• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Belum “Move On” dari Tarif Impor Trump

Harga CPO Belum “Move On” dari Tarif Impor Trump

April 19, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali ditutup melemah pada Jumat, 18 April 2025.

Ini menjadi penurunan hari kelima secara berturut-turut, seiring kekhawatiran pasar terhadap peningkatan produksi yang terus menekan harga, salah satunya kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

Trader CPO, David Ng, mengatakan bahwa level support saat ini berada di RM3.950 per ton, sementara resistance di kisaran RM4.100 per ton. “Kami melihat tekanan masih akan berlanjut jika output tetap naik,” ujar David kepada Bernama.

Kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, menyebutkan bahwa kontrak CPO sempat bergerak datar pada pagi hari sebelum akhirnya melemah menjelang penutupan. Pasar dinilai sedang menanti koreksi harga lanjutan karena adanya ekspektasi kenaikan produksi yang signifikan.

“Dari sisi permintaan, konsumsi dalam negeri untuk CPO dan turunannya masih lemah, terutama di pasar utama seperti India,” ungkap Bagani.

Adapun rincian harga kontrak CPO per penutupan Kamis menunjukkan tren penurunan di hampir semua bulan pengiriman. Kontrak Mei 2025 turun RM67 ke posisi RM4.117 per ton. Kontrak Juni 2025 melemah RM54 menjadi RM4.016 per ton, sementara Juli 2025 terkoreksi RM36 ke RM3.975 per ton.

Untuk Agustus 2025, harga turun RM20 menjadi RM3.961 per ton. September 2025 turun tipis RM6 ke RM3.959 per ton, dan Oktober 2025 melemah RM1 ke level RM3.960 per ton.

Dari sisi volume perdagangan, terjadi penurunan signifikan dari 82.063 lot menjadi 72.684 lot. Open interest juga turun menjadi 239.000 kontrak dari sebelumnya 241.147.

Sementara itu, harga fisik CPO wilayah Selatan untuk April juga mengalami koreksi sebesar RM50 dan kini berada di level RM4.250 per ton.***

Previous Post

Harga Emas Antam Pegadaian Turun — Ini Waktu yang Tepat untuk Investasi

Next Post

Whoosh Ramai Penumpang Asing, Tapi Masih Merugi Rp500 Miliar per Tahun

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
Whoosh Ramai Penumpang Asing, Tapi Masih Merugi Rp500 Miliar per Tahun

Whoosh Ramai Penumpang Asing, Tapi Masih Merugi Rp500 Miliar per Tahun

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.