• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
LG Hengkang dari Proyek Baterai Listrik Rp164 Triliun

LG Hengkang dari Proyek Baterai Listrik Rp164 Triliun

April 24, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah memastikan bahwa hengkangnya perusahaan asal Korea Selatan, LG, dari proyek baterai kendaraan listrik (EV Battery) senilai US$9,8 miliar atau sekitar Rp164 triliun, bukan karena keputusan sepihak dari pihak asing.

Keputusan tersebut justru datang dari pemerintah Indonesia, yang meminta LG untuk mundur dari proyek strategis tersebut.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Ketua Tim Percepatan Proyek Strategis Nasional Rosan Roeslani menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah proses negosiasi antara LG dan pemerintah yang dinilai berjalan terlalu lama tanpa ada realisasi investasi konkret. Padahal, kesepakatan awal kerja sama dengan LG telah dilakukan sejak 2020.

“Selama ini dikira LG yang memutuskan keluar, padahal sebenarnya kami yang memutuskan. Surat resmi dari Kementerian ESDM dikirim ke LG pada 31 Januari 2025,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Detik, Kamis, 24 April 2025.

Dia menegaskan bahwa negosiasi yang memakan waktu hingga lima tahun dianggap tidak produktif. Pemerintah, lanjut Rosan, menginginkan proses investasi yang cepat dan memberikan hasil nyata bagi pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Negosiasinya terlalu panjang, sudah lima tahun belum juga ada kejelasan realisasi. Maka, surat itu diterbitkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan disampaikan langsung ke LG Chem dan LG Energy Solution,” jelas Rosan.

Sebagai pengganti LG, pemerintah kini membuka pintu bagi perusahaan asal Tiongkok, Huayou, yang sejak akhir 2024 telah menyatakan minat untuk masuk ke proyek baterai listrik di Indonesia. “Huayou sudah menyatakan minat, dan mereka memiliki teknologi yang dibutuhkan. Jadi posisi LG akan diisi oleh Huayou,” ungkap Rosan.

Masuknya Huayou diharapkan dapat mempercepat pembangunan industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air, sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok kendaraan listrik global.***

Previous Post

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Selengkapnya di Sini

Next Post

5 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Sekitar Jakarta

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
5 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Sekitar Jakarta

5 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Sekitar Jakarta

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.