• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Belum “Move On” dari Tarif Impor Trump

Harga CPO Naik Tipis, Simak Penjelasannya Berikut Ini

May 14, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga CPO / Crude Palm Oil untuk kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Selasa, 13 Mei 2025. Kenaikan harga CPO didorong oleh penguatan harga minyak kedelai, serta meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Menurut analis pasar David Ng, penguatan harga terjadi meskipun pasar masih menghadapi tekanan dari meningkatnya stok lokal dan produksi yang tinggi. “Kami melihat level support di RM3.750 per ton dan resistance di RM3.950 per ton,” ujar David seperti dikutip Bernama.

You might also like

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

July 9, 2026
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026

Sementara itu, analis senior dari Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, mengungkapkan bahwa harga CPO sempat menguat pada sesi awal perdagangan karena lonjakan pasokan, namun kemudian kehilangan momentum sebelum kembali menguat mendekati tengah hari.

Tekanan jual sempat membayangi pasar pada awal sesi kedua, setelah Laporan Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menyebutkan bahwa stok CPO bulan April naik ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Dalam laporan kinerja industri bulan April 2025 yang dirilis pada hari yang sama, MPOB menyampaikan bahwa produksi CPO meningkat 21,52 persen atau sekitar 298.531 ton dibandingkan bulan Maret. Total produksi tercatat mencapai 1,69 juta ton, naik dari 1,39 juta ton pada bulan sebelumnya.

Sathia menjelaskan bahwa lonjakan produksi ini sudah diperkirakan sebelumnya, mengingat panen sawit memasuki masa puncaknya pada kuartal kedua. Di Malaysia, musim produksi tertinggi biasanya terjadi antara Agustus hingga Oktober, sementara di Indonesia berlangsung antara September dan November.

Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO Mei 2025 naik RM37 menjadi RM3.827 per ton. Kontrak Juni 2025 meningkat RM82 ke posisi RM3.895 per ton. Juli 2025 naik RM79 ke RM3.893 per ton, sedangkan kontrak Agustus 2025 bertambah RM68 menjadi RM3.895 per ton. Kontrak September 2025 menguat RM59 ke RM3.896 per ton, dan Oktober 2025 naik RM46 menjadi RM3.899 per ton.

Volume perdagangan menurun menjadi 86.227 lot dari 89.661 lot pada hari sebelumnya. Namun, minat terbuka (open interest) justru meningkat menjadi 244.857 kontrak dari sebelumnya 240.098 kontrak.

Harga fisik CPO wilayah Selatan untuk pengiriman Mei tercatat berada pada kisaran RM50 hingga RM3.900 per ton.

— Bernama

Previous Post

BRK Syariah Dorong Transformasi Digital Keuangan Daerah, Batam Disiapkan Jadi Pelopor di Sumatra

Next Post

“Kita Tak Boleh Jadi Bangsa Kacung” — Prabowo Ajak Negara OKI Bersatu Suarakan Kemerdekaan Palestina

Berita Terkait

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau
Ekbis

Investor Kembali Borong Saham, IHSG Menguat ke Level 5.912 Sore Ini

by admin
July 9, 2026
0

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan Kamis (9/7/2026), indeks saham...

Read more
Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

Rupiah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Ini Respons Resmi Bank Indonesia

July 7, 2026
Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

Viral Kabar PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, GoTo Beri Klarifikasi Resmi

July 5, 2026
Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

Pasar Saham Bergairah, IHSG Naik ke 5.875 Usai 494 Emiten Menghijau

July 3, 2026
Next Post
“Kita Tak Boleh Jadi Bangsa Kacung” — Prabowo Ajak Negara OKI Bersatu Suarakan Kemerdekaan Palestina

“Kita Tak Boleh Jadi Bangsa Kacung” — Prabowo Ajak Negara OKI Bersatu Suarakan Kemerdekaan Palestina

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.