• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
LG Hengkang dari Proyek Baterai Listrik Rp164 Triliun

LG Hengkang dari Proyek Baterai Listrik Rp164 Triliun

April 24, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah memastikan bahwa hengkangnya perusahaan asal Korea Selatan, LG, dari proyek baterai kendaraan listrik (EV Battery) senilai US$9,8 miliar atau sekitar Rp164 triliun, bukan karena keputusan sepihak dari pihak asing.

Keputusan tersebut justru datang dari pemerintah Indonesia, yang meminta LG untuk mundur dari proyek strategis tersebut.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

Ketua Tim Percepatan Proyek Strategis Nasional Rosan Roeslani menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah proses negosiasi antara LG dan pemerintah yang dinilai berjalan terlalu lama tanpa ada realisasi investasi konkret. Padahal, kesepakatan awal kerja sama dengan LG telah dilakukan sejak 2020.

“Selama ini dikira LG yang memutuskan keluar, padahal sebenarnya kami yang memutuskan. Surat resmi dari Kementerian ESDM dikirim ke LG pada 31 Januari 2025,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Detik, Kamis, 24 April 2025.

Dia menegaskan bahwa negosiasi yang memakan waktu hingga lima tahun dianggap tidak produktif. Pemerintah, lanjut Rosan, menginginkan proses investasi yang cepat dan memberikan hasil nyata bagi pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Negosiasinya terlalu panjang, sudah lima tahun belum juga ada kejelasan realisasi. Maka, surat itu diterbitkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan disampaikan langsung ke LG Chem dan LG Energy Solution,” jelas Rosan.

Sebagai pengganti LG, pemerintah kini membuka pintu bagi perusahaan asal Tiongkok, Huayou, yang sejak akhir 2024 telah menyatakan minat untuk masuk ke proyek baterai listrik di Indonesia. “Huayou sudah menyatakan minat, dan mereka memiliki teknologi yang dibutuhkan. Jadi posisi LG akan diisi oleh Huayou,” ungkap Rosan.

Masuknya Huayou diharapkan dapat mempercepat pembangunan industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air, sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok kendaraan listrik global.***

Previous Post

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Selengkapnya di Sini

Next Post

5 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Sekitar Jakarta

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
5 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Sekitar Jakarta

5 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Sekitar Jakarta

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.