan berikutnya. CPO untuk pengiriman Mei 2025 anjlok 126 Ringgit Malaysia menjadi 4.499 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Juni 2025 melemah 124 Ringgit Malaysia ke posisi 4.382 Ringgit Malaysia per ton.

Pelemahan terus berlanjut pada kontrak Juli 2025 yang turun 111 Ringgit Malaysia menjadi 4.278 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Agustus 2025 terpangkas 94 Ringgit Malaysia ke level 4.215 Ringgit Malaysia per ton.

Pedagang minyak sawit, David Ng, mengatakan bahwa harga CPO saat ini memiliki level support di 4.450 Ringgit Malaysia per ton, sementara resistensi berada di 4.700 Ringgit Malaysia per ton. Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, pelaku pasar akan mencermati perkembangan ekspor dan stok minyak sawit untuk menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.***

Sumber: Investor.id

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 11 Maret 2025, Antam, UBS dan Galeri24 Bangkit

Next Post

HK Kekurangan Duit Bangun Jalan Tol Trans Sumatera, Minta Suntikan Dana Rp14 Triliun

Berita Terkait

Harga CPO Melemah Lagi Akibat Permintaan Ekspor Tekan Pasar
Ekbis

Harga CPO Melemah Lagi Akibat Permintaan Ekspor Tekan Pasar

by admin
December 5, 2025
0

Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Pelemahan ini terjadi setelah pasar menghadapi tekanan...

Read more
Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

December 4, 2025
Trump Siap Terapkan Tarif 100% untuk Impor dari China, Guncang Pasar Global

Trump Siap Terapkan Tarif 100% untuk Impor dari China, Guncang Pasar Global

October 12, 2025
Gas Bumi Diharapkan Dapat Kurangi Kebutuhan Impor LPG

Gas Bumi Diharapkan Dapat Kurangi Kebutuhan Impor LPG

September 29, 2025
Next Post
HK Kekurangan Duit Bangun Jalan Tol Trans Sumatera, Minta Suntikan Dana Rp14 Triliun

HK Kekurangan Duit Bangun Jalan Tol Trans Sumatera, Minta Suntikan Dana Rp14 Triliun

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.