• Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Harga CPO Belum “Move On” dari Tarif Impor Trump

Harga CPO Menguat di Tengah Pelemahan Ringgit, Berikut Penjelasannya

May 20, 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia ditutup lebih tinggi pada Senin, 19 Mei 2025, seiring penguatan tren pasar minyak nabati global dan pelemahan nilai tukar ringgit.

Analis pasar minyak sawit David Ng menyebutkan bahwa pelemahan ringgit turut menjadi faktor utama yang mendukung sentimen penguatan harga dalam jangka pendek. “Kami melihat support pada RM3.800 per ton dan resistance pada RM4.000,” ujarnya.

You might also like

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026

Sementara itu, analis senior dari Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr. Sathia Varqa, menyatakan bahwa kenaikan harga CPO juga didorong oleh optimisme meningkatnya permintaan dari negara-negara utama seperti India, China, dan Afrika.

Ia menambahkan, proyeksi kenaikan ekspor minyak sawit Malaysia sebesar 5–9 persen untuk periode 1–20 Mei 2025 turut memperkuat sentimen pasar. Angka resmi ekspor dijadwalkan dirilis dalam waktu dekat.

“Turunnya harga kelapa sawit, pemulihan diskon harga, serta berkurangnya ekspor CPO dari Malaysia untuk pengiriman bulan Juni menjadi pendorong utama kenaikan harga hari ini,” jelasnya.

Berikut ini pergerakan harga kontrak spot CPO untuk sejumlah bulan pengiriman:

  • Juni 2025 naik RM52 menjadi RM3.891 per ton
  • Juli 2025 naik RM65 menjadi RM3.893 per ton
  • Agustus 2025 naik RM67 menjadi RM3.882 per ton
  • September 2025 naik RM66 menjadi RM3.874 per ton
  • Oktober 2025 naik RM63 menjadi RM3.872 per ton
  • November 2025 naik RM59 menjadi RM3.877 per ton

Namun, volume perdagangan tercatat menurun menjadi 56.961 lot dari 74.573 lot pada Jumat sebelumnya. Open interest juga turun menjadi 237.903 kontrak dari sebelumnya 239.366 kontrak.

Adapun harga fisik CPO untuk wilayah Selatan Malaysia pada Juni 2025 tercatat naik tipis RM40 menjadi RM3.950 per ton.***

Previous Post

Naik Lagi! Harga Jual Emas Pegadaian Hari Ini Bikin Investor Semringah

Next Post

Banyak yang Tak Tahu, Ini 7 Kegunaan Tawas untuk Kehidupan Sehari-hari

Berita Terkait

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi
Ekbis

PHK di Indonesia Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Juni Jadi Bulan dengan Laporan Tertinggi

September 25, 2026

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi perhatian dalam dinamika ketenagakerjaan Indonesia sepanjang 2026. Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menunjukkan sebanyak...

Read more

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.731 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

September 17, 2026
BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

BUK Migas Bakal Langsung di Bawah Presiden, Bahlil Ungkap Target dan Peran Barunya

September 17, 2026
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

PLTP Gunung Ungaran Dinilai Bisa Tekan Emisi dan Buka Peluang Ekonomi Warga

September 16, 2026
Next Post
Banyak yang Tak Tahu, Ini 7 Kegunaan Tawas untuk Kehidupan Sehari-hari

Banyak yang Tak Tahu, Ini 7 Kegunaan Tawas untuk Kehidupan Sehari-hari

BeritaPontianak.com

© 2023 Berita Pontianak.

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekbis
  • Politik
  • Teknologi

© 2023 Berita Pontianak.