• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO di Bursa Malaysia Semakin Rontok

Harga CPO di Bursa Malaysia Semakin Rontok

March 11, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak mentah sawit di kontrak berjangka Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kian melemah tajam pada perdagangan Senin kemarin, 10 Maret 2025.

Faktor penyebabnya beragam. Salah satunya, laporan terbaru dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang mencatat penurunan ekspor CPO, serta meningkatnya stok dalam negeri.

You might also like

Rupiah Menguat ke Rp17.792 per Dolar AS, Jadi Kado HUT RI ke-81

August 17, 2026
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

August 14, 2026

Kantor berita Bernama, dalam laporannya menyampaikan bahwa penurunan harga CPO disebabkan oleh beberapa faktor utama. Selain melemahnya ekspor, kenaikan stok minyak sawit dalam negeri juga menambah tekanan.

Selain itu, harga minyak kedelai yang sedang mengalami pelemahan turut menyeret harga CPO ke bawah. Minyak sawit dan minyak kedelai bersaing di pasar minyak nabati global, sehingga pergerakan salah satu komoditas ini dapat mempengaruhi harga yang lain.

Berdasarkan data BMD, kontrak berjangka CPO untuk Maret 2025 turun 94 Ringgit Malaysia menjadi 4.776 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak untuk April 2025 terkoreksi lebih dalam, yakni 108 Ringgit Malaysia, sehingga diperdagangkan di level 4.616 Ringgit Malaysia per ton.

Tekanan juga terjadi pada kontrak bulan berikutnya. CPO untuk pengiriman Mei 2025 anjlok 126 Ringgit Malaysia menjadi 4.499 Ringgit Malaysia per ton, sedangkan kontrak Juni 2025 melemah 124 Ringgit Malaysia ke posisi 4.382 Ringgit Malaysia per ton.

Pelemahan terus berlanjut pada kontrak Juli 2025 yang turun 111 Ringgit Malaysia menjadi 4.278 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak Agustus 2025 terpangkas 94 Ringgit Malaysia ke level 4.215 Ringgit Malaysia per ton.

Pedagang minyak sawit, David Ng, mengatakan bahwa harga CPO saat ini memiliki level support di 4.450 Ringgit Malaysia per ton, sementara resistensi berada di 4.700 Ringgit Malaysia per ton. Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, pelaku pasar akan mencermati perkembangan ekspor dan stok minyak sawit untuk menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.***

Sumber: Investor.id

Previous Post

Harga Emas Pegadaian 11 Maret 2025, Antam, UBS dan Galeri24 Bangkit

Next Post

HK Kekurangan Duit Bangun Jalan Tol Trans Sumatera, Minta Suntikan Dana Rp14 Triliun

Berita Terkait

Ekbis

Rupiah Menguat ke Rp17.792 per Dolar AS, Jadi Kado HUT RI ke-81

by admin
August 17, 2026
0

Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Senin (17/8/2026) dengan pergerakan positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda sempat menguat...

Read more
Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

Penerapan PPh 22 Marketplace Ditunda, Ini Pertimbangan Purbaya

August 14, 2026
Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

Cegah Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG 2027 Diusulkan untuk Dipangkas

August 13, 2026
Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

Harga Buyback Emas Antam Makin Tinggi, Naik Rp151 Ribu Sejak Awal 2026

August 10, 2026
Next Post
HK Kekurangan Duit Bangun Jalan Tol Trans Sumatera, Minta Suntikan Dana Rp14 Triliun

HK Kekurangan Duit Bangun Jalan Tol Trans Sumatera, Minta Suntikan Dana Rp14 Triliun

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.